Visi Ripple di bawah kepemimpinan Brad Garlinghouse menandai pergeseran strategis yang tegas menuju pembangunan infrastruktur kripto yang tahan lama. Alih-alih mengejar siklus spekulatif jangka pendek, perusahaan secara jelas menyatakan bahwa tujuannya adalah memodernisasi sistem pembayaran global melalui teknologi blockchain.
Kemajuan regulasi sebagai katalisator strategis
Sebuah tonggak penting terwujud ketika tim hukum Ripple, di bawah arahan Stuart Alderoty, memastikan persetujuan dari Financial Conduct Authority Inggris untuk lisensi EMI (Institusi Uang Elektronik) dan pendaftaran aset kripto. Prestasi ini merupakan validasi regulasi yang memperkuat posisi perusahaan di pasar institusional dan membuka jalan untuk memperluas operasi dengan lembaga keuangan Inggris.
Gelombang akuisisi yang mendefinisikan ulang kapasitas
Selama tahun terakhir, Ripple menjalankan strategi pertumbuhan inorganik yang ambisius. Pembelian Hidden Road seharga $1,25 miliar, akuisisi GTreasury oleh $1 miliar, dan kesepakatan $200 juta untuk platform Rail menunjukkan investasi yang tegas dalam infrastruktur pembayaran. Selain itu, perusahaan mengintegrasikan Palisade ke dalam portofolionya. Meskipun upaya akuisisi Circle tidak berhasil, operasi ini menempatkan Ripple untuk melayani klien institusional dengan lebih efektif.
Peran sentral XRP dan RLUSD
Brad Garlinghouse telah menegaskan bahwa XRP tetap menjadi bagian fundamental dalam visi membangun “Internet Nilai”, ekosistem di mana transfer uang sehalus transfer data. Bersamaan dengan usulan ini, RLUSD, stablecoin Ripple, memenuhi fungsi strategis dalam arsitektur pembayaran terdesentralisasi perusahaan.
Perspektif transformasi untuk 2026
Reece Merrick, eksekutif Ripple, menggambarkan saat ini sebagai titik balik: “2025 sangat penting untuk membangun fondasi, tetapi dengan akuisisi yang selesai dan lisensi EMI Inggris yang sedang berjalan, 2026 mewakili perubahan paradigma yang nyata.” Perasaan ini mencerminkan bahwa perusahaan telah bertransisi dari fase konsolidasi ke fase ekspansi agresif.
Pembangunan berkelanjutan di bawah tekanan hukum
Pengacara pro-XRP John Deaton menyoroti bahwa kemajuan Ripple patut dicatat mengingat tahun-tahun tantangan hukum yang dihadapi. Meski tekanan tersebut, perusahaan terus mengembangkan infrastrukturnya, memastikan lisensi global, dan mencapai valuasi perkiraan $40 miliar. Jejak ini menegaskan bahwa strategi fokus pada utilitas nyata, bukan spekulasi pasar, telah menghasilkan hasil yang nyata.
Posisi Garlinghouse jelas: memodernisasi sistem keuangan global membutuhkan waktu, tetapi kemajuan tidak dapat dihindari.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Brad Garlinghouse: Ripple mengutamakan kekuatan keuangan jangka panjang, bukan spekulasi
Visi Ripple di bawah kepemimpinan Brad Garlinghouse menandai pergeseran strategis yang tegas menuju pembangunan infrastruktur kripto yang tahan lama. Alih-alih mengejar siklus spekulatif jangka pendek, perusahaan secara jelas menyatakan bahwa tujuannya adalah memodernisasi sistem pembayaran global melalui teknologi blockchain.
Kemajuan regulasi sebagai katalisator strategis
Sebuah tonggak penting terwujud ketika tim hukum Ripple, di bawah arahan Stuart Alderoty, memastikan persetujuan dari Financial Conduct Authority Inggris untuk lisensi EMI (Institusi Uang Elektronik) dan pendaftaran aset kripto. Prestasi ini merupakan validasi regulasi yang memperkuat posisi perusahaan di pasar institusional dan membuka jalan untuk memperluas operasi dengan lembaga keuangan Inggris.
Gelombang akuisisi yang mendefinisikan ulang kapasitas
Selama tahun terakhir, Ripple menjalankan strategi pertumbuhan inorganik yang ambisius. Pembelian Hidden Road seharga $1,25 miliar, akuisisi GTreasury oleh $1 miliar, dan kesepakatan $200 juta untuk platform Rail menunjukkan investasi yang tegas dalam infrastruktur pembayaran. Selain itu, perusahaan mengintegrasikan Palisade ke dalam portofolionya. Meskipun upaya akuisisi Circle tidak berhasil, operasi ini menempatkan Ripple untuk melayani klien institusional dengan lebih efektif.
Peran sentral XRP dan RLUSD
Brad Garlinghouse telah menegaskan bahwa XRP tetap menjadi bagian fundamental dalam visi membangun “Internet Nilai”, ekosistem di mana transfer uang sehalus transfer data. Bersamaan dengan usulan ini, RLUSD, stablecoin Ripple, memenuhi fungsi strategis dalam arsitektur pembayaran terdesentralisasi perusahaan.
Perspektif transformasi untuk 2026
Reece Merrick, eksekutif Ripple, menggambarkan saat ini sebagai titik balik: “2025 sangat penting untuk membangun fondasi, tetapi dengan akuisisi yang selesai dan lisensi EMI Inggris yang sedang berjalan, 2026 mewakili perubahan paradigma yang nyata.” Perasaan ini mencerminkan bahwa perusahaan telah bertransisi dari fase konsolidasi ke fase ekspansi agresif.
Pembangunan berkelanjutan di bawah tekanan hukum
Pengacara pro-XRP John Deaton menyoroti bahwa kemajuan Ripple patut dicatat mengingat tahun-tahun tantangan hukum yang dihadapi. Meski tekanan tersebut, perusahaan terus mengembangkan infrastrukturnya, memastikan lisensi global, dan mencapai valuasi perkiraan $40 miliar. Jejak ini menegaskan bahwa strategi fokus pada utilitas nyata, bukan spekulasi pasar, telah menghasilkan hasil yang nyata.
Posisi Garlinghouse jelas: memodernisasi sistem keuangan global membutuhkan waktu, tetapi kemajuan tidak dapat dihindari.