Apakah Anda pernah melihat grafik cryptocurrency dan tidak mengerti apa yang dikatakannya? Sebagian besar trader yang sukses bukan karena mereka memiliki “kemampuan super”, tetapi sederhana karena mereka tahu cara membaca “lilin” ini.
Grafik lilin (candlestick chart) lahir dari pedagang Jepang pada abad ke-18, dan hingga kini masih menjadi alat nomor 1 bagi trader crypto. Mengapa? Karena ia menunjukkan dengan jelas apa yang terjadi dalam setiap periode waktu—pembukaan pada jam berapa, penutupan pada jam berapa, tertinggi berapa, terendah berapa. Semua dalam satu gambar.
Apa Saja yang Terdapat dalam Lilin?
Setiap lilin terdiri dari:
Badan lilin: bagian tebal, menampilkan harga buka dan harga tutup. Lilin hijau = harga naik, lilin merah = harga turun
Bấc (wick/shadow): tali di atas dan di bawah, menunjukkan harga tertinggi dan terendah
Contoh: jika sebuah lilin 1 jam memiliki tubuh hijau dengan sumbu panjang di bawah, itu berarti dalam 1 jam tersebut, penjual mendominasi awalnya (sumbu panjang ke bawah), tetapi akhirnya pembeli berhasil menarik harga naik.
Pola Lilin yang Sering Ditemui
Palu & Manusia Gantung
Hammer (dúi): tubuh kecil + sumbu bawah panjang = sinyal beli setelah penurunan
Hanging Man: bentuknya mirip Hammer tetapi muncul setelah periode kenaikan = peringatan adanya koreksi yang akan datang
Menelan (
Bullish Engulfing: candle bullish besar menelan candle bearish kecil sebelumnya = segera naik
Bearish Engulfing: candle bearish besar menelan candle bullish = segera turun
) Tiga Tentara Putih & Tiga Burung Gagak Hitam
Tiga lilin naik berturut-turut = tren naik sangat kuat
Tiga lilin menurun berturut-turut = tren menurun yang sangat kuat
Doji
Tubuh kecil, sumbu panjang di kedua sisi = pasar mengambang, bisa berbalik arah
Cara Menggunakan Chart Lilin untuk Trading
Langkah 1: Lihat tren umum
Pertama-tama, scale out untuk melihat gambaran besar. Grafik 4 jam atau 1 hari akan membantu Anda melihat tren yang sebenarnya, bukan gangguan dari grafik 5 menit.
Langkah 2: Mencari Support & Resistance
Lihat area harga di mana candle pernah “memantul” sebelumnya. Itu adalah level di mana Anda bisa mengambil profit atau memotong kerugian.
Langkah 3: Perhatikan volume transaksi
Jika sebuah pola candlestick muncul tetapi dengan volume rendah → tidak dapat dipercaya. Jika volume tinggi → pola itu memiliki kekuatan lebih.
Langkah 4: Menggabungkan indikator lain
Ada 3 indikator yang sering digunakan:
Moving Average ###MA(: mengkonfirmasi tren jangka panjang
RSI: mengetahui pasar overbought atau oversold
Fibonacci Retracement: mencari level support berikutnya saat pullback
Kesalahan yang Tidak Harus Dilakukan
Hanya percaya pada candle tetapi mengabaikan indikator lain → Mudah terkena false break
Tidak menggunakan Stop Loss → Sekali kalkun, selamanya kalkun
Lewati tren umum → Menentang tren adalah cara terbaik untuk mendapatkan lebih banyak
Manajemen Modal Buruk → Taruhan terlalu banyak = lelah
Singkatnya
Grafik lilin bukanlah bola kristal, tetapi itu adalah alat yang kuat untuk memahami pasar. Belajar cara membaca grafik + menggunakan indikator lain + mengelola risiko dengan baik = peluang menang akan jauh lebih tinggi. Tidak ada formula yang pasti 100% dalam crypto, tetapi pengetahuan tentang pola grafik + disiplin = dasar yang baik untuk sukses.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Candle Jepang: Tips Membaca Chart Tanpa "Terjebak" Dalam Crypto
Mengapa harus belajar membaca grafik lilin?
Apakah Anda pernah melihat grafik cryptocurrency dan tidak mengerti apa yang dikatakannya? Sebagian besar trader yang sukses bukan karena mereka memiliki “kemampuan super”, tetapi sederhana karena mereka tahu cara membaca “lilin” ini.
Grafik lilin (candlestick chart) lahir dari pedagang Jepang pada abad ke-18, dan hingga kini masih menjadi alat nomor 1 bagi trader crypto. Mengapa? Karena ia menunjukkan dengan jelas apa yang terjadi dalam setiap periode waktu—pembukaan pada jam berapa, penutupan pada jam berapa, tertinggi berapa, terendah berapa. Semua dalam satu gambar.
Apa Saja yang Terdapat dalam Lilin?
Setiap lilin terdiri dari:
Contoh: jika sebuah lilin 1 jam memiliki tubuh hijau dengan sumbu panjang di bawah, itu berarti dalam 1 jam tersebut, penjual mendominasi awalnya (sumbu panjang ke bawah), tetapi akhirnya pembeli berhasil menarik harga naik.
Pola Lilin yang Sering Ditemui
Palu & Manusia Gantung
Menelan (
) Tiga Tentara Putih & Tiga Burung Gagak Hitam
Doji
Cara Menggunakan Chart Lilin untuk Trading
Langkah 1: Lihat tren umum Pertama-tama, scale out untuk melihat gambaran besar. Grafik 4 jam atau 1 hari akan membantu Anda melihat tren yang sebenarnya, bukan gangguan dari grafik 5 menit.
Langkah 2: Mencari Support & Resistance Lihat area harga di mana candle pernah “memantul” sebelumnya. Itu adalah level di mana Anda bisa mengambil profit atau memotong kerugian.
Langkah 3: Perhatikan volume transaksi Jika sebuah pola candlestick muncul tetapi dengan volume rendah → tidak dapat dipercaya. Jika volume tinggi → pola itu memiliki kekuatan lebih.
Langkah 4: Menggabungkan indikator lain Ada 3 indikator yang sering digunakan:
Kesalahan yang Tidak Harus Dilakukan
Singkatnya
Grafik lilin bukanlah bola kristal, tetapi itu adalah alat yang kuat untuk memahami pasar. Belajar cara membaca grafik + menggunakan indikator lain + mengelola risiko dengan baik = peluang menang akan jauh lebih tinggi. Tidak ada formula yang pasti 100% dalam crypto, tetapi pengetahuan tentang pola grafik + disiplin = dasar yang baik untuk sukses.