## Pasar Menunggu Langkah Selanjutnya Dolar di Tengah Ketidakpastian Kebijakan dan Data Ekonomi
Pedagang bersiap menghadapi hari Jumat yang penting saat dolar AS menguat di tengah harapan peserta pasar terkait data ketenagakerjaan yang akan datang dan keputusan penting Mahkamah Agung tentang otoritas tarif. Indeks dolar menguat 0,2%, menetap di 98.883, memperpanjang tren kenaikannya menjadi tiga sesi berturut-turut saat investor bersiap menghadapi potensi volatilitas.
### Teka-Teki Laporan Pekerjaan
Data penggajian non-pertanian bulan Desember menjadi sorotan besar, namun ekonom di ING memperingatkan bahwa angka tersebut mungkin tidak memberikan kejelasan seperti yang diharapkan investor. Dengan keputusan suku bunga tertinggi dalam 30 tahun dari Bank of Japan yang sudah berlalu dan pasar kini menantikan langkah selanjutnya dari Federal Reserve, data ketenagakerjaan menjadi semakin penting—meskipun mungkin tidak seperti yang diharapkan oleh peserta pasar tradisional.
Data CME FedWatch menunjukkan perubahan besar dalam sentimen: probabilitas Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari meningkat menjadi 89%, naik tajam dari 68% hanya sebulan sebelumnya. Perubahan 21 poin persentase ini menegaskan betapa dramatisnya pergeseran ekspektasi pasar. Klaim pengangguran mingguan meningkat pada hari Kamis, menandakan kemungkinan pelonggaran kondisi pasar tenaga kerja yang mungkin membenarkan sikap hati-hati Fed.
Analis ING mencatat bahwa tingkat pengangguran mungkin akhirnya lebih penting daripada angka penciptaan lapangan kerja utama, sebuah pandangan yang mencerminkan nuansa pandangan banyak profesional tentang momentum ekonomi saat ini.
### Putusan Mahkamah Agung tentang Tarif Menimbulkan Ketidakpastian
Selain data ketenagakerjaan, pedagang juga memantau dengan ketat keputusan Mahkamah Agung yang akan datang tentang apakah Presiden Trump dapat secara sepihak menggunakan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) untuk memberlakukan tarif. Putusan negatif dapat mengubah negosiasi perdagangan dan berpotensi memicu diskusi pengembalian bea cukai sebesar $150 miliar antara bisnis dan pemerintah—sebuah skenario yang menambah ketidakpastian material di pasar mata uang.
### Pergerakan Mata Uang Mengikuti Sentimen Risiko
Terhadap yen Jepang, dolar tetap relatif stabil di 156.885. Data pengeluaran rumah tangga bulan November di Jepang melebihi ekspektasi, memperkuat argumen untuk pengetatan Bank of Japan baru-baru ini dan sinyal Gubernur Kazuo Ueda tentang kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Yuan Tiongkok di luar negeri tetap di 6.982 saat pedagang menantikan rilis data inflasi Desember dari China. Sementara itu, mata uang utama menunjukkan pergerakan yang terbatas selama perdagangan awal Asia: euro tetap di $1.1657 menjelang data ekonomi Jerman dan zona euro, pound Inggris turun 0,1% menjadi $1.3436, dolar Australia bertahan di $0.6698, dan dolar Selandia Baru turun 0,1% menjadi $0.5749.
### Pasar Kripto Merespons Sentimen Lebih Luas
Dalam aset digital, Bitcoin diperdagangkan di $96.91K dengan kenaikan 24 jam sebesar +1.95%, sementara Ethereum naik ke $3.37K, naik 2.19% selama periode yang sama. Pergerakan ini mencerminkan sentimen pasar yang lebih luas saat investor mempertimbangkan implikasi dari keputusan kebijakan yang akan datang.
