Saya baru-baru ini menemukan satu masalah inti dalam perdagangan saya: tingkat ketidaksukaan terhadap kerugian jauh melebihi perkiraan.
Setelah analisis mendalam, akar dari pola pikir ini tidaklah misterius, dan dapat dirangkum menjadi tiga aspek utama. Yang paling penting adalah efek "keistimewaan" yang terus membesar—begitu posisi dipegang, nilai aset akan terlalu tinggi diperkirakan, menyebabkan resistensi psikologis saat harus memotong kerugian yang jauh lebih besar daripada penilaian rasional. Distorsi kognitif ini membuat trader sangat mudah terjebak dalam lingkaran setan "bertahan mati-matian", yang akhirnya hanya bisa menerima kerugian yang lebih besar.
Ini bukan hanya masalah pribadi, tetapi jebakan psikologis yang dihadapi oleh sebagian besar trader ritel. Untuk mengatasinya, kunci utamanya adalah membangun aturan manajemen risiko sejak awal dan menggunakan disiplin untuk menekan emosi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
RetroHodler91
· 01-15 13:56
Bertahan sampai akhir selalu harus membayar harga, saya sudah terlalu sering melompati lubang ini
Efek anugerah benar-benar luar biasa, memegangnya saja merasa itu adalah harta
Kalau tahu menjual rugi sebegini menyakitkan, lebih baik menetapkan batas kerugian sejak awal
Disiplin ini mudah diucapkan tetapi sulit dilakukan
Rasa sakit menjual rugi vs terjebak dan akhirnya kolaps, benar-benar terasa seperti memilih salah satu
Inilah mengapa kebanyakan orang mati secara mental, bukan karena pasar
Menetapkan aturan pra-atur adalah jaring pengaman, tidak bisa mengandalkan kekuatan keinginan melawan keserakahan
Saya sekarang sedang diajari berulang kali oleh lingkaran setan ini, sadar terlalu terlambat
lmao efek endowment hanyalah cara pasar untuk menyaring tangan lemah... sebagian besar trader tidak akan bertahan karena mereka menolak menerima bahwa posisi mereka sudah mati saat kedatangan
Saya baru-baru ini menemukan satu masalah inti dalam perdagangan saya: tingkat ketidaksukaan terhadap kerugian jauh melebihi perkiraan.
Setelah analisis mendalam, akar dari pola pikir ini tidaklah misterius, dan dapat dirangkum menjadi tiga aspek utama. Yang paling penting adalah efek "keistimewaan" yang terus membesar—begitu posisi dipegang, nilai aset akan terlalu tinggi diperkirakan, menyebabkan resistensi psikologis saat harus memotong kerugian yang jauh lebih besar daripada penilaian rasional. Distorsi kognitif ini membuat trader sangat mudah terjebak dalam lingkaran setan "bertahan mati-matian", yang akhirnya hanya bisa menerima kerugian yang lebih besar.
Ini bukan hanya masalah pribadi, tetapi jebakan psikologis yang dihadapi oleh sebagian besar trader ritel. Untuk mengatasinya, kunci utamanya adalah membangun aturan manajemen risiko sejak awal dan menggunakan disiplin untuk menekan emosi.