
Short squeeze adalah fenomena pasar ketika pelaku short selling terpaksa membeli kembali aset yang telah mereka pinjam dan jual, sehingga harga melonjak tajam dan menciptakan siklus umpan balik kenaikan harga. Short squeeze biasanya muncul di pasar dengan minat short tinggi, likuiditas terbatas, atau biaya pinjaman yang meningkat.
Shorting adalah strategi perdagangan dengan meminjam aset untuk dijual, dengan harapan dapat membelinya kembali di harga lebih rendah untuk meraih keuntungan. Jika harga malah naik, pelaku short dapat terkena margin call atau dipaksa membeli kembali aset untuk membatasi kerugian—pembelian paksa inilah inti dari short squeeze. “Covering” berarti membeli kembali aset yang sudah dijual untuk menutup posisi short.
Short squeeze biasanya terjadi ketika banyak pelaku short, terjadi lonjakan harga mendadak, dan tekanan beli terkonsentrasi. Saat persyaratan margin meningkat atau biaya pinjaman naik, pelaku short terpaksa melakukan covering, sehingga harga terdorong lebih tinggi.
Pemicu umum antara lain: berita tak terduga yang mengubah sentimen pasar; kekurangan aset yang bisa dipinjam sehingga biaya pinjaman naik; likuiditas pasar yang tipis sehingga order besar mudah menggerakkan harga; serta kontrol risiko lebih ketat pada posisi leverage oleh bursa, yang dapat memicu likuidasi paksa.
Mekanisme utama short squeeze adalah siklus umpan balik positif dari pembelian paksa (pasif) yang bertumpuk di atas pembelian aktif. Saat harga naik, posisi short terpaksa covering, sehingga harga makin terdorong dalam siklus yang saling memperkuat.
Langkah 1: Harga naik akibat berita positif atau order beli besar. Pelaku short mulai rugi, sebagian memilih covering sukarela untuk membatasi risiko.
Langkah 2: Stop-loss terpicu. Banyak pelaku short punya order stop untuk membeli kembali jika harga melewati batas tertentu; saat ini terjadi, tekanan beli makin kuat.
Langkah 3: Likuidasi paksa. Jika persyaratan margin tidak terpenuhi, bursa dapat membeli kembali aset di harga pasar untuk menutup posisi short, mempercepat lonjakan harga.
Langkah 4: Siklus umpan balik makin cepat. Saat harga terus naik, pelaku short yang tersisa menghadapi risiko lebih besar, sehingga terjadi covering lanjutan dan pergerakan naik beruntun.
Di pasar kripto, short squeeze sering bersamaan dengan perubahan funding rate kontrak perpetual, gelombang likuidasi, dan volatilitas harga yang cepat. Kontrak perpetual adalah derivatif tanpa tanggal jatuh tempo, dengan funding rate digunakan bursa untuk menjaga harga kontrak selaras dengan pasar spot.
Funding rate adalah pembayaran berkala antara long dan short. Funding rate negatif berkelanjutan menandakan dominasi minat short dan biaya shorting lebih tinggi; jika harga tiba-tiba naik, pelaku short yang membayar funding rate negatif lebih rentan terkena squeeze. Likuidasi adalah proses bursa menutup posisi leverage di harga pasar untuk mencegah saldo negatif, yang sering memperbesar volatilitas.
Berdasarkan platform pelacakan likuidasi publik (seperti Coinglass, H2 2025), telah terjadi beberapa kasus di mana likuidasi kontrak kripto harian melebihi $1 miliar—biasanya disertai lonjakan harga cepat dan tanda short squeeze yang jelas.
Dinamika short squeeze dapat menjadi acuan strategi event-driven dan breakout, namun manajemen risiko harus menjadi prioritas utama. Intinya adalah mengidentifikasi “short ramai + faktor pemicu.”
Langkah 1: Tetapkan kriteria masuk seperti funding rate negatif berkelanjutan, rasio short interest tinggi, dan harga menembus resistance utama.
Langkah 2: Kontrol ukuran posisi dan leverage, atur stop-loss dan exit berbasis waktu secara jelas untuk menghindari volatilitas ekstrem.
Langkah 3: Ambil profit bertahap. Short squeeze biasanya melibatkan lonjakan tajam lalu koreksi cepat; take profit sebagian dapat membantu mengurangi risiko penurunan.
Kedua fenomena melibatkan likuidasi paksa yang menciptakan reaksi berantai, namun arahnya berlawanan. Short squeeze terjadi saat pelaku short ditekan ke atas sehingga harga naik; long liquidation cascade (atau “long squeeze”) terjadi saat pelaku long ditekan ke bawah seiring harga turun.
Long squeeze biasanya terjadi saat leverage terkonsentrasi di sisi long dan harga turun tajam. Dengan funding rate positif berkelanjutan dan support utama jebol, stop-loss dan likuidasi long menambah tekanan jual serta menciptakan siklus penurunan. Meskipun proses identifikasinya mirip, arah sinyalnya berlawanan.
Mengidentifikasi sinyal short squeeze bergantung pada pemantauan “short ramai + pemicu + kondisi likuiditas.”
Langkah 1: Amati funding rate dan rasio short interest. Funding rate negatif berkelanjutan menandakan short terkonsentrasi dan potensi squeeze lebih besar.
