Mantan Presiden Donald Trump menghadapi gugatan federal terkait keputusannya baru-baru ini untuk memberlakukan tarif tinggi pada impor dari China, dengan sebuah kelompok hukum konservatif mengklaim bahwa dia telah melampaui wewenangnya.
🔹 The New Civil Liberties Alliance (NCLA) mengajukan gugatan di pengadilan federal Florida atas nama Simplified, sebuah usaha kecil yang mengimpor produk dari China dan mengklaim bahwa tarif baru tersebut merugikan operasinya.
🔹 Inti dari kasus ini adalah tarif gabungan sebesar 54% pada barang-barang China, yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump. Kelompok tersebut berpendapat bahwa langkah tersebut tidak didukung secara hukum oleh IEEPA, undang-undang yang dikutip oleh pemerintahan Trump.
🛑 IEEPA Tidak Dimaksudkan Sebagai Cek Kosong, Klaim Gugatan
Gugatan tersebut menantang penggunaan Trump terhadap International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) tahun 1977, sebuah undang-undang yang dimaksudkan untuk memberikan alat kepada presiden untuk menangani keadaan darurat internasional. Para penggugat berpendapat bahwa IEEPA tidak mengizinkan tarif, tetapi hanya sanksi keuangan atau pembekuan aset.
"Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan IEEPA untuk menangani keadaan darurat asing, bukan untuk memberikan presiden cek kosong untuk membentuk kebijakan ekonomi domestik," bunyi gugatan tersebut.
🔹 NCLA juga mengklaim bahwa tidak ada presiden dalam hampir 50 tahun sejarah IEEPA yang menggunakannya untuk memberlakukan pajak pada orang Amerika melalui tarif.
🔹 Menurut pengajuan, Trump menyalahgunakan wewenang eksekutifnya untuk "secara artifisial mengurangi defisit perdagangan AS dan meningkatkan pendapatan federal."
📜 Perintah Eksekutif Dalam Sorotan
Gugatan tersebut menjelaskan garis waktu dari tiga perintah eksekutif yang mengarah pada tarif tersebut:
🔹 1 Feb: Trump menandatangani sebuah perintah yang memberlakukan tarif 10% pada impor dari China
🔹 Mar 3: Dia meningkatkan suku bunga menjadi 20%
🔹 2 Apr: Dia mengumumkan tarif 10% secara menyeluruh untuk semua impor AS, ditambah 34% tambahan khusus untuk barang-barang Cina.
Para penggugat meminta pengadilan untuk memblokir penerapan tarif ini, dengan alasan bahwa tarif tersebut ilegal. Mereka mengklaim bahwa perusahaan seperti Simplified yang berbasis di Florida, yang sangat bergantung pada manufaktur China, menghadapi kerugian yang segera dan tidak dapat diperbaiki.
China Menanggapi dengan Langkah Balasan yang Keras
Beijing dengan cepat membalas. Dalam waktu 24 jam, Komisi Tarif Dewan Negara Tiongkok mengumumkan akan memberlakukan tarif 34% pada semua impor AS, berlaku mulai 10 April.
🔹 11 perusahaan AS dimasukkan ke dalam "daftar entitas yang tidak dapat diandalkan" China, yang secara efektif memblacklist mereka dari berbisnis di China — termasuk beberapa produsen drone.
🔹 16 perusahaan AS juga menghadapi pembatasan ekspor baru, yang mencegah mereka membeli teknologi dual-use dari Tiongkok.
🔹 China meluncurkan investigasi anti-dumping yang menargetkan tabung sinar-X CT dari AS dan India, yang berpotensi menghasilkan lebih banyak hambatan perdagangan untuk peralatan medis yang penting.
🔹 Beijing juga memberlakukan kontrol ekspor terhadap tujuh mineral tanah jarang — termasuk samarium, gadolinium, dan terbidium — yang semuanya penting untuk elektronik dan perangkat keras militer. AS sangat bergantung pada bahan-bahan ini.
📉 Ketegangan Perang Dagang Meningkat?
Ketegangan perdagangan antara AS dan China kembali memanas. Tarif Trump dapat memiliki konsekuensi yang jauh tidak hanya bagi importir AS tetapi juga bagi rantai pasokan global. Pengadilan federal sekarang harus menentukan apakah Trump bertindak dalam wewenang hukumnya — atau melampaui batas-batas kepresidenan.
Tetap selangkah lebih maju – ikuti profil kami dan tetap mendapatkan informasi tentang segala hal penting di dunia cryptocurrency!
Perhatian:
,,Informasi dan pandangan yang disampaikan dalam artikel ini hanya dimaksudkan untuk tujuan pendidikan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat investasi dalam situasi apa pun. Konten halaman ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau bentuk nasihat lainnya. Kami memperingatkan bahwa berinvestasi dalam cryptocurrency bisa berisiko dan dapat mengakibatkan kerugian finansial.
Konten ini hanya untuk referensi, bukan ajakan atau tawaran. Tidak ada nasihat investasi, pajak, atau hukum yang diberikan. Lihat Penafian untuk pengungkapan risiko lebih lanjut.
