Selama sesi perdagangan pagi, harga spot perak sempat anjlok tajam ke $76,89 per ons, mencatat penurunan lebih dari 10%. Namun, sentimen pasar segera berbalik, dan harga perak pun pulih tajam hingga berbalik positif. Hingga berita ini ditulis, harga spot perak tercatat di $79,16 per ons.
Emas pun turut terdampak. Harga spot emas London anjlok lebih dari 3% setelah pembukaan, bahkan sempat menembus level support krusial di $4.500, sebelum akhirnya rebound tipis di atas $4.600.
01 Tinjauan Pasar
Hari ini (2 Februari 2026), volatilitas di pasar perak membuat investor global menahan napas. Harga spot perak merosot tajam setelah pembukaan, dengan kerugian melebihi 10% dan menyentuh level terendah intraday di $76,89 per ons.
Setelah penurunan singkat, perak menunjukkan ketahanan luar biasa. Pembelian hati-hati oleh para trader mendorong pemulihan cepat, bahkan harga sempat berbalik positif di sepanjang hari. Berdasarkan data terbaru dari Gate, harga spot perak tercatat di $79,16 per ons.
Emas juga mengalami gejolak hebat, di mana harga sempat menembus level support utama $4.500 per ons pada awal perdagangan. Pasar berjangka domestik bereaksi lebih dramatis: kontrak utama SHFE untuk perak berjangka terkena batas bawah harian, sementara emas berjangka SHFE anjlok lebih dari 10%.
02 Analisis Penyebab Volatilitas
Beragam faktor berkontribusi pada pergerakan harga yang ekstrem ini. Pemicu langsungnya adalah potensi pergantian kepemimpinan di Federal Reserve.
Pada Jumat, muncul kabar bahwa Presiden AS Trump berencana mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya. Pengumuman ini langsung mengubah ekspektasi pasar. Sebelum kabar tersebut, peluang Warsh menjadi Ketua Fed hanya 31,5%, namun segera melonjak menjadi 95,5% dan akhirnya menembus 99%.
Kevin Warsh dianggap sebagai kandidat yang lebih hawkish dibandingkan lainnya. Ia pernah menjabat sebagai gubernur Fed saat krisis keuangan 2008 dan sejak saat itu dikenal sebagai kritikus tajam kebijakan moneter pasca-krisis. Pasar memperkirakan pencalonannya dapat membawa kebijakan moneter yang lebih ketat, memperkuat dolar, dan menekan harga logam mulia yang berdenominasi dolar.
Kenaikan persyaratan margin juga menambah tekanan pasar. Untuk mengelola risiko, CME Group mengumumkan akan menaikkan rasio margin untuk kontrak berjangka emas dan perak dari masing-masing 6% dan 11% menjadi 8% dan 15%. Ini merupakan kenaikan margin kelima dalam sembilan hari terakhir.
Langkah-langkah ini secara langsung meningkatkan biaya kepemilikan posisi, memaksa sebagian trader yang menggunakan leverage untuk mengurangi eksposur atau menambah dana margin.
03 Faktor Teknis dan Struktur Pasar
Selain faktor fundamental, sejumlah faktor teknis turut memperparah gejolak pasar. Sebelum terjadinya penurunan tajam, pasar logam mulia sudah berada dalam kondisi sangat overbought.
Indeks Relative Strength (RSI) emas mencapai 90, level tertinggi dalam beberapa dekade. Umumnya, RSI di atas 70 menandakan kondisi overbought, dan perak pun mengalami situasi serupa.
Struktur pasar juga mengalami "gamma squeeze" yang mempercepat penurunan harga. Ketika harga menembus level strike kunci, dealer opsi terpaksa menjual kontrak berjangka untuk melakukan lindung nilai, menciptakan spiral penurunan yang saling memperkuat.
Di pasar berjangka emas COMEX, terdapat konsentrasi besar posisi opsi di level kritis seperti $5.300, $5.200, dan $5.100 per ons. Ketika harga menembus level tersebut, terjadi reaksi berantai.
Kondisi unik di pasar Tiongkok juga memengaruhi harga perak global. UBS SDIC Silver Futures Fund sempat diperdagangkan dengan premi 36% hingga 64% dibandingkan kontrak Shanghai Futures Exchange.
Bursa Efek Shenzhen memberlakukan penghentian perdagangan penuh sehari untuk SDIC Silver ETF, sehingga investor Tiongkok tidak dapat menjual kepemilikan mereka secara lokal. Akibatnya, mereka beralih ke pasar global seperti SPDR Silver Trust ETF dan kontrak berjangka COMEX untuk melepas posisi.
04 Permintaan Industri dan Nilai Perak
Meski terjadi volatilitas tajam dalam jangka pendek, fundamental jangka panjang perak tetap menarik. Berbeda dengan emas yang lebih berfungsi sebagai aset safe haven, perak memiliki aplikasi industri yang signifikan.
Permintaan industri kini menyumbang lebih dari 60% dari total permintaan perak, dengan penggunaan utama di sektor fotovoltaik, kendaraan energi baru, dan server AI.
