
Cash settlement adalah metode penyelesaian transaksi di mana para pihak tidak menyerahkan aset dasar secara fisik, melainkan menyelesaikan selisih antara harga akhir dan harga transaksi dalam bentuk tunai. Berbeda dengan “physical delivery” yang melibatkan perpindahan aset riil, cash settlement hanya menyelesaikan selisih bersihnya saja.
Di pasar keuangan, futures indeks, beberapa futures komoditas, dan opsi umumnya menggunakan cash settlement, karena indeks atau aset yang sulit dikirimkan secara fisik tidak cocok untuk “pengiriman” secara tradisional. Di pasar kripto, kontrak perpetual secara luas mengadopsi cash settlement: laba dan rugi langsung diselesaikan serta dicatat dalam USDT atau stablecoin lainnya.
Cash settlement menurunkan biaya pengiriman, meningkatkan efisiensi settlement, dan sangat ideal untuk aset dasar yang sulit dikirimkan secara fisik. Indeks tidak memiliki bentuk fisik, dan banyak aset menimbulkan biaya penyimpanan serta pengangkutan yang tinggi, sehingga cash settlement menjadi solusi yang lebih praktis.
Bagi pelaku pasar, cash settlement menghilangkan kebutuhan penyimpanan, logistik, dan pengelolaan kustodian, sehingga memungkinkan partisipasi lebih luas dalam penemuan harga. Misalnya, futures indeks saham menggunakan cash settlement sehingga investor cukup memantau pergerakan harga tanpa harus mengurus pengiriman atau kliring saham konstituen.
Di pasar kripto, cash settlement menyederhanakan proses on-chain dan kustodian, sehingga kompleksitas transfer lintas rantai dan perpindahan aset dapat dikurangi. Hal ini memungkinkan platform menyelesaikan settlement harian atau jatuh tempo dengan lebih cepat, dan pengguna dapat memantau laba rugi mereka secara transparan di saldo akun.
Dalam perdagangan futures, cash settlement umumnya menghitung laba dan rugi saat jatuh tempo berdasarkan “settlement price,” yaitu nilai referensi yang ditetapkan oleh bursa. Sistem akan mengalikan selisih antara settlement price dan harga pembukaan dengan jumlah kontrak, lalu hasilnya dikreditkan atau didebitkan dalam bentuk tunai (saldo akun).
Langkah 1: Menentukan settlement price. Pada saat jatuh tempo, bursa menerbitkan atau menghitung nilai referensi ini secara seragam.
Langkah 2: Menghitung selisih. Laba/rugi posisi long ≈ (settlement price − entry price) × ukuran kontrak; laba/rugi posisi short ≈ (entry price − settlement price) × ukuran kontrak.
Langkah 3: Cash settlement. Platform akan mengkreditkan atau mendebit akun Anda dengan selisih hasil perhitungan tersebut—tanpa pengiriman aset fisik.
Pada opsi yang menggunakan cash settlement, hanya selisih antara strike price dan harga aset dasar yang diselesaikan saat exercise. Misalnya, jika call option berakhir di atas strike price, penjual membayar pembeli selisihnya; jika di bawah, tidak ada pembayaran.
Dalam perdagangan kontrak Web3, cash settlement paling umum digunakan pada kontrak perpetual. Perpetual contracts adalah derivatif tanpa tanggal jatuh tempo; harganya tetap mendekati spot melalui “funding fee”—pembayaran berkala antara trader long dan short sebagai mekanisme penyeimbang.
Per Januari 2026, perpetual USDT-margined di platform kripto utama umumnya menggunakan cash settlement: laba, rugi, biaya, dan pembayaran funding seluruhnya dikreditkan atau didebitkan dalam USDT—tanpa perlu mengirimkan BTC atau aset dasar lainnya.
Platform menggunakan “mark price” untuk menghitung laba/rugi yang belum direalisasi. Harga referensi ini membantu mengendalikan risiko dengan mencegah settlement abnormal akibat pergerakan pasar mendadak. Sebagai contoh, pada perpetual USDT-margined Gate, jika Anda membuka posisi long dan mark price melampaui entry price, laba mengambang Anda tercermin dalam USDT; jika turun di bawah, margin Anda akan berkurang hingga mencapai ambang risiko yang dapat memicu likuidasi.
Cash settlement menggambarkan “metode penyelesaian”—yaitu bagaimana kontrak diselesaikan (dengan membayar selisih bersih). Contract for difference (CFD) adalah “jenis produk” di mana Anda dan platform memperdagangkan kontrak berdasarkan perubahan harga aset—yang hampir selalu diselesaikan secara cash.
Dengan kata lain, cash settlement dapat digunakan untuk futures, options, indeks, dan lainnya. CFD adalah salah satu bentuk produk trading yang umumnya menggunakan cash settlement sebagai mekanismenya—namun keduanya bukan sinonim: satu adalah metode settlement, satu lagi adalah produk.
Inti dari cash settlement adalah mengonversi selisih harga menjadi saldo tunai. Menggunakan contoh perpetual USDT-margined (tanpa memperhitungkan biaya dan funding fee), rumus dasarnya adalah:
Laba posisi long ≈ (harga jual − harga beli) × jumlah kontrak; laba posisi short ≈ (harga jual − harga beli) × jumlah kontrak, namun urutannya dibalik (jual dulu, beli kemudian).
Contoh: Di Gate, jika Anda membuka 1 BTC perpetual long dengan margin USDT pada entry $40.000 dan menutup pada harga jual $41.000, selisihnya adalah $1.000. Laba Anda ≈ $1.000 × rasio ukuran kontrak (sesuai spesifikasi platform), yang akhirnya dikreditkan dalam USDT. Jika ada biaya dan funding rate, kurangi biaya tersebut dari laba kotor.
Walaupun cash settlement mengurangi kompleksitas pengiriman, risiko tetap ada:
Cash settlement memungkinkan strategi klasik “cash-and-carry arbitrage.” Strateginya adalah memegang aset spot sambil menjual futures untuk mengunci selisih harga; pada saat jatuh tempo, Anda akan menerima selisih bersih dalam bentuk tunai sebagai laba basis.
Langkah 1: Pantau basis—selisih antara harga futures dan spot. Jika futures diperdagangkan jauh lebih tinggi dari spot, peluang arbitrase dapat muncul.
Langkah 2: Bangun posisi dengan membeli spot sambil menjual futures atau perpetual dengan jumlah setara (perpetual mencerminkan “basis” melalui funding rate).
Langkah 3: Tahan hingga jatuh tempo atau tanggal target—ambil laba spread dikurangi biaya trading, funding fee, dan biaya modal.
Pada perpetual, jika funding rate positif, melakukan short pada perpetual sambil memegang spot dapat menghasilkan pendapatan funding; jika negatif, logikanya berbalik. Arbitrase tidak sepenuhnya bebas risiko—perhatikan volatilitas rate, slippage eksekusi, dan perubahan aturan platform.
Cash settlement adalah metode penyelesaian selisih harga dengan tunai, bukan pengiriman aset fisik. Metode ini banyak digunakan pada futures, options, dan kontrak perpetual kripto karena biaya pengiriman yang lebih rendah dan efisiensi lebih tinggi. Cash settlement bukan sinonim CFD—ini adalah metode settlement, bukan tipe produk. Dalam praktik trading, laba dan rugi bergantung pada pergerakan harga, spesifikasi kontrak, dan biaya; risikonya meliputi eksposur leverage, kendala likuiditas, dan fluktuasi funding rate. Pada platform seperti perpetual USDT-margined Gate, seluruh settlement dilakukan dalam stablecoin untuk transparansi—namun manajemen risiko yang baik tetap esensial.
Cash settlement berarti kedua pihak hanya menyelesaikan selisih harga dalam bentuk tunai. CFD (contract for difference) adalah jenis kontrak derivatif. Cash settlement adalah metode settlement; CFD adalah instrumen trading. Dalam praktiknya, CFD biasanya menggunakan cash settlement—namun metode ini juga dapat digunakan pada futures atau options. Singkatnya: cash settlement adalah tentang “bagaimana laba/rugi diselesaikan,” sedangkan CFD merujuk pada “apa yang Anda perdagangkan.”
Ya. Dalam perdagangan spot di Gate, setelah Anda membeli aset lalu menjualnya dengan harga lebih tinggi, laba Anda langsung diselesaikan ke akun sebagai tunai—selisih antara harga beli dan harga jual. Contoh: beli BTC di $100, jual di $110—laba $10 akan dikreditkan sebagai tunai tanpa pengiriman fisik atau bentuk transfer lainnya. Ini adalah aplikasi cash settlement yang paling sederhana.
Ada tiga keunggulan utama: fleksibilitas (tanpa kebutuhan penyimpanan atau pengangkutan aset fisik); efisiensi modal (cukup dengan margin namun dapat mengakses posisi besar); biaya rendah (menghindari biaya penyimpanan dan pengiriman). Untuk trader aset digital di platform seperti Gate, transaksi yang diselesaikan secara cash umumnya merupakan pilihan paling praktis dan efisien.
Risiko utama meliputi: risiko leverage—menggunakan margin memperbesar laba dan rugi; risiko volatilitas—pasar kripto sangat fluktuatif dengan potensi pergerakan besar; risiko platform—pilih bursa bereputasi seperti Gate untuk keamanan dana; risiko likuidasi—perdagangan dengan leverage dapat ditutup paksa jika margin turun terlalu rendah. Pemula sebaiknya mulai dengan perdagangan tanpa leverage untuk memahami skema laba/rugi cash settlement sebelum menggunakan leverage.
Tidak persis. Di Gate, laba/rugi yang belum direalisasi dari posisi terbuka dihitung secara real time namun tidak diselesaikan hingga Anda menutup (jual atau cover) posisi tersebut. Hanya setelah itu cash settlement terjadi dan dana dikreditkan ke akun Anda—setelah dikurangi biaya trading. Jadi jumlah akhir yang diterima = laba/rugi kotor dikurangi biaya transaksi.