Perpaduan data pekerjaan, putusan tarif, dan ekspektasi Federal Reserve memastikan bahwa peserta pasar akan tetap waspada hingga akhir Januari.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
## Pasar Menunggu Langkah Selanjutnya Dolar di Tengah Ketidakpastian Kebijakan dan Data Ekonomi
Pedagang bersiap menghadapi hari Jumat yang penting saat dolar AS menguat di tengah harapan peserta pasar terkait data ketenagakerjaan yang akan datang dan keputusan penting Mahkamah Agung tentang otoritas tarif. Indeks dolar menguat 0,2%, menetap di 98.883, memperpanjang tren kenaikannya menjadi tiga sesi berturut-turut saat investor bersiap menghadapi potensi volatilitas.
### Teka-Teki Laporan Pekerjaan
Data penggajian non-pertanian bulan Desember menjadi sorotan besar, namun ekonom di ING memperingatkan bahwa angka tersebut mungkin tidak memberikan kejelasan seperti yang diharapkan investor. Dengan keputusan suku bunga tertinggi dalam 30 tahun dari Bank of Japan yang sudah berlalu dan pasar kini menantikan langkah selanjutnya dari Federal Reserve, data ketenagakerjaan menjadi semakin penting—meskipun mungkin tidak seperti yang diharapkan oleh peserta pasar tradisional.
Data CME FedWatch menunjukkan perubahan besar dalam sentimen: probabilitas Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari meningkat menjadi 89%, naik tajam dari 68% hanya sebulan sebelumnya. Perubahan 21 poin persentase ini menegaskan betapa dramatisnya pergeseran ekspektasi pasar. Klaim pengangguran mingguan meningkat pada hari Kamis, menandakan kemungkinan pelonggaran kondisi pasar tenaga kerja yang mungkin membenarkan sikap hati-hati Fed.
Analis ING mencatat bahwa tingkat pengangguran mungkin akhirnya lebih penting daripada angka penciptaan lapangan kerja utama, sebuah pandangan yang mencerminkan nuansa pandangan banyak profesional tentang momentum ekonomi saat ini.
### Putusan Mahkamah Agung tentang Tarif Menimbulkan Ketidakpastian
Selain data ketenagakerjaan, pedagang juga memantau dengan ketat keputusan Mahkamah Agung yang akan datang tentang apakah Presiden Trump dapat secara sepihak menggunakan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) untuk memberlakukan tarif. Putusan negatif dapat mengubah negosiasi perdagangan dan berpotensi memicu diskusi pengembalian bea cukai sebesar $150 miliar antara bisnis dan pemerintah—sebuah skenario yang menambah ketidakpastian material di pasar mata uang.
### Pergerakan Mata Uang Mengikuti Sentimen Risiko
Terhadap yen Jepang, dolar tetap relatif stabil di 156.885. Data pengeluaran rumah tangga bulan November di Jepang melebihi ekspektasi, memperkuat argumen untuk pengetatan Bank of Japan baru-baru ini dan sinyal Gubernur Kazuo Ueda tentang kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Yuan Tiongkok di luar negeri tetap di 6.982 saat pedagang menantikan rilis data inflasi Desember dari China. Sementara itu, mata uang utama menunjukkan pergerakan yang terbatas selama perdagangan awal Asia: euro tetap di $1.1657 menjelang data ekonomi Jerman dan zona euro, pound Inggris turun 0,1% menjadi $1.3436, dolar Australia bertahan di $0.6698, dan dolar Selandia Baru turun 0,1% menjadi $0.5749.
### Pasar Kripto Merespons Sentimen Lebih Luas
Dalam aset digital, Bitcoin diperdagangkan di $96.91K dengan kenaikan 24 jam sebesar +1.95%, sementara Ethereum naik ke $3.37K, naik 2.19% selama periode yang sama. Pergerakan ini mencerminkan sentimen pasar yang lebih luas saat investor mempertimbangkan implikasi dari keputusan kebijakan yang akan datang.
Perpaduan data pekerjaan, putusan tarif, dan ekspektasi Federal Reserve memastikan bahwa peserta pasar akan tetap waspada hingga akhir Januari.