Sektor fotovoltaik menjadi pendorong utama pertumbuhan permintaan perak. Pada 2025, konsumsi perak global untuk fotovoltaik diperkirakan mencapai 7.560 ton, atau 55% dari total permintaan perak. Dengan tingkat penetrasi teknologi sel tipe-N (TOPCon/HJT) meningkat dari 9% di 2022 menjadi lebih dari 70% pada 2025, penggunaan perak per unit diperkirakan naik 30% hingga 100% dibandingkan sel tipe-P konvensional.
Setiap kendaraan energi baru menggunakan 35 hingga 50 gram perak—dua hingga tiga kali lebih banyak daripada kendaraan bensin konvensional. Sektor server AI tumbuh lebih cepat, di mana setiap server menggunakan dua hingga tiga kali lebih banyak perak dibandingkan server tradisional. Pertumbuhan permintaan di segmen ini diperkirakan mencapai 55% hingga 65% pada 2025.
Perubahan struktural ini berarti, meskipun permintaan investasi mungkin mendingin sementara, aplikasi industri dapat terus memberikan dukungan jangka panjang bagi harga perak.
05 Pandangan Institusi dan Prospek Pasar
Menghadapi volatilitas ekstrem ini, analis institusi terkemuka memberikan interpretasi yang beragam. Mark Wilson, Head of Trading di Goldman Sachs, menilai investor tidak perlu bereaksi berlebihan terhadap "shakeout posisi" ini.
Ia menyoroti bahwa terlepas dari gejolak harga, faktor pendorong utama yang menggerakkan pasar sejak awal tahun tetap tidak berubah. Penyebab koreksi kali ini adalah penumpukan posisi investor yang terlalu padat.
Michael Hartnett, Chief Investment Strategist di Bank of America, menyatakan dalam laporan terbarunya bahwa, bagi investor, ini berarti meski terjadi volatilitas tajam dalam jangka pendek, logika makro yang mendorong kenaikan emas dan aset fisik tetap utuh.
Analisisnya menyimpulkan bahwa kecuali terjadi "peristiwa besar" yang lebih mengganggu daripada narasi makro saat ini, pasar bullish yang didorong oleh depresiasi mata uang ini tidak akan mudah berakhir. Namun, ia juga mengingatkan investor untuk waspada terhadap potensi risiko deleveraging likuiditas pada paruh pertama tahun ini.
UBS sebelumnya telah menaikkan target harga emas secara signifikan, meningkatkan proyeksi untuk Maret, Juni, dan September 2026 menjadi $6.200 per ons, dengan alasan permintaan investasi yang lebih kuat dari perkiraan.
Xu Ying, Chief Macro Strategist di Orient Securities Derivatives Research Institute, mencatat bahwa tesis bullish jangka menengah hingga panjang untuk emas tetap utuh. Riset terbaru dari CICC menyoroti bahwa breakout harga spot emas London di atas $5.500 per ons menandai titik balik penting.
06 Bagaimana Investor Sebaiknya Menyikapi?
Bagi investor individu, manajemen risiko menjadi sangat penting dalam kondisi pasar yang ekstrem seperti ini. Mengendalikan leverage dan ukuran posisi adalah kunci bertahan di tengah volatilitas.
Mengingat CME telah menaikkan persyaratan margin sebanyak lima kali dalam sembilan hari, trader harus memastikan akun mereka memiliki dana buffer yang cukup untuk menghindari likuidasi paksa akibat margin call. Terutama di platform trading seperti Gate, sangat penting untuk memantau rasio margin dan nilai bersih akun secara real time.
Saat memperdagangkan aset terkait logam mulia di Gate, disarankan membangun posisi secara bertahap daripada langsung dalam jumlah besar. Menetapkan level stop-loss yang wajar dapat membantu membatasi kerugian pada setiap transaksi. Dengan volatilitas saat ini, batas stop-loss mungkin perlu diperlebar secara proporsional.
Periode kepanikan pasar sering kali menghadirkan peluang. Prospek pertumbuhan aplikasi industri perak dan logika jangka panjang emas sebagai alternatif moneter tetap utuh meski terjadi gejolak jangka pendek.
Dari perspektif alokasi aset, logam mulia dapat berfungsi sebagai lindung nilai terhadap depresiasi mata uang dan ketidakpastian ekonomi, namun porsi alokasi sebaiknya tetap dalam batas yang wajar untuk portofolio yang seimbang.
Prospek
Harga perak masih jauh lebih tinggi dibandingkan 12 bulan lalu, dan indikator teknis menunjukkan valuasi tetap tinggi. Bursa Emas Shanghai merespons cepat hari ini, mengumumkan bahwa jika terjadi pergerakan satu arah di kontrak perak tunda, persyaratan margin akan dinaikkan dari 20% menjadi 26%, dan batas harga harian disesuaikan dari 19% menjadi 25%.
Seiring pasar mencerna berita pencalonan Ketua Fed yang baru, perhatian investor akan kembali tertuju pada fundamental ekonomi. Data ekonomi dan laporan keuangan yang dijadwalkan pada pertengahan Februari akan memberikan panduan yang lebih jelas bagi arah pasar.
Arah harga perak ke depan sangat bergantung pada respons pasar Tiongkok. Investor kini menantikan bagaimana kinerja pasar Shanghai setelah pembukaan, untuk melihat apakah permintaan perak dari Tiongkok dapat pulih pasca gelombang penjualan besar-besaran kali ini.




