Pada 29 Agustus 2025, Departemen Perdagangan AS mengambil langkah tanpa preseden dengan mencatat data PDB kuartal terbaru menggunakan teknologi blockchain. Operasi inovatif ini melibatkan sembilan jaringan blockchain utama, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan Solana.
Secara khusus, Departemen Perdagangan Amerika Serikat tidak mengunggah laporan GDP lengkap ke Blockchain, tetapi menggunakan metode kriptografi untuk menghasilkan "sidik jari digital" yang unik, yaitu nilai hash, dan mencatatnya di Blockchain. Tujuan utama dari praktik ini adalah untuk memastikan data tidak dapat diubah. Siapa pun hanya perlu mendapatkan laporan GDP yang dirilis secara resmi, menghitung nilai hash-nya, dan membandingkannya dengan nilai yang tercatat di Blockchain, untuk sepenuhnya mengonfirmasi keaslian dan kelengkapan laporan tersebut.
Penggerak di balik inisiatif ini adalah Sekretaris Perdagangan AS yang baru, Howard Lutnick. Sebagai mantan eksekutif Wall Street, Lutnick pernah mengelola perusahaan Cantor Fitzgerald, mengalami peristiwa 9/11, dan secara bertahap menjadi pendukung setia cryptocurrency. Setelah menjabat, ia dengan cepat mendorong inisiatif inovatif ini.
Keputusan ini mungkin memiliki berbagai pertimbangan: Pertama, ini bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas data pemerintah. Dengan "mengunci" data di Blockchain, pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi, secara efektif menjawab keraguan sebelumnya tentang kemungkinan data yang dapat dimanipulasi. Kedua, langkah ini juga mungkin merupakan salah satu strategi Amerika Serikat untuk memperebutkan kekuasaan wacana di bidang cryptocurrency dan teknologi Blockchain global.
Dengan penerapan teknologi blockchain di bidang pemerintahan, kita mungkin akan melihat lebih banyak negara meniru praktik ini, mencatat dan memverifikasi data ekonomi penting melalui blockchain. Ini tidak hanya membantu meningkatkan kredibilitas data, tetapi juga akan mendorong penerapan dan pengembangan teknologi blockchain di berbagai bidang yang lebih luas.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
15 Suka
Hadiah
15
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
DefiSecurityGuard
· 08-29 14:14
hmm mencurigakan... integritas hash saja tidak akan mencegah manipulasi data sebelum blockchain. DYOR teman-teman
Lihat AsliBalas0
SelfRugger
· 08-29 08:50
Blockchain seorang suckers
Lihat AsliBalas0
RugpullAlertOfficer
· 08-29 08:49
Amerika Serikat sekali lagi melakukan tindakan besar.
Pada 29 Agustus 2025, Departemen Perdagangan AS mengambil langkah tanpa preseden dengan mencatat data PDB kuartal terbaru menggunakan teknologi blockchain. Operasi inovatif ini melibatkan sembilan jaringan blockchain utama, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan Solana.
Secara khusus, Departemen Perdagangan Amerika Serikat tidak mengunggah laporan GDP lengkap ke Blockchain, tetapi menggunakan metode kriptografi untuk menghasilkan "sidik jari digital" yang unik, yaitu nilai hash, dan mencatatnya di Blockchain. Tujuan utama dari praktik ini adalah untuk memastikan data tidak dapat diubah. Siapa pun hanya perlu mendapatkan laporan GDP yang dirilis secara resmi, menghitung nilai hash-nya, dan membandingkannya dengan nilai yang tercatat di Blockchain, untuk sepenuhnya mengonfirmasi keaslian dan kelengkapan laporan tersebut.
Penggerak di balik inisiatif ini adalah Sekretaris Perdagangan AS yang baru, Howard Lutnick. Sebagai mantan eksekutif Wall Street, Lutnick pernah mengelola perusahaan Cantor Fitzgerald, mengalami peristiwa 9/11, dan secara bertahap menjadi pendukung setia cryptocurrency. Setelah menjabat, ia dengan cepat mendorong inisiatif inovatif ini.
Keputusan ini mungkin memiliki berbagai pertimbangan: Pertama, ini bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas data pemerintah. Dengan "mengunci" data di Blockchain, pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi, secara efektif menjawab keraguan sebelumnya tentang kemungkinan data yang dapat dimanipulasi. Kedua, langkah ini juga mungkin merupakan salah satu strategi Amerika Serikat untuk memperebutkan kekuasaan wacana di bidang cryptocurrency dan teknologi Blockchain global.
Dengan penerapan teknologi blockchain di bidang pemerintahan, kita mungkin akan melihat lebih banyak negara meniru praktik ini, mencatat dan memverifikasi data ekonomi penting melalui blockchain. Ini tidak hanya membantu meningkatkan kredibilitas data, tetapi juga akan mendorong penerapan dan pengembangan teknologi blockchain di berbagai bidang yang lebih luas.