Dalam pasar keuangan global, trader yang serius tidak dapat mengabaikan pengaruh dolar AS terhadap hampir semua aset. Ketika nilai dolar menguat, pergerakan tersebut menekan harga komoditas, minyak, dan emas. Dan ketika melemah, likuiditas tertarik ke aset dengan imbal hasil lebih tinggi. Oleh karena itu, profesional menggunakan indeks dolar (DXY) sebagai kompas nyata untuk membaca tren pasar yang lebih luas.
Indeks ini memberikan pandangan terpadu tentang nilai dolar terhadap sejumlah mata uang utama, sehingga menghindarkan trader dari kerepotan mengikuti pasangan forex secara terpisah. Dengan memahami mekanisme kerjanya dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, investor dapat membuat keputusan yang lebih akurat dan melindungi portofolio mereka dari volatilitas.
Apa arti sebenarnya dari indeks dolar
Indeks dolar AS bukan sekadar angka acak, melainkan ukuran geometris yang akurat yang mencerminkan kinerja rata-rata dolar terhadap sekeranjang enam mata uang global yang diberi bobot sesuai pentingnya perdagangan AS dengan mereka.
Tujuan utama dari keberadaan indeks ini adalah menyediakan alat standar untuk mengukur kekuatan dolar dan pengaruhnya terhadap ekonomi global. Alih-alih mengikuti pergerakan setiap mata uang secara terpisah, Anda dapat membaca satu angka yang memberi tahu apakah dolar kuat atau lemah secara umum.
Sejarah dan perkembangan indeks
Indeks dolar diluncurkan pada tahun 1973 setelah runtuhnya sistem Bretton Woods, yang mengaitkan mata uang asing dengan dolar yang didukung emas. Pembuatan indeks ini bertujuan mengisi kekosongan: bagaimana pasar mengukur kekuatan dolar setelah meninggalkan emas?
Indeks dimulai dari nilai dasar sebesar 100 poin, dan telah mengalami pembaruan penting selama beberapa dekade. Yang paling menonjol adalah tahun 1999 ketika euro dimasukkan ke dalam sekeranjang untuk menggantikan beberapa mata uang Eropa. Hingga saat ini, indeks mencerminkan keseimbangan antara ekonomi utama yang menjadi mitra utama AS.
Pergerakan utama dalam sejarah:
1973-1984: Penurunan tajam di bawah 90 poin akibat inflasi AS
1985: mencapai puncak historis di 160 poin (puncak historis)
2002-2008: penurunan ke 70 poin selama krisis perumahan
2022: kenaikan tajam ke 110 poin dengan siklus pengetatan kebijakan
2025: penurunan saat ini ke sekitar 96 poin karena ekspektasi penurunan suku bunga
Bagaimana indeks dihitung?
Perhitungan indeks dolar bergantung pada rata-rata geometris tertimbang dari nilai tukar terhadap enam mata uang tertentu. Setiap mata uang memiliki bobot relatif yang mencerminkan pentingnya dalam perdagangan AS.
Komponen sekeranjang dan bobotnya:
Mata Uang
Bobot
Catatan
Euro (EUR)
57.60%
Pengaruh terbesar terhadap indeks
Yen Jepang (JPY)
13.60%
Mata uang utama Asia
Poundsterling (GBP)
11.90%
Ekonomi Inggris
Dolar Kanada (CAD)
9.10%
Kemitraan perdagangan yang kuat
Krona Swedia (SEK)
4.20%
Diversifikasi tambahan
Franc Swiss (CHF)
3.60%
Tempat aman
Catatan penting: Euro, yen, dan pound menyusun lebih dari 80% indeks, yang berarti pergerakan mereka menentukan arah sebenarnya.
Rumus matematis:
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Indeks Kekuatan Dolar AS (DXY): Panduan Lengkap untuk Trader
Dalam pasar keuangan global, trader yang serius tidak dapat mengabaikan pengaruh dolar AS terhadap hampir semua aset. Ketika nilai dolar menguat, pergerakan tersebut menekan harga komoditas, minyak, dan emas. Dan ketika melemah, likuiditas tertarik ke aset dengan imbal hasil lebih tinggi. Oleh karena itu, profesional menggunakan indeks dolar (DXY) sebagai kompas nyata untuk membaca tren pasar yang lebih luas.
Indeks ini memberikan pandangan terpadu tentang nilai dolar terhadap sejumlah mata uang utama, sehingga menghindarkan trader dari kerepotan mengikuti pasangan forex secara terpisah. Dengan memahami mekanisme kerjanya dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, investor dapat membuat keputusan yang lebih akurat dan melindungi portofolio mereka dari volatilitas.
Apa arti sebenarnya dari indeks dolar
Indeks dolar AS bukan sekadar angka acak, melainkan ukuran geometris yang akurat yang mencerminkan kinerja rata-rata dolar terhadap sekeranjang enam mata uang global yang diberi bobot sesuai pentingnya perdagangan AS dengan mereka.
Tujuan utama dari keberadaan indeks ini adalah menyediakan alat standar untuk mengukur kekuatan dolar dan pengaruhnya terhadap ekonomi global. Alih-alih mengikuti pergerakan setiap mata uang secara terpisah, Anda dapat membaca satu angka yang memberi tahu apakah dolar kuat atau lemah secara umum.
Sejarah dan perkembangan indeks
Indeks dolar diluncurkan pada tahun 1973 setelah runtuhnya sistem Bretton Woods, yang mengaitkan mata uang asing dengan dolar yang didukung emas. Pembuatan indeks ini bertujuan mengisi kekosongan: bagaimana pasar mengukur kekuatan dolar setelah meninggalkan emas?
Indeks dimulai dari nilai dasar sebesar 100 poin, dan telah mengalami pembaruan penting selama beberapa dekade. Yang paling menonjol adalah tahun 1999 ketika euro dimasukkan ke dalam sekeranjang untuk menggantikan beberapa mata uang Eropa. Hingga saat ini, indeks mencerminkan keseimbangan antara ekonomi utama yang menjadi mitra utama AS.
Pergerakan utama dalam sejarah:
Bagaimana indeks dihitung?
Perhitungan indeks dolar bergantung pada rata-rata geometris tertimbang dari nilai tukar terhadap enam mata uang tertentu. Setiap mata uang memiliki bobot relatif yang mencerminkan pentingnya dalam perdagangan AS.
Komponen sekeranjang dan bobotnya:
Catatan penting: Euro, yen, dan pound menyusun lebih dari 80% indeks, yang berarti pergerakan mereka menentukan arah sebenarnya.
Rumus matematis: