Jefferies Financial Group memberikan hasil yang campuran di Q4 2025, menciptakan gambaran yang membingungkan bagi investor. Bank investasi yang terdaftar di New York Stock Exchange melaporkan pendapatan sebesar $2,07 miliar—melebihi perkiraan Wall Street sebesar $2,01 miliar sebanyak 3%—namun mengalami kendala di bagian laba bersih, dengan EPS sebesar $0,85 yang kurang dari perkiraan konsensus sebesar $0,94.
Kisah Pendapatan: Kuat Tapi Tidak Menggembirakan
Perusahaan jasa keuangan ini mencatat peningkatan pendapatan sebesar 5,7% secara tahunan di kuartal terakhirnya, mempertahankan momentum stabil di tengah lingkungan fiskal yang menantang. Dalam dua tahun terakhir, Jefferies telah mengalami percepatan yang signifikan, dengan pertumbuhan pendapatan tahunan mencapai 25%—sebuah percepatan tajam dari tingkat gabungan lima tahun sebesar 4,1%.
Metode Kunci Q4 2025:
Total pendapatan: $2,07 miliar (naik 5,7% YoY, 3% di atas konsensus)
Pendapatan sebelum pajak: $253,2 juta (margin 12,2%)
EPS GAAP: $0,85 (tergagalkan 10% dibandingkan $0,94 yang diharapkan)
Kapitalisasi pasar: $13,67 miliar
Di Mana Nilai Buku Mengungkap Cerita Berbeda
Meskipun pertumbuhan pendapatan terlihat cukup baik, nilai buku nyata per saham Jefferies (TBVPS) mengungkap tantangan struktural. Pada $33,69 per saham, metrik ini menurun 14,6% secara tahunan dan telah menurun 3,8% setiap tahun selama dua tahun terakhir—sebuah pembalikan tajam dari pertumbuhan moderat sebesar 2,4% selama lima tahun.
Perbedaan ini antara kekuatan pendapatan dan menurunnya nilai buku menunjukkan bahwa bank investasi menghadapi hambatan dalam mengubah keuntungan garis atas menjadi nilai bagi pemegang saham. TBVPS, yang menghilangkan kompleksitas akuntansi terkait aktivitas M&A, sering memberikan sinyal yang lebih jelas tentang kesehatan keuangan daripada metrik laba per saham.
Reaksi Pasar dan Outlook
Saham turun 3,3% segera setelah pengumuman, mencapai $62,55. Respons pasar yang dingin menegaskan skeptisisme investor—kinerja pendapatan yang kuat tidak mampu mengatasi kekurangan laba dan tren menurun dari nilai buku.
Jefferies, yang berakar sejak 1962 dan beroperasi secara global dalam perbankan investasi dan penasihat pasar modal, tetap menjadi pemain utama di sektor ini. Namun, kuartal ini menunjukkan tantangan umum yang dihadapi lembaga keuangan: menumbuhkan garis atas sambil mempertahankan profitabilitas tetap menjadi tantangan yang berkelanjutan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Jefferies (JEF) Pendapatan Kuartal 4 Mengalahkan, Menutupi Kekecewaan Laba
Jefferies Financial Group memberikan hasil yang campuran di Q4 2025, menciptakan gambaran yang membingungkan bagi investor. Bank investasi yang terdaftar di New York Stock Exchange melaporkan pendapatan sebesar $2,07 miliar—melebihi perkiraan Wall Street sebesar $2,01 miliar sebanyak 3%—namun mengalami kendala di bagian laba bersih, dengan EPS sebesar $0,85 yang kurang dari perkiraan konsensus sebesar $0,94.
Kisah Pendapatan: Kuat Tapi Tidak Menggembirakan
Perusahaan jasa keuangan ini mencatat peningkatan pendapatan sebesar 5,7% secara tahunan di kuartal terakhirnya, mempertahankan momentum stabil di tengah lingkungan fiskal yang menantang. Dalam dua tahun terakhir, Jefferies telah mengalami percepatan yang signifikan, dengan pertumbuhan pendapatan tahunan mencapai 25%—sebuah percepatan tajam dari tingkat gabungan lima tahun sebesar 4,1%.
Metode Kunci Q4 2025:
Di Mana Nilai Buku Mengungkap Cerita Berbeda
Meskipun pertumbuhan pendapatan terlihat cukup baik, nilai buku nyata per saham Jefferies (TBVPS) mengungkap tantangan struktural. Pada $33,69 per saham, metrik ini menurun 14,6% secara tahunan dan telah menurun 3,8% setiap tahun selama dua tahun terakhir—sebuah pembalikan tajam dari pertumbuhan moderat sebesar 2,4% selama lima tahun.
Perbedaan ini antara kekuatan pendapatan dan menurunnya nilai buku menunjukkan bahwa bank investasi menghadapi hambatan dalam mengubah keuntungan garis atas menjadi nilai bagi pemegang saham. TBVPS, yang menghilangkan kompleksitas akuntansi terkait aktivitas M&A, sering memberikan sinyal yang lebih jelas tentang kesehatan keuangan daripada metrik laba per saham.
Reaksi Pasar dan Outlook
Saham turun 3,3% segera setelah pengumuman, mencapai $62,55. Respons pasar yang dingin menegaskan skeptisisme investor—kinerja pendapatan yang kuat tidak mampu mengatasi kekurangan laba dan tren menurun dari nilai buku.
Jefferies, yang berakar sejak 1962 dan beroperasi secara global dalam perbankan investasi dan penasihat pasar modal, tetap menjadi pemain utama di sektor ini. Namun, kuartal ini menunjukkan tantangan umum yang dihadapi lembaga keuangan: menumbuhkan garis atas sambil mempertahankan profitabilitas tetap menjadi tantangan yang berkelanjutan.