Departemen Pertahanan AS melakukan langkah besar dalam adopsi kecerdasan buatan. Menurut pengumuman Menteri Pertahanan Pete Hegseth minggu ini, Grok—chatbot AI canggih milik Elon Musk—akan diintegrasikan bersama mesin AI generatif Google untuk beroperasi dalam jaringan Pentagon.
Integrasi ini menandai langkah penting dalam bagaimana militer mendekati pemrosesan dan analisis data dalam skala besar. Inisiatif yang lebih luas bertujuan memanfaatkan kemampuan AI mutakhir untuk meningkatkan cara Pentagon menangani dan menganalisis data militer yang sangat besar. Dengan melibatkan beberapa sistem AI, pejabat pertahanan yakin bahwa pendekatan kompetitif dan kekuatan pelengkap dari berbagai platform akan mendorong pengambilan keputusan yang lebih baik dan efisiensi operasional.
Langkah ini menandai pengakuan yang semakin meningkat di dalam pemerintah bahwa infrastruktur AI yang kuat tidak lagi opsional—itu menjadi pusat strategi pertahanan nasional. Baik kemampuan penalaran canggih Grok maupun teknologi AI generatif Google yang sudah mapan diposisikan untuk bekerja dalam jaringan aman militer, berpotensi mengubah cara badan intelijen dan operasi pertahanan memproses informasi dengan kecepatan dan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Penerapan ini dapat menjadi preseden bagi bagaimana lembaga pemerintah lain mendekati infrastruktur AI, terutama karena kekhawatiran tentang keamanan data, akurasi, dan tantangan integrasi terus membentuk kemitraan teknologi-pemerintah yang lebih luas.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
12 Suka
Hadiah
12
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MonkeySeeMonkeyDo
· 7jam yang lalu
Astaga, AI-nya Musk sudah masuk ke Pentagon, teman ini benar-benar ada di mana-mana aja
Lihat AsliBalas0
LiquidationOracle
· 7jam yang lalu
Astaga, Pentagon benar-benar bergabung dengan Elon? Masuk ke sistem militer Grok ini agak aneh...
Lihat AsliBalas0
MissingSats
· 7jam yang lalu
Sial, Pentagon pakai Grok? Musk ini mau memasukkan barangnya sendiri ke dalam sistem militer, agak aneh juga nih
Lihat AsliBalas0
OnchainHolmes
· 7jam yang lalu
grok masuk ke Pentagon, sekarang Elon Musk benar-benar akan menguasai dunia hahaha
Lihat AsliBalas0
SchrodingerWallet
· 8jam yang lalu
Tentara menggunakan Grok dan AI Google? Sekarang Elon Musk benar-benar akan masuk ke Pentagon, cukup menarik
Pentagon menggunakan AI untuk mengelola data militer, kecepatan dan skala langsung melonjak, hanya saja tidak tahu seberapa aman...
Tunggu, Grok masuk ke jaringan Departemen Pertahanan? Betapa kompleksnya rantai kepentingan di balik ini
Strategi pertahanan sekarang juga harus bergantung pada AI, rasanya pengambilan keputusan manusia akan semakin terpinggirkan?
Beberapa sistem AI bersaing dan saling mengimbangi... terdengar bagus, tapi tingkat integrasi pasti sangat tinggi
Kalau ini berhasil, kemungkinan besar departemen pemerintah lain juga akan mengikuti, perang untuk infrastruktur AI baru saja dimulai
Pentagon menggunakan Grok untuk analisis data? Langkah Elon Musk ini benar-benar brilian
Lihat AsliBalas0
GateUser-74b10196
· 8jam yang lalu
Amerika Serikat ini mau memainkan militerisasi AI? Grok dan Google bekerja sama untuk mendukung Pentagon, skenario ini agak di luar nalar...
Departemen Pertahanan AS melakukan langkah besar dalam adopsi kecerdasan buatan. Menurut pengumuman Menteri Pertahanan Pete Hegseth minggu ini, Grok—chatbot AI canggih milik Elon Musk—akan diintegrasikan bersama mesin AI generatif Google untuk beroperasi dalam jaringan Pentagon.
Integrasi ini menandai langkah penting dalam bagaimana militer mendekati pemrosesan dan analisis data dalam skala besar. Inisiatif yang lebih luas bertujuan memanfaatkan kemampuan AI mutakhir untuk meningkatkan cara Pentagon menangani dan menganalisis data militer yang sangat besar. Dengan melibatkan beberapa sistem AI, pejabat pertahanan yakin bahwa pendekatan kompetitif dan kekuatan pelengkap dari berbagai platform akan mendorong pengambilan keputusan yang lebih baik dan efisiensi operasional.
Langkah ini menandai pengakuan yang semakin meningkat di dalam pemerintah bahwa infrastruktur AI yang kuat tidak lagi opsional—itu menjadi pusat strategi pertahanan nasional. Baik kemampuan penalaran canggih Grok maupun teknologi AI generatif Google yang sudah mapan diposisikan untuk bekerja dalam jaringan aman militer, berpotensi mengubah cara badan intelijen dan operasi pertahanan memproses informasi dengan kecepatan dan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Penerapan ini dapat menjadi preseden bagi bagaimana lembaga pemerintah lain mendekati infrastruktur AI, terutama karena kekhawatiran tentang keamanan data, akurasi, dan tantangan integrasi terus membentuk kemitraan teknologi-pemerintah yang lebih luas.