Belakangan ini dunia keuangan sedang heboh: Greenspan, Bernanke, dan Yellen, tiga mantan ketua Federal Reserve, secara langka bersatu menyuarakan kekhawatiran mereka, bersama-sama memberi peringatan terhadap fenomena intervensi politik saat ini terhadap bank sentral. Pandangan inti mereka sangat lugas—jika bank sentral terlibat dalam pertarungan politik partai, stabilitas seluruh sistem keuangan akan terganggu.
Mengapa mereka begitu khawatir? Singkatnya, nilai Federal Reserve terletak pada satu kata: independensi. Tidak dipengaruhi oleh kepentingan politik jangka pendek, melainkan berdasarkan penilaian profesional untuk menstabilkan mata uang dan tatanan keuangan. Jika garis pertahanan ini rusak, ekspektasi pasar terhadap kontinuitas dan kredibilitas kebijakan akan runtuh, dan risiko volatilitas keuangan pun akan meledak.
Para mantan pejabat ini juga menyoroti satu masalah yang sangat menyentuh hati: jika pejabat bank sentral sering kali diserang, diancam, bahkan menerima serangan verbal yang mengarah pada pertanggungjawaban, apakah mereka bisa tidak memikirkan konsekuensi politik saat merancang kebijakan? Jika demikian, maka fokus utama terhadap inflasi, lapangan kerja, dan stabilitas keuangan—tujuan inti yang seharusnya diperhatikan—akan terganggu. Efek dingin dari sistem ini akan mengikis pengambilan keputusan profesional.
Secara lebih luas, perdebatan ini mencerminkan konflik mendalam antara politik dan tata kelola ekonomi di Amerika Serikat. Tingginya suku bunga, defisit fiskal, dan siklus pemilihan yang berlapis-lapis menjadikan kebijakan moneter sebagai medan pertempuran opini dan politik. Semua pihak ingin mendapatkan keuntungan, tetapi semua juga tahu bahwa bermain api seperti ini sangat berbahaya.
Bagi pasar secara keseluruhan, pernyataan kolektif dari mantan pejabat tinggi Federal Reserve ini mengirimkan sinyal penting: independensi bank sentral dipandang sebagai pilar terakhir stabilitas oleh sistem keuangan global. Pasar obligasi, pasar valuta asing, pasar aset kripto—aset risiko apa pun bisa mengalami reaksi berantai jika fondasi ini goyah. Jadi, ini bukan hanya masalah dalam negeri AS, tetapi perhatian dari investor global juga harus tertuju pada perkembangan ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
CryptoDouble-O-Seven
· 12jam yang lalu
Independensi Federal Reserve benar-benar telah dirusak dan akan berakhir, seruan gabungan dari tiga raksasa ini bukanlah main-main.
Lihat AsliBalas0
LadderToolGuy
· 12jam yang lalu
Alat politik yang dimainkan oleh bank sentral benar-benar luar biasa...
Lihat AsliBalas0
BlockchainBrokenPromise
· 12jam yang lalu
Independensi bank sentral telah runtuh, pasar kripto tidak akan selamat lagi, ini adalah risiko sistemik yang sebenarnya
Lihat AsliBalas0
MetaMisery
· 12jam yang lalu
Tiga mantan Ketua Fed bersama-sama mengeluarkan peringatan, menunjukkan bahwa masalah ini benar-benar tidak kecil... Jika bank sentral menjadi alat politik, aset kita para investor ritel benar-benar akan dalam bahaya
Lihat AsliBalas0
airdrop_huntress
· 12jam yang lalu
Tiga mantan ketua Federal Reserve menangis bersama, menunjukkan bahwa masalah ini benar-benar besar. Jika bank sentral juga dimainkan secara politik, uang kita para investor ritel benar-benar akan terancam.
Belakangan ini dunia keuangan sedang heboh: Greenspan, Bernanke, dan Yellen, tiga mantan ketua Federal Reserve, secara langka bersatu menyuarakan kekhawatiran mereka, bersama-sama memberi peringatan terhadap fenomena intervensi politik saat ini terhadap bank sentral. Pandangan inti mereka sangat lugas—jika bank sentral terlibat dalam pertarungan politik partai, stabilitas seluruh sistem keuangan akan terganggu.
Mengapa mereka begitu khawatir? Singkatnya, nilai Federal Reserve terletak pada satu kata: independensi. Tidak dipengaruhi oleh kepentingan politik jangka pendek, melainkan berdasarkan penilaian profesional untuk menstabilkan mata uang dan tatanan keuangan. Jika garis pertahanan ini rusak, ekspektasi pasar terhadap kontinuitas dan kredibilitas kebijakan akan runtuh, dan risiko volatilitas keuangan pun akan meledak.
Para mantan pejabat ini juga menyoroti satu masalah yang sangat menyentuh hati: jika pejabat bank sentral sering kali diserang, diancam, bahkan menerima serangan verbal yang mengarah pada pertanggungjawaban, apakah mereka bisa tidak memikirkan konsekuensi politik saat merancang kebijakan? Jika demikian, maka fokus utama terhadap inflasi, lapangan kerja, dan stabilitas keuangan—tujuan inti yang seharusnya diperhatikan—akan terganggu. Efek dingin dari sistem ini akan mengikis pengambilan keputusan profesional.
Secara lebih luas, perdebatan ini mencerminkan konflik mendalam antara politik dan tata kelola ekonomi di Amerika Serikat. Tingginya suku bunga, defisit fiskal, dan siklus pemilihan yang berlapis-lapis menjadikan kebijakan moneter sebagai medan pertempuran opini dan politik. Semua pihak ingin mendapatkan keuntungan, tetapi semua juga tahu bahwa bermain api seperti ini sangat berbahaya.
Bagi pasar secara keseluruhan, pernyataan kolektif dari mantan pejabat tinggi Federal Reserve ini mengirimkan sinyal penting: independensi bank sentral dipandang sebagai pilar terakhir stabilitas oleh sistem keuangan global. Pasar obligasi, pasar valuta asing, pasar aset kripto—aset risiko apa pun bisa mengalami reaksi berantai jika fondasi ini goyah. Jadi, ini bukan hanya masalah dalam negeri AS, tetapi perhatian dari investor global juga harus tertuju pada perkembangan ini.