Yang benar-benar membuat orang keluar dari pasar bukanlah lilin merah yang menghitam. Pembunuh sejati adalah keteguhanmu terhadap penilaian sendiri.
Kerugian besar paling menakutkan bukan karena angka kembali ke nol, tetapi karena mental pada saat itu benar-benar runtuh. Padahal sudah tahu dalam hati harus mengurangi posisi, tetap ingin bertahan sebentar lagi—hasilnya tidak mendapatkan rebound, malah langsung terkena forced liquidation.
Banyak orang menyalahkan kondisi pasar yang kejam. Sebenarnya? Kebanyakan saat mereka tidak mau mengakui kekalahan. SOL maupun koin lain, pasar tidak pernah berhenti untuk siapa pun, ia hanya berjalan sesuai iramanya sendiri.
Stop loss terlihat seperti menyerah. Padahal, itu adalah cara untuk menyimpan peluang di langkah berikutnya.
Orang yang bertahan lama di bursa, tingkat kemenangan tidak selalu tertinggi. Tapi mereka memiliki satu kesamaan: tahu kapan harus bilang "Saya salah", saatnya memotong kerugian tanpa ragu. Cara pasar mengajarkan setiap orang sama saja, tinggal mau atau tidak mau mendengarkan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
17 Suka
Hadiah
17
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MEVvictim
· 11jam yang lalu
Benar sekali, kebiasaan bertahan ini memang sulit diubah
Lihat AsliBalas0
CompoundPersonality
· 01-15 14:05
Mengatakannya dengan keras, tapi memang menyakitkan. Yang paling ditakuti adalah saat sudah tahu harus menjual, tapi tangan tetap gemetar tak terkendali.
Lihat AsliBalas0
LayerZeroJunkie
· 01-15 14:00
Benar-benar, berjuang keras dengan keras kepala ini telah mengirim banyak orang ke dalam masalah...
Pada akhirnya, ini tetaplah penyakit serakah, harus menunggu gelombang rebound itu, tetapi rebound tidak datang, malah posisi terpaksa dilikuidasi terlebih dahulu.
Mengapa kata menyerah begitu sulit untuk diucapkan?
Stop-loss adalah seni bertahan hidup, menyimpan peluru untuk babak berikutnya.
Lihat AsliBalas0
BearMarketNoodler
· 01-15 13:57
Benar sekali, mengakui kekalahan adalah cara hidup yang paling cerdas. Saya telah melihat terlalu banyak orang bertahan sampai nol, hanya karena tidak bisa melepaskan ego mereka. Stop loss bukanlah kelemahan, ini adalah perpanjangan kehidupan.
Yang benar-benar membuat orang keluar dari pasar bukanlah lilin merah yang menghitam. Pembunuh sejati adalah keteguhanmu terhadap penilaian sendiri.
Kerugian besar paling menakutkan bukan karena angka kembali ke nol, tetapi karena mental pada saat itu benar-benar runtuh. Padahal sudah tahu dalam hati harus mengurangi posisi, tetap ingin bertahan sebentar lagi—hasilnya tidak mendapatkan rebound, malah langsung terkena forced liquidation.
Banyak orang menyalahkan kondisi pasar yang kejam. Sebenarnya? Kebanyakan saat mereka tidak mau mengakui kekalahan. SOL maupun koin lain, pasar tidak pernah berhenti untuk siapa pun, ia hanya berjalan sesuai iramanya sendiri.
Stop loss terlihat seperti menyerah. Padahal, itu adalah cara untuk menyimpan peluang di langkah berikutnya.
Orang yang bertahan lama di bursa, tingkat kemenangan tidak selalu tertinggi. Tapi mereka memiliki satu kesamaan: tahu kapan harus bilang "Saya salah", saatnya memotong kerugian tanpa ragu. Cara pasar mengajarkan setiap orang sama saja, tinggal mau atau tidak mau mendengarkan.