Pagi ini, dunia investasi diguncang oleh gelombang perubahan risiko yang beragam, mulai dari upaya Gedung Putih mengendalikan ekonomi global melalui sumber energi, hingga aksi jual panik oleh investor di pasar saham Thailand. Apa yang terjadi di setiap pasar tampak terpisah, tetapi sebenarnya semuanya saling terkait dalam jaringan risiko global yang kompleks.
Operasi Pengambilalihan Energi: Medan Tempur Baru Ekonomi
Pejabat AS meluncurkan rencana besar bernama “Operation Absolute Resolve” untuk mengendalikan sumber minyak di wilayah Barat. Upaya ini bukan sekadar peperangan, tetapi juga permainan catur ekonomi untuk memastikan bahwa harga energi tidak menimbulkan ketidakstabilan bagi ekonomi AS yang masih berjuang menghadapi tekanan harga.
Pada saat yang sama, pasar sedang menghitung angka pekerjaan non-pertanian yang akan diumumkan malam ini. Ekonom memperkirakan adanya penambahan 55.000 posisi. Jika benar, ini menandakan bahwa ekonomi AS mendarat dengan mulus (Soft Landing), yang berarti penurunan suku bunga akan berlangsung secara perlahan dan terkendali.
Bitcoin Berhenti di Titik Penentu, Investor Belajar Bersabar
Bitcoin saat ini berada di harga $96.67K dan sedang menguji support psikologis di kisaran 90.000 - 91.500 dolar. Ini bukan sekadar angka, tetapi batas yang akan menentukan apakah “Supercycle” dalam era tokenisasi akan terjadi atau tidak.
Lembaga keuangan terkemuka seperti Bernstein dan Standard Chartered tetap melihat potensi. Mereka percaya bahwa penyesuaian ini hanyalah persiapan sebelum terjadinya transformasi nyata aset menjadi token, yang diperkirakan akan penuh pada tahun 2026 dengan prediksi harga mencapai 150.000 dolar. Oleh karena itu, menunggu di level 90.000 dolar (kiblat) sudah cukup untuk mengubah gambaran keseluruhan.
Emas Melonjak Menuju Level Baru, Sinkron dengan Krisis Kepercayaan
Emas bergerak di kisaran 4.440 - 4.580 dolar per ons, menggunakan posisi ini sebagai support setiap kali terjadi risiko politik internasional. Banyak bank, termasuk HSBC, menaikkan target harga hingga mencapai 5.000 dolar dalam paruh pertama tahun 2026.
Alasannya sederhana: bank-bank sentral di seluruh dunia terus mengurangi kepemilikan dolar, yang berarti emas bukan hanya aset yang baik, tetapi menjadi aset yang “harus dimiliki” untuk melindungi dari ketidakpastian.
Pasar Saham Thailand Terpuruk: Ketika Satu Saham Menjatuhkan Dunia
Sementara pasar global bergulat dengan masalah besar, pasar saham Thailand SET Index menghadapi tantangan dari dalam sendiri, yaitu DELTA. Setelah laporan penjualan yang mengurangi jumlah saham secara besar-besaran dengan harga di bawah normal, harga saham anjlok lebih dari 12%. Dengan ukuran pasar yang besar, dampaknya adalah indeks SET turun 27,22 poin menjadi 1.253,60 poin.
Yang menjadi kekhawatiran adalah bahwa penurunan satu saham saja dapat menarik indeks turun hingga 15 poin. Ini mencerminkan kerentanan struktur pasar Thailand yang sangat bergantung pada beberapa saham besar. Akibatnya, investor asing melakukan penjualan bersih sekitar 3.700 miliar baht.
Kegelisahan di luar negeri, apapun sumbernya, akhirnya mengalir ke pasar Thailand dan menekan ekonomi kita.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pasar global terguncang oleh permainan besar, termasuk Venezuela, Bitcoin, emas, dan 'Salt' DELTA yang sangat agresif
Pagi ini, dunia investasi diguncang oleh gelombang perubahan risiko yang beragam, mulai dari upaya Gedung Putih mengendalikan ekonomi global melalui sumber energi, hingga aksi jual panik oleh investor di pasar saham Thailand. Apa yang terjadi di setiap pasar tampak terpisah, tetapi sebenarnya semuanya saling terkait dalam jaringan risiko global yang kompleks.
Operasi Pengambilalihan Energi: Medan Tempur Baru Ekonomi
Pejabat AS meluncurkan rencana besar bernama “Operation Absolute Resolve” untuk mengendalikan sumber minyak di wilayah Barat. Upaya ini bukan sekadar peperangan, tetapi juga permainan catur ekonomi untuk memastikan bahwa harga energi tidak menimbulkan ketidakstabilan bagi ekonomi AS yang masih berjuang menghadapi tekanan harga.
Pada saat yang sama, pasar sedang menghitung angka pekerjaan non-pertanian yang akan diumumkan malam ini. Ekonom memperkirakan adanya penambahan 55.000 posisi. Jika benar, ini menandakan bahwa ekonomi AS mendarat dengan mulus (Soft Landing), yang berarti penurunan suku bunga akan berlangsung secara perlahan dan terkendali.
Bitcoin Berhenti di Titik Penentu, Investor Belajar Bersabar
Bitcoin saat ini berada di harga $96.67K dan sedang menguji support psikologis di kisaran 90.000 - 91.500 dolar. Ini bukan sekadar angka, tetapi batas yang akan menentukan apakah “Supercycle” dalam era tokenisasi akan terjadi atau tidak.
Lembaga keuangan terkemuka seperti Bernstein dan Standard Chartered tetap melihat potensi. Mereka percaya bahwa penyesuaian ini hanyalah persiapan sebelum terjadinya transformasi nyata aset menjadi token, yang diperkirakan akan penuh pada tahun 2026 dengan prediksi harga mencapai 150.000 dolar. Oleh karena itu, menunggu di level 90.000 dolar (kiblat) sudah cukup untuk mengubah gambaran keseluruhan.
Emas Melonjak Menuju Level Baru, Sinkron dengan Krisis Kepercayaan
Emas bergerak di kisaran 4.440 - 4.580 dolar per ons, menggunakan posisi ini sebagai support setiap kali terjadi risiko politik internasional. Banyak bank, termasuk HSBC, menaikkan target harga hingga mencapai 5.000 dolar dalam paruh pertama tahun 2026.
Alasannya sederhana: bank-bank sentral di seluruh dunia terus mengurangi kepemilikan dolar, yang berarti emas bukan hanya aset yang baik, tetapi menjadi aset yang “harus dimiliki” untuk melindungi dari ketidakpastian.
Pasar Saham Thailand Terpuruk: Ketika Satu Saham Menjatuhkan Dunia
Sementara pasar global bergulat dengan masalah besar, pasar saham Thailand SET Index menghadapi tantangan dari dalam sendiri, yaitu DELTA. Setelah laporan penjualan yang mengurangi jumlah saham secara besar-besaran dengan harga di bawah normal, harga saham anjlok lebih dari 12%. Dengan ukuran pasar yang besar, dampaknya adalah indeks SET turun 27,22 poin menjadi 1.253,60 poin.
Yang menjadi kekhawatiran adalah bahwa penurunan satu saham saja dapat menarik indeks turun hingga 15 poin. Ini mencerminkan kerentanan struktur pasar Thailand yang sangat bergantung pada beberapa saham besar. Akibatnya, investor asing melakukan penjualan bersih sekitar 3.700 miliar baht.
Kegelisahan di luar negeri, apapun sumbernya, akhirnya mengalir ke pasar Thailand dan menekan ekonomi kita.