Trump Menghadapi Gugatan Terkait Tarif China – Legalitas Kekuasaannya Dalam Sorotan
Mantan Presiden Donald Trump menghadapi gugatan federal terkait keputusannya baru-baru ini untuk memberlakukan tarif tinggi pada impor dari China, dengan sebuah kelompok hukum konservatif mengklaim bahwa dia telah melampaui wewenangnya. 🔹 The New Civil Liberties Alliance (NCLA) mengajukan gugatan di pengadilan federal Florida atas nama Simplified, sebuah usaha kecil yang mengimpor produk dari China dan mengklaim bahwa tarif baru tersebut merugikan operasinya. 🔹 Inti dari kasus ini adalah tarif gabungan sebesar 54% pada barang-barang China, yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump. Kelompok tersebut berpendapat bahwa langkah tersebut tidak didukung secara hukum oleh IEEPA, undang-undang yang dikutip oleh pemerintahan Trump.
🛑 IEEPA Tidak Dimaksudkan Sebagai Cek Kosong, Klaim Gugatan Gugatan tersebut menantang penggunaan Trump terhadap International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) tahun 1977, sebuah undang-undang yang dimaksudkan untuk memberikan alat kepada presiden untuk menangani keadaan darurat internasional. Para penggugat berpendapat bahwa IEEPA tidak mengizinkan tarif, tetapi hanya sanksi keuangan atau pembekuan aset.
"Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan IEEPA untuk menangani keadaan darurat asing, bukan untuk memberikan presiden cek kosong untuk membentuk kebijakan ekonomi domestik," bunyi gugatan tersebut.
🔹 NCLA juga mengklaim bahwa tidak ada presiden dalam hampir 50 tahun sejarah IEEPA yang menggunakannya untuk memberlakukan pajak pada orang Amerika melalui tarif. 🔹 Menurut pengajuan, Trump menyalahgunakan wewenang eksekutifnya untuk "secara artifisial mengurangi defisit perdagangan AS dan meningkatkan pendapatan federal."
📜 Perintah Eksekutif Dalam Sorotan Gugatan tersebut menjelaskan garis waktu dari tiga perintah eksekutif yang mengarah pada tarif tersebut: 🔹 1 Feb: Trump menandatangani sebuah perintah yang memberlakukan tarif 10% pada impor dari China
🔹 Mar 3: Dia meningkatkan suku bunga menjadi 20%
🔹 2 Apr: Dia mengumumkan tarif 10% secara menyeluruh untuk semua impor AS, ditambah 34% tambahan khusus untuk barang-barang Cina. Para penggugat meminta pengadilan untuk memblokir penerapan tarif ini, dengan alasan bahwa tarif tersebut ilegal. Mereka mengklaim bahwa perusahaan seperti Simplified yang berbasis di Florida, yang sangat bergantung pada manufaktur China, menghadapi kerugian yang segera dan tidak dapat diperbaiki.
China Menanggapi dengan Langkah Balasan yang Keras Beijing dengan cepat membalas. Dalam waktu 24 jam, Komisi Tarif Dewan Negara Tiongkok mengumumkan akan memberlakukan tarif 34% pada semua impor AS, berlaku mulai 10 April. 🔹 11 perusahaan AS dimasukkan ke dalam "daftar entitas yang tidak dapat diandalkan" China, yang secara efektif memblacklist mereka dari berbisnis di China — termasuk beberapa produsen drone. 🔹 16 perusahaan AS juga menghadapi pembatasan ekspor baru, yang mencegah mereka membeli teknologi dual-use dari Tiongkok. 🔹 China meluncurkan investigasi anti-dumping yang menargetkan tabung sinar-X CT dari AS dan India, yang berpotensi menghasilkan lebih banyak hambatan perdagangan untuk peralatan medis yang penting. 🔹 Beijing juga memberlakukan kontrol ekspor terhadap tujuh mineral tanah jarang — termasuk samarium, gadolinium, dan terbidium — yang semuanya penting untuk elektronik dan perangkat keras militer. AS sangat bergantung pada bahan-bahan ini.
📉 Ketegangan Perang Dagang Meningkat? Ketegangan perdagangan antara AS dan China kembali memanas. Tarif Trump dapat memiliki konsekuensi yang jauh tidak hanya bagi importir AS tetapi juga bagi rantai pasokan global. Pengadilan federal sekarang harus menentukan apakah Trump bertindak dalam wewenang hukumnya — atau melampaui batas-batas kepresidenan.
#TRUMP , #CryptoNewsCommunity , #USGovernment , #TrumpTariffs , #PerangPerdagangan
Tetap selangkah lebih maju – ikuti profil kami dan tetap mendapatkan informasi tentang segala hal penting di dunia cryptocurrency! Perhatian: ,,Informasi dan pandangan yang disampaikan dalam artikel ini hanya dimaksudkan untuk tujuan pendidikan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat investasi dalam situasi apa pun. Konten halaman ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau bentuk nasihat lainnya. Kami memperingatkan bahwa berinvestasi dalam cryptocurrency bisa berisiko dan dapat mengakibatkan kerugian finansial.