Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
CFD
Derivatif CFD Saham AS
Saham AS
Akses saham AS dan ETF yang nyata
Saham HK
Perdagangkan saham berkualitas yang terdaftar di Hong Kong
Saham Korea
SK Hynix
Perdagangkan Saham Korea Nyata dan Berinvestasi pada Aset Populer
Saham Futures
Leverage tinggi, perdagangan 24/7
Tokenized Stocks
Didukung oleh aset saham nyata
IPO Access
Buka akses penuh ke IPO saham global
GUSD
Mint GUSD untuk Imbal Hasil Treasury RWA
Aktivitas Saham
Perdagangkan Saham Populer dan Dapatkan Airdrop yang Melimpah
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
IPO Access
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
#StrongNonfarmPayrollsRekindleRateHikeFear
Data Tenaga Kerja AS Melambat Tajam, Fokus Pasar Bergeser dari Ancaman Kenaikan Suku Bunga Juli ke Pertemuan September
Jakarta, 3 Juli 2026. Pasar keuangan global memasuki akhir pekan dengan sentimen yang jauh berbeda dari beberapa hari sebelumnya, setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk bulan Juni menunjukkan pelemahan tajam yang di luar dugaan banyak ekonom. Padahal sepanjang pekan ini, perhatian pelaku pasar sempat tertuju penuh pada kemungkinan Federal Reserve mempercepat kenaikan suku bunga, menyusul rentetan data ketenagakerjaan yang kuat pada bulan bulan sebelumnya.
Pemciptaan Lapangan Kerja Jauh di Bawah Ekspektasi
Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat, atau yang biasa disingkat BLS, melaporkan bahwa ekonomi Amerika Serikat hanya menambah lima puluh tujuh ribu lapangan kerja nonpertanian sepanjang Juni 2026. Angka ini jauh meleset dari perkiraan konsensus pasar yang berada di kisaran seratus sepuluh hingga seratus empat belas ribu pekerjaan, dan menjadi penambahan tenaga kerja terendah dalam empat bulan terakhir.
Yang membuat laporan ini semakin mengkhawatirkan adalah revisi ke bawah pada data dua bulan sebelumnya. Penambahan lapangan kerja April yang semula dilaporkan seratus tujuh puluh sembilan ribu, dipangkas menjadi hanya seratus empat puluh delapan ribu. Sementara data Mei yang sebelumnya sempat memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga karena tercatat seratus tujuh puluh dua ribu, kini direvisi turun menjadi hanya seratus dua puluh sembilan ribu. Dengan revisi ini, total penciptaan lapangan kerja pada April dan Mei ternyata tujuh puluh empat ribu lebih rendah dari yang dilaporkan sebelumnya.
Tingkat pengangguran justru turun tipis ke level 4,2 persen, setelah bertahan di 4,3 persen selama tiga bulan berturut turut. Namun penurunan ini bukan pertanda baik, karena didorong oleh menyusutnya tingkat partisipasi angkatan kerja yang melorot ke 61,5 persen dari 61,8 persen bulan sebelumnya, yang berarti semakin banyak orang keluar dari pencarian kerja aktif.
Dari sisi upah, rata rata penghasilan per jam untuk seluruh pekerja nonpertanian swasta naik tiga belas sen menjadi tiga puluh tujuh dolar enam puluh empat sen, atau setara kenaikan 0,3 persen secara bulanan. Secara tahunan, pertumbuhan upah tercatat 3,5 persen, sedikit meningkat dari 3,4 persen pada bulan sebelumnya.
Data Sektor Swasta Turut Melemah
Sehari sebelum rilis data resmi BLS, lembaga penggajian swasta ADP melaporkan bahwa sektor swasta Amerika Serikat hanya menambah sembilan puluh delapan ribu pekerjaan pada Juni, di bawah ekspektasi pasar sebesar seratus tiga belas ribu, dan juga melambat dibandingkan kenaikan seratus dua puluh dua ribu pada Mei. Kombinasi data ADP dan NFP yang sama sama lemah semakin memperkuat sinyal bahwa pasar tenaga kerja Amerika Serikat mulai mendingin setelah periode ketahanan yang panjang.
Fed di Bawah Kepemimpinan Baru Tetap Waspada Inflasi
Perlu dicatat bahwa laporan ini muncul tak lama setelah Federal Reserve menggelar pertemuan penting pada 17 Juni 2026, yang menjadi pertemuan perdana Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed yang baru, menggantikan Jerome Powell. Dalam pertemuan tersebut, seluruh dua belas anggota pemungutan suara sepakat bulat mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50 hingga 3,75 persen, level yang sama sejak pemangkasan terakhir pada Desember 2025.
Meski suku bunga ditahan, nada kebijakan yang disampaikan justru cenderung hawkish. Dari delapan belas anggota yang memberikan proyeksi dalam ringkasan proyeksi ekonomi, sembilan di antaranya memperkirakan akan ada kenaikan suku bunga sebelum akhir 2026, bahkan enam anggota memproyeksikan dua kali kenaikan sekaligus. Proyeksi median juga menaikkan perkiraan inflasi PCE di akhir tahun menjadi 3,6 persen, melonjak signifikan dari proyeksi Maret yang hanya 2,7 persen, sementara proyeksi pertumbuhan ekonomi justru dipangkas menjadi 2,2 persen dari sebelumnya 2,4 persen.
Warsh sendiri memilih untuk tidak menyerahkan proyeksi pribadinya dalam dot plot, sesuai pandangannya yang lama mengkritik format tersebut. Ia juga memangkas panjang pernyataan resmi Fed secara drastis, dan mengumumkan pembentukan lima kelompok kerja untuk meninjau ulang berbagai aspek operasional bank sentral, mulai dari komunikasi, kebijakan neraca, hingga kerangka inflasi.
Ekspektasi Pasar Berbalik Arah Usai Data Juni
Sebelum laporan NFP Juni dirilis, alat pemantau CME FedWatch sempat mencatat probabilitas kenaikan suku bunga pada Juli mencapai sekitar 34 persen, melonjak tajam dari hanya 6 persen di awal Juni, sementara peluang setidaknya dua kali kenaikan suku bunga sepanjang 2026 sempat menyentuh di atas 40 persen. Probabilitas kenaikan pada September bahkan sempat diperhitungkan pasar mencapai kisaran 63 hingga 67 persen.
Namun begitu data Juni yang lemah dipublikasikan, arah ekspektasi berbalik cepat. Probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September langsung tergerus menjadi sekitar 51 persen, turun dari kisaran 63 hingga 67 persen sebelum rilis data. Fokus pelaku pasar kini praktis sepenuhnya beralih ke pertemuan September, dengan asumsi Fed hampir pasti akan menahan suku bunga pada pertemuan Juli mendatang.
Dolar Melemah, Emas Melonjak Tajam
Reaksi pasar keuangan terhadap data yang lemah ini berlangsung cepat dan searah. Indeks dolar Amerika Serikat melemah sekitar 0,7 persen begitu data dirilis, sementara harga emas dunia melonjak lebih dari dua persen menembus level empat ribu seratus dolar per troy ons, level tertinggi dalam sepekan terakhir. Penguatan emas ini juga ditopang pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh yang mengakui risiko inflasi mulai mereda, meski ia tetap menegaskan komitmen membawa inflasi kembali ke target dua persen.
Di pasar surat utang, imbal hasil Treasury yang sempat naik tajam pekan pekan sebelumnya akibat ekspektasi kenaikan suku bunga, berbalik turun setelah data Juni dipublikasikan, seiring pasar memangkas taruhan pengetatan moneter jangka pendek.
Bayang-bayang Geopolitik Masih Membebani Inflasi
Di balik seluruh dinamika data ketenagakerjaan ini, faktor geopolitik tetap menjadi ancaman utama bagi prospek inflasi Amerika Serikat. Konflik yang melibatkan Iran sempat mendorong harga minyak mentah global melonjak tajam hingga di atas seratus dolar per barel pada puncaknya, sebelum kemudian mereda ke kisaran enam puluh tujuh dolar per barel setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman sementara terkait kelancaran pelayaran di Selat Hormuz. Pembicaraan lanjutan antara kedua negara masih berlangsung di Doha, dan hasilnya berpotensi memengaruhi arah harga energi serta inflasi global dalam beberapa bulan mendatang.
Outlook Menuju Pertemuan FOMC Berikutnya
Dengan pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 28 hingga 29 Juli 2026, pelaku pasar akan terus mencermati rangkaian data tambahan sebelum pertemuan tersebut, termasuk laporan inflasi PCE, klaim pengangguran mingguan, serta perkembangan negosiasi geopolitik di Timur Tengah. Konsensus sementara menilai kemungkinan kenaikan suku bunga pada Juli sudah sangat kecil, namun pertemuan September tetap terbuka lebar bagi segala kemungkinan, tergantung bagaimana data ketenagakerjaan dan inflasi bergerak dalam dua bulan ke depan.
Kesimpulan
Laporan Nonfarm Payrolls Juni 2026 menjadi pengingat betapa cepatnya arah ekspektasi pasar dapat berbalik hanya dalam hitungan hari. Setelah sempat dibayangi kekhawatiran kenaikan suku bunga akibat data Mei yang kuat, pasar kini justru harus menyesuaikan diri dengan sinyal pendinginan pasar tenaga kerja yang lebih nyata. Di tengah kepemimpinan baru Kevin Warsh yang menekankan pendekatan berbasis data dan komunikasi yang lebih ringkas, arah kebijakan suku bunga Fed pada paruh kedua 2026 kini sepenuhnya bergantung pada rangkaian data ekonomi yang akan terus mengalir dalam beberapa minggu ke depan.
Artikel ini disusun berdasarkan data resmi Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat, siaran pers Federal Reserve, serta pemberitaan pasar keuangan terkini per 3 Juli 2026.