Langkah 2: Bandingkan open interest dengan volume trading spot. Open interest tinggi dengan aktivitas spot rendah berarti likuidasi pasif di derivatif dapat memperbesar volatilitas.
Langkah 3: Pantau biaya pinjam dan ketersediaan suplai. Kenaikan biaya pinjam dan berkurangnya token tersedia menambah tekanan bagi short untuk covering.
Langkah 4: Pantau pemicu seperti berita positif besar, update regulasi, atau arus masuk on-chain signifikan. Jika harga menembus resistance dengan volume kuat setelah berita tersebut, kemungkinan squeeze meningkat.
Di pasar futures dan margin Gate, short squeeze biasanya muncul saat funding rate negatif berlangsung, short interest tinggi, dan berita bullish masuk ke pasar. Anda dapat melihat funding rate dan open interest di halaman kontrak, sementara biaya pinjam dan level risiko tersedia di halaman margin.
Langkah 1: Di halaman futures Gate, cek funding rate dan peringatan harga likuidasi untuk menilai risiko posisi dan mengatur stop-loss.
Langkah 2: Amati perubahan open interest dan volume trading setiap pasangan; waspadai lonjakan volume saat harga breakout, karena ini bisa menjadi awal squeeze.
Langkah 3: Gunakan mode margin terisolasi untuk mengontrol risiko per posisi dan masuk/keluar secara bertahap—hindari mengejar puncak saat cascade likuidasi.
Risiko utama short squeeze adalah timing yang buruk, membeli di puncak dan mengalami koreksi tajam, serta kerugian yang diperbesar oleh leverage. Kontrol risiko bergantung pada ukuran posisi, menghindari leverage berlebihan, dan penetapan stop-loss.
Langkah 1: Batasi leverage dan risiko per transaksi dengan menentukan batas kerugian maksimum yang dapat diterima.
Langkah 2: Hindari mengejar setelah berita keluar; uji dengan posisi kecil dan tunggu konfirmasi struktur.
Langkah 3: Perhatikan likuiditas dan slippage; pilih pasangan dengan volume trading cukup untuk menghindari dampak harga saat lonjakan.
Langkah 4: Rencanakan exit—ambil profit bertahap saat target tercapai atau jika struktur teknikal rusak.
Peringatan risiko: Harga aset kripto sangat fluktuatif; trading leverage dapat menyebabkan hilangnya modal. Hanya bertransaksilah sesuai toleransi risiko Anda.
Short squeeze adalah reaksi berantai di mana pelaku short—baik secara pasif maupun aktif—terpaksa membeli kembali saat harga naik, sehingga harga makin terdorong. Di pasar kripto, kontrak perpetual, funding rate, dan mekanisme likuidasi dapat memperkuat pergerakan ini. Mengidentifikasi short ramai bersamaan dengan pemicu kunci—serta manajemen posisi dan leverage yang disiplin—membantu menyeimbangkan peluang dan risiko. Dalam trading langsung, fokus pada funding rate, open interest, dan likuiditas; gunakan fitur seperti margin terisolasi dan stop-loss di platform seperti Gate untuk manajemen risiko yang optimal.
Short interest adalah jumlah posisi short yang masih terbuka—prasyarat utama short squeeze. Jika short interest di pasar signifikan, lonjakan harga mendadak dapat memicu squeeze karena pelaku short berebut covering—mendorong harga makin tinggi. Singkatnya: makin besar short interest, makin kuat potensi squeeze; pada dasarnya short squeeze adalah reaksi berantai dari stop-loss paksa di antara pelaku short.
Tidak persis—namun sering terjadi bersamaan. Gap-up adalah peristiwa harga (aset melonjak dari harga A ke B tanpa transaksi di antaranya), sedangkan short squeeze adalah mekanisme pasar (covering paksa oleh short mendorong kenaikan harga). Squeeze bisa menyebabkan gap-up—tapi tidak semua gap-up akibat squeeze; kadang hanya karena berita bullish. Untuk mengidentifikasi squeeze sejati, cari keterkaitan antara short interest tinggi dan lonjakan harga.
Ada—Gamma squeeze dan short squeeze adalah fenomena berbeda. Gamma squeeze terjadi di pasar opsi—penyesuaian lindung nilai market maker menciptakan volatilitas yang saling memperkuat. Short squeeze terjadi di pasar spot atau futures—penutupan paksa posisi short mendorong harga naik. Keduanya bisa memicu reli tajam, tetapi berbeda dari sisi penyebab, pelaku, dan pemicunya; short squeeze lebih umum di pasar kripto.
Perhatikan sinyal berikut: Pertama, cek besaran posisi short (melalui data posisi atau funding rate)—tingkat tinggi biasanya menandakan banyak short. Kedua, pantau volume saat harga menembus resistance utama; lonjakan volume plus kenaikan harga cepat menandakan potensi squeeze. Ketiga, amati deviasi antara harga futures dan spot—gap besar memperbesar risiko short. Pada chart Gate, gunakan indikator volume dan atur alert harga untuk menangkap peluang dengan cepat.
Retail long umumnya diuntungkan dari squeeze, namun harus tetap waspada. Pembeli awal pada squeeze yang sedang berlangsung bisa meraih profit cepat—tetapi yang masuk di puncak berisiko rugi besar jika harga berbalik setelah short selesai covering. Hindari membeli setelah reli panjang; sebaiknya masuk lebih awal pada sinyal terkonfirmasi dan selalu gunakan stop-loss.


