Menurut data Jin10 (17 September), Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengisyaratkan perubahan nada terkait anggaran pemerintah yang akan datang, dengan memperingatkan bahwa anggaran tersebut akan “menantang” dan ditandai oleh “keputusan sulit” demi menjaga stabilitas ekonomi. Optimisme sebelumnya terkait pertumbuhan dan keringanan pajak telah berganti menjadi kekhawatiran atas memburuknya kondisi pasar Global, khususnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga energi lebih tinggi dan memperkuat tekanan inflasi.
Starmer dan Menteri Keuangan Rachel Reeves telah merencanakan pengumuman anggaran berskala moderat pada 28 Oktober, tetapi kenaikan biaya pinjaman telah mempersempit ruang fiskal. Para ekonom memperkirakan bahwa tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Inggris dapat mengurangi penyangga fiskal pemerintah dari 23,6 miliar pound menjadi sekitar 12 miliar pound, yang semakin membebani keuangan publik.