Mengapa baru masuk ke dalam pasar langsung mulai merugi? Daripada menyalahkan pasar yang kejam, lebih baik melihat ke dalam diri sendiri—kebanyakan terjebak dalam 6 perangkap pikiran paling umum bagi pemula.
Mari kita bahas satu per satu.
**Perangkap pertama: Membeli koin berdasarkan feeling, tanpa aturan trading**
"Coin ini akan naik" "Yang ini terlihat menjanjikan"—itulah mental judi. Investasi memerlukan rencana, tentukan batasan terlebih dahulu. Misalnya, coba dengan 1000 rupiah, harus jelas: keluar segera jika turun 5% (kerugian maksimal 50), realisasi keuntungan jika naik 10% (keuntungan pasti 100). Aturan di depan mata, agar tidak tergerak oleh pasar.
**Perangkap kedua: Menganggap keberuntungan sebagai keahlian**
Baru masuk pasar beberapa kali untung, mulai merasa sombong—"Saya memang jago trading coin". Tapi kenyataannya, keuntungan awal lebih banyak karena keberuntungan pasar, bukan keahlian. Kepercayaan diri semacam ini akan membuatmu sering melakukan transaksi, hasilnya malah semakin merugi, semua keuntungan sebelumnya hilang.
**Perangkap ketiga: Dikendalikan oleh emosi**
Melihat coin orang lain naik, langsung ikut beli tinggi, coin sendiri turun, langsung jual rugi. Serakah dan takut bergantian mengendalikan, membuatmu terombang-ambing. Trader berpengalaman? Tidak percaya rumor, malah jual saat orang panik dan beli saat pasar sedang gila—menggunakan pemikiran terbalik untuk mengurangi "premium emosi".
**Perangkap keempat: Strategi sering berubah-ubah**
Hari ini ikut tren coin tertentu, besok ingin investasi jangka panjang, lusa ingin grid trading. Terlalu banyak mencoba-coba, malah makin merugi. Tidak ada trik ajaib, daripada sering berganti strategi, lebih baik kuasai satu metode sederhana—misalnya bagi modal jadi 5 bagian, setiap turun 10% tambah posisi, dan kelola posisi dengan baik, itu kunci utama.
**Perangkap kelima: Hanya ingin untung banyak, lupa rugi sedikit**
Saat pasar sedang panas, semua orang bisa untung. Ujian sebenarnya datang saat pasar bearish. Saat itu, kebanyakan orang akan mengembalikan semua keuntungan, bahkan merugi. Investor cerdas tahu cara menjaga modal saat turun: pasang stop loss sebelumnya, keluar tepat waktu, jangan bertahan keras-keras.
**Perangkap keenam: Tidak bisa mengendalikan tangan**
Ikut tren beli tinggi jual rendah, tidak mau stop loss, merasa bangga dengan keuntungan kecil. Pasar tidak menghukum orang yang "tidak tahu", melainkan yang "menganggap tahu tapi sering salah". Kunci keberhasilan pemula bukan dari seberapa sering mereka trading, melainkan seberapa banyak mereka bisa mengurangi kesalahan. Kendalikan diri, agar bisa bertahan lama di pasar ini.
Singkatnya, lawan utama dalam investasi sebenarnya diri sendiri. Mengurangi kesalahan jauh lebih penting daripada sering melakukan transaksi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
6 Suka
Hadiah
6
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GateUser-c802f0e8
· 23jam yang lalu
Sial, saya sudah melewati semua 6 jebakan ini, terutama jebakan kedua yang paling parah
Lihat AsliBalas0
BrokenRugs
· 23jam yang lalu
Benar, lubang kedua paling keren, berapa banyak orang yang dikirim ke neraka oleh keberuntungan mereka sendiri
Lihat AsliBalas0
MidnightSeller
· 23jam yang lalu
Aduh, lubang kedua kena saya, dulu saya benar-benar mengira diri saya orang yang dipilih oleh langit.
Lihat AsliBalas0
ReverseTradingGuru
· 23jam yang lalu
Aduh, ini lagi-lagi pola lama, aku cuma nggak bisa mengendalikan tangan aku hahaha
Mengapa baru masuk ke dalam pasar langsung mulai merugi? Daripada menyalahkan pasar yang kejam, lebih baik melihat ke dalam diri sendiri—kebanyakan terjebak dalam 6 perangkap pikiran paling umum bagi pemula.
Mari kita bahas satu per satu.
**Perangkap pertama: Membeli koin berdasarkan feeling, tanpa aturan trading**
"Coin ini akan naik" "Yang ini terlihat menjanjikan"—itulah mental judi. Investasi memerlukan rencana, tentukan batasan terlebih dahulu. Misalnya, coba dengan 1000 rupiah, harus jelas: keluar segera jika turun 5% (kerugian maksimal 50), realisasi keuntungan jika naik 10% (keuntungan pasti 100). Aturan di depan mata, agar tidak tergerak oleh pasar.
**Perangkap kedua: Menganggap keberuntungan sebagai keahlian**
Baru masuk pasar beberapa kali untung, mulai merasa sombong—"Saya memang jago trading coin". Tapi kenyataannya, keuntungan awal lebih banyak karena keberuntungan pasar, bukan keahlian. Kepercayaan diri semacam ini akan membuatmu sering melakukan transaksi, hasilnya malah semakin merugi, semua keuntungan sebelumnya hilang.
**Perangkap ketiga: Dikendalikan oleh emosi**
Melihat coin orang lain naik, langsung ikut beli tinggi, coin sendiri turun, langsung jual rugi. Serakah dan takut bergantian mengendalikan, membuatmu terombang-ambing. Trader berpengalaman? Tidak percaya rumor, malah jual saat orang panik dan beli saat pasar sedang gila—menggunakan pemikiran terbalik untuk mengurangi "premium emosi".
**Perangkap keempat: Strategi sering berubah-ubah**
Hari ini ikut tren coin tertentu, besok ingin investasi jangka panjang, lusa ingin grid trading. Terlalu banyak mencoba-coba, malah makin merugi. Tidak ada trik ajaib, daripada sering berganti strategi, lebih baik kuasai satu metode sederhana—misalnya bagi modal jadi 5 bagian, setiap turun 10% tambah posisi, dan kelola posisi dengan baik, itu kunci utama.
**Perangkap kelima: Hanya ingin untung banyak, lupa rugi sedikit**
Saat pasar sedang panas, semua orang bisa untung. Ujian sebenarnya datang saat pasar bearish. Saat itu, kebanyakan orang akan mengembalikan semua keuntungan, bahkan merugi. Investor cerdas tahu cara menjaga modal saat turun: pasang stop loss sebelumnya, keluar tepat waktu, jangan bertahan keras-keras.
**Perangkap keenam: Tidak bisa mengendalikan tangan**
Ikut tren beli tinggi jual rendah, tidak mau stop loss, merasa bangga dengan keuntungan kecil. Pasar tidak menghukum orang yang "tidak tahu", melainkan yang "menganggap tahu tapi sering salah". Kunci keberhasilan pemula bukan dari seberapa sering mereka trading, melainkan seberapa banyak mereka bisa mengurangi kesalahan. Kendalikan diri, agar bisa bertahan lama di pasar ini.
Singkatnya, lawan utama dalam investasi sebenarnya diri sendiri. Mengurangi kesalahan jauh lebih penting daripada sering melakukan transaksi.