Ekonomi global pecah: Kebijakan energi AS dorong emas mencapai 5.000 dolar, Bitcoin mengawasi garis 90.000 sementara indeks Thailand waspada terhadap dampak buruk
Hari ini pasar keuangan global menghadapi gelombang guncangan dari berbagai arah secara bersamaan. Menunggu angka NFP (pengangguran non-pertanian) AS yang diperkirakan mencapai 55.000 posisi, dikombinasikan dengan kebijakan energi yang menimbulkan ketidakpastian di seluruh dunia, membuat para investor menjadi cemas. Mereka dipaksa untuk membuat keputusan di tengah pasar yang bergerak maju-mundur.
Situasi “Soft Landing” dari ekonomi AS tetap menjadi pandangan utama. Namun, perubahan dalam kebijakan Federal Reserve yang dipimpin oleh Kevin Hassett, yang menjadi pusat perubahan kebijakan, mungkin akan membawa penurunan suku bunga yang lebih agresif di paruh kedua tahun ini, yang akan berdampak positif terhadap aset berisiko di seluruh dunia.
Bitcoin Berdiri Teguh Menghadapi Koreksi: Bersiap untuk “Supercycle” Besar
Pasar kripto memasuki masa yang sensitif, di mana Bitcoin diuji dengan titik penting di $90.000. Harga saat ini $96.62K menunjukkan ketidakpastian jangka pendek, tetapi institusi keuangan besar seperti Bernstein dan Standard Chartered tetap optimis terhadap kejadian ini.
Pengujian di kisaran $90.000-$91.500 bukanlah akhir, melainkan “persiapan dasar” untuk era baru yang disebut “Tokenization Supercycle”, di mana aset nyata akan diubah menjadi token secara luas. Bank-bank ini menargetkan harga Bitcoin hingga $150.000 untuk perjalanan tahun 2026 yang akan datang.
Emas Sentuh $5.000: Melarikan Diri dari Ketidakpastian
Jika Bitcoin bersiap untuk meluas, emas justru menjadi sinyal peringatan dari ketakutan dan kecemasan. Aset yang dulu dianggap hanya sebagai perhiasan, kini menjadi “aset yang wajib dimiliki” dalam portofolio apa pun.
Harga emas di zona $4.440-$4.580 per ons saat ini mencerminkan perjalanan menuju $5.000 yang ditargetkan HSBC untuk tercapai dalam paruh pertama tahun 2026. Ada dua alasan utama: pertama, bank sentral di seluruh dunia masih menimbun emas untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS; kedua, ketegangan geopolitik dan masalah geopolitik membuat emas menjadi “asuransi” yang berharga.
Pasar Saham Thailand Mulai Turun: Akibat dari DELTA
Jika dunia luar dalam keadaan “ketakutan dan kecemasan”, pasar saham Thailand (SET Index) pun mengalami “penurunan”. Indeks turun 27,22 poin menjadi 1.253,60 poin. Penyebab utamanya adalah ketidakpastian akibat DELTA, yang sedang berpengaruh besar.
Laporan penjualan Big Lot dengan harga di bawah pasar menyebabkan DELTA melemah di bawah 12%. Akibatnya, investor asing melepas saham sebesar 3.700 juta baht, mencerminkan kerentanan struktur pasar saham Thailand yang bergantung pada beberapa saham besar. Salah satu peristiwa ini dapat menarik seluruh pasar turun.
Lukisan Besar: Ketidakpastian Dunia Mencerminkan Pasar Lokal
Yang paling jelas adalah bahwa pasar keuangan dunia telah memasuki era baru di mana “Decoupling” (pemisahan) aset menjadi hal yang alami. Bitcoin berusaha membuktikan dirinya, emas berdiri sebagai perlindungan, dan pasar saham Thailand mencerminkan konsolidasi risiko geopolitik serta perubahan kebijakan moneter global. Mereka yang tidak mempersiapkan diri mungkin akan menemukan diri mereka sedang berlari mengikuti irama pasar yang tidak pernah diam.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Ekonomi global pecah: Kebijakan energi AS dorong emas mencapai 5.000 dolar, Bitcoin mengawasi garis 90.000 sementara indeks Thailand waspada terhadap dampak buruk
Pergerakan Pasar Aset Modern
Hari ini pasar keuangan global menghadapi gelombang guncangan dari berbagai arah secara bersamaan. Menunggu angka NFP (pengangguran non-pertanian) AS yang diperkirakan mencapai 55.000 posisi, dikombinasikan dengan kebijakan energi yang menimbulkan ketidakpastian di seluruh dunia, membuat para investor menjadi cemas. Mereka dipaksa untuk membuat keputusan di tengah pasar yang bergerak maju-mundur.
Situasi “Soft Landing” dari ekonomi AS tetap menjadi pandangan utama. Namun, perubahan dalam kebijakan Federal Reserve yang dipimpin oleh Kevin Hassett, yang menjadi pusat perubahan kebijakan, mungkin akan membawa penurunan suku bunga yang lebih agresif di paruh kedua tahun ini, yang akan berdampak positif terhadap aset berisiko di seluruh dunia.
Bitcoin Berdiri Teguh Menghadapi Koreksi: Bersiap untuk “Supercycle” Besar
Pasar kripto memasuki masa yang sensitif, di mana Bitcoin diuji dengan titik penting di $90.000. Harga saat ini $96.62K menunjukkan ketidakpastian jangka pendek, tetapi institusi keuangan besar seperti Bernstein dan Standard Chartered tetap optimis terhadap kejadian ini.
Pengujian di kisaran $90.000-$91.500 bukanlah akhir, melainkan “persiapan dasar” untuk era baru yang disebut “Tokenization Supercycle”, di mana aset nyata akan diubah menjadi token secara luas. Bank-bank ini menargetkan harga Bitcoin hingga $150.000 untuk perjalanan tahun 2026 yang akan datang.
Emas Sentuh $5.000: Melarikan Diri dari Ketidakpastian
Jika Bitcoin bersiap untuk meluas, emas justru menjadi sinyal peringatan dari ketakutan dan kecemasan. Aset yang dulu dianggap hanya sebagai perhiasan, kini menjadi “aset yang wajib dimiliki” dalam portofolio apa pun.
Harga emas di zona $4.440-$4.580 per ons saat ini mencerminkan perjalanan menuju $5.000 yang ditargetkan HSBC untuk tercapai dalam paruh pertama tahun 2026. Ada dua alasan utama: pertama, bank sentral di seluruh dunia masih menimbun emas untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS; kedua, ketegangan geopolitik dan masalah geopolitik membuat emas menjadi “asuransi” yang berharga.
Pasar Saham Thailand Mulai Turun: Akibat dari DELTA
Jika dunia luar dalam keadaan “ketakutan dan kecemasan”, pasar saham Thailand (SET Index) pun mengalami “penurunan”. Indeks turun 27,22 poin menjadi 1.253,60 poin. Penyebab utamanya adalah ketidakpastian akibat DELTA, yang sedang berpengaruh besar.
Laporan penjualan Big Lot dengan harga di bawah pasar menyebabkan DELTA melemah di bawah 12%. Akibatnya, investor asing melepas saham sebesar 3.700 juta baht, mencerminkan kerentanan struktur pasar saham Thailand yang bergantung pada beberapa saham besar. Salah satu peristiwa ini dapat menarik seluruh pasar turun.
Lukisan Besar: Ketidakpastian Dunia Mencerminkan Pasar Lokal
Yang paling jelas adalah bahwa pasar keuangan dunia telah memasuki era baru di mana “Decoupling” (pemisahan) aset menjadi hal yang alami. Bitcoin berusaha membuktikan dirinya, emas berdiri sebagai perlindungan, dan pasar saham Thailand mencerminkan konsolidasi risiko geopolitik serta perubahan kebijakan moneter global. Mereka yang tidak mempersiapkan diri mungkin akan menemukan diri mereka sedang berlari mengikuti irama pasar yang tidak pernah diam.