"go long, shorts" adalah kesalahan umum dalam perdagangan, terutama ketika psikologi dan emosi mempengaruhi keputusan investasi.
1. Efek FOMO & Penjualan Panik Ketika pasar meningkat pesat, Anda terjebak dalam psikologi "takut kehilangan" (FOMO), yang mengarah pada pembelian langsung di puncak. Ketika harga turun drastis, Anda panik dan menjual di dasar untuk memotong kerugian. 2. Tidak ada strategi yang jelas Tidak ada rencana perdagangan (entry, stop-loss, take-profit). Jangan menggunakan indikator teknis atau analisis data sebelum membuat keputusan. 3. Pengaruh oleh berita & kerumunan Berdasarkan berita atau "kèo" dari para KOL daripada menganalisis data objektif. Ketika melihat orang lain membeli dengan tergesa-gesa, Anda terseret tanpa mengevaluasi kembali risikonya. 4. Tidak dapat mengontrol psikologi perdagangan Ekspektasi keuntungan yang terlalu tinggi → Membeli saat harga sudah naik tajam. Takut kehilangan uang → Memotong kerugian terlalu cepat saat harga hanya sedikit beradjust. 5. Manajemen modal yang buruk Menempatkan terlalu banyak modal dalam sebuah transaksi → Ketika harga bergerak berlawanan, psikologi terpengaruh secara signifikan. Tidak menetapkan stop-loss yang wajar → Ketika harga jatuh, tidak ada titik potong rugi yang wajar. Cara meningkatkan ✔ Membangun strategi perdagangan yang jelas ( aturan masuk/keluar pesanan, manajemen risiko ). ✔ Gunakan analisis teknis & data daripada emosi. ✔ Latih mengendalikan psikologi, tidak terbawa oleh kerumunan. ✔ Pasang stop-loss & take-profit yang wajar, jangan all-in dalam satu transaksi.
Konten ini hanya untuk referensi, bukan ajakan atau tawaran. Tidak ada nasihat investasi, pajak, atau hukum yang diberikan. Lihat Penafian untuk pengungkapan risiko lebih lanjut.
"go long, shorts" adalah kesalahan umum dalam perdagangan, terutama ketika psikologi dan emosi mempengaruhi keputusan investasi.
1. Efek FOMO & Penjualan Panik
Ketika pasar meningkat pesat, Anda terjebak dalam psikologi "takut kehilangan" (FOMO), yang mengarah pada pembelian langsung di puncak.
Ketika harga turun drastis, Anda panik dan menjual di dasar untuk memotong kerugian.
2. Tidak ada strategi yang jelas
Tidak ada rencana perdagangan (entry, stop-loss, take-profit).
Jangan menggunakan indikator teknis atau analisis data sebelum membuat keputusan.
3. Pengaruh oleh berita & kerumunan
Berdasarkan berita atau "kèo" dari para KOL daripada menganalisis data objektif.
Ketika melihat orang lain membeli dengan tergesa-gesa, Anda terseret tanpa mengevaluasi kembali risikonya.
4. Tidak dapat mengontrol psikologi perdagangan
Ekspektasi keuntungan yang terlalu tinggi → Membeli saat harga sudah naik tajam.
Takut kehilangan uang → Memotong kerugian terlalu cepat saat harga hanya sedikit beradjust.
5. Manajemen modal yang buruk
Menempatkan terlalu banyak modal dalam sebuah transaksi → Ketika harga bergerak berlawanan, psikologi terpengaruh secara signifikan.
Tidak menetapkan stop-loss yang wajar → Ketika harga jatuh, tidak ada titik potong rugi yang wajar.
Cara meningkatkan
✔ Membangun strategi perdagangan yang jelas ( aturan masuk/keluar pesanan, manajemen risiko ).
✔ Gunakan analisis teknis & data daripada emosi.
✔ Latih mengendalikan psikologi, tidak terbawa oleh kerumunan.
✔ Pasang stop-loss & take-profit yang wajar, jangan all-in dalam satu transaksi.