Ketika Anda melakukan staking mata uang kripto secara tradisional, Anda sedang mengunci modal. Ini berarti aset Anda tidak dapat dipindahkan sampai siklus staking selesai. Bagi trader aktif yang ingin mengikuti tren pasar atau memanfaatkan volatilitas harga, batasan ini bisa menjadi jebakan.
Selain itu, persyaratan deposit minimum yang tinggi (seringkali puluhan atau ratusan mata uang kripto) menciptakan hambatan besar bagi trader ritel. Banyak orang ingin staking tetapi tidak cukup uang untuk mencapai minimum, atau sekadar tidak ingin mengunci aset tanpa fleksibilitas.
Derivatif likuiditas (LSD) muncul untuk mengatasi masalah ini.
Apa itu LSD? Dan bagaimana cara kerjanya?
LSD adalah token yang mewakili mata uang kripto Anda saat terkunci dalam proses staking. Anda bisa menganggapnya seperti “sertifikat staking” - yang membuktikan bahwa Anda telah melakukan staking dan berhak menerima hadiah staking.
Keunggulan LSD: Anda tetap bisa berdagang, meminjam, atau menggunakannya dalam aplikasi DeFi lain tanpa perlu membuka kunci staking awal. Ini membuka peluang mendapatkan keuntungan tambahan.
Mekanisme kerja sederhana
Anda deposit ETH (harga saat ini ~$3.28K) ke platform LSD → platform menggabungkan token Anda dengan orang lain dalam satu “kolam stake” → kolam ini berpartisipasi dalam validasi jaringan dan mendapatkan hadiah staking → Anda menerima token LSD (seperti stETH) yang mewakili ETH Anda.
Token stETH ini memiliki nilai yang setara dengan ETH tetapi dapat diperdagangkan. Setiap hari, saat kolam stake mendapatkan hadiah, nilai token stETH secara otomatis meningkat - Anda mendapatkan keuntungan staking tanpa perlu membuka kunci apa pun.
Serupa, saat ini di Solana, Anda bisa melakukan staking SOL (~$141.25, turun 3.43% dalam 24 jam) dan menerima mSOL (~$191.80) atau JitoSOL. Token ini beroperasi dengan mekanisme yang sama persis.
Manfaat nyata LSD bagi trader
1. Tidak perlu mengunci modal
Aset staking Anda tetap “hidup” dalam ekosistem DeFi. Anda bisa:
Menjual stETH saat pasar naik untuk mendapatkan keuntungan, sementara aset pokok tetap mendapatkan hadiah staking
Membeli kembali stETH saat harga turun untuk melakukan “double-dip” - mendapatkan keuntungan dari staking dan trading
Memberikan likuiditas ke pool DeFi untuk mendapatkan biaya transaksi tambahan
2. Hambatan masuk lebih rendah
Anda tidak perlu memiliki 32 ETH untuk memulai (persyaratan staking Ethereum tradisional). Deposit 0.1 ETH juga cukup. Ini mendemokratisasi proses staking.
3. Mendapatkan keuntungan berlipat
Contoh strategi:
Staking 1 ETH → menerima 1 stETH → memberikan likuiditas ke DEX untuk mendapatkan fee 10-20% APY
Atau menggunakan stETH sebagai jaminan untuk meminjam stablecoin, lalu menggunakan stablecoin tersebut untuk membeli token lain
Keuntungan akhir = staking APY + DeFi APY
Peringatan risiko - yang perlu Anda ketahui
Tidak semua hal berjalan sempurna. LSD memiliki risiko tersendiri:
Risiko kontrak pintar: Platform LSD beroperasi berdasarkan kode. Jika kode memiliki bug, uang bisa hilang. Selalu periksa apakah platform telah diaudit (audit keamanan) atau tidak.
Risiko sementara (kerugian impermanent): Jika Anda memberikan likuiditas ke DEX, harga token LSD bisa berfluktuasi. Dalam kasus terburuk, Anda bisa kehilangan uang dibandingkan hanya memegang token.
Risiko kelonggaran: Saat staking, jika Anda melanggar aturan jaringan (seperti downtime berkepanjangan), uang bisa “dislash” (dipotong). Ini jarang terjadi tetapi bisa saja terjadi.
Risiko-risiko ini adalah alasan mengapa Anda perlu memilih platform LSD yang terpercaya, memiliki audit yang baik, dan tidak terlalu serakah menggunakan leverage.
Platform LSD mana yang harus dipilih?
Saat memilih, pertimbangkan:
Likuiditas: Apakah platform memiliki volume transaksi yang cukup di bursa? Apakah token LSD mudah dijual? Jika tidak, Anda bisa terjebak.
Biaya: Bandingkan biaya gas, biaya deposit/penarikan, dan spread harga beli-jual (spread). Platform yang boros bisa “mengambil” 5-10% keuntungan Anda hanya dari biaya.
Reputasi dan keamanan: Berapa lama platform sudah beroperasi? Apakah pernah diretas atau mengalami masalah? Apakah audit keamanan tersedia?
Transparansi: Anda bisa memeriksa on-chain apakah aset yang dikunci benar-benar ada.
Masa depan LSD: Bukan sekadar staking
LSD bukan fenomena sementara. Ini bagian dari tren yang lebih besar: DeFi berkembang untuk menawarkan lebih banyak cara mendapatkan keuntungan.
Platform baru sedang menguji ide-ide inovatif:
Menggunakan MEV (nilai yang dapat diekstraksi secara maksimal) untuk menghasilkan keuntungan tambahan bagi yang melakukan liquidity staking
Mengintegrasikan LSD lebih dalam ke protokol pinjam-meminjam
Menciptakan cara baru menggabungkan staking dengan strategi trading kompleks
Di masa depan, LSD bisa menjadi cara utama bagi trader untuk berpartisipasi dalam sistem Proof of Stake, bukan hanya staking langsung.
Kesimpulan: Apakah LSD jawaban yang tepat?
LSD adalah langkah maju yang signifikan dibandingkan staking tradisional. Ia menawarkan fleksibilitas, menurunkan hambatan masuk, dan membuka peluang mendapatkan keuntungan tambahan melalui DeFi.
Namun, ini bukan “cara mudah menghasilkan uang”. Anda harus memahami risiko, memilih platform yang terpercaya, dan tidak terlalu serakah menggunakan leverage. Mulailah dari kecil, pahami mekanismenya, lalu kembangkan secara bertahap.
Jika Anda seorang trader aktif yang ingin mendapatkan keuntungan dari staking tanpa melewatkan peluang trading, LSD adalah alat yang Anda butuhkan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Buka kunci keuntungan ganda: Derivatif likuiditas (LSD) - cara baru untuk staking dan trading aktif
Mengapa trader meninggalkan staking tradisional?
Ketika Anda melakukan staking mata uang kripto secara tradisional, Anda sedang mengunci modal. Ini berarti aset Anda tidak dapat dipindahkan sampai siklus staking selesai. Bagi trader aktif yang ingin mengikuti tren pasar atau memanfaatkan volatilitas harga, batasan ini bisa menjadi jebakan.
Selain itu, persyaratan deposit minimum yang tinggi (seringkali puluhan atau ratusan mata uang kripto) menciptakan hambatan besar bagi trader ritel. Banyak orang ingin staking tetapi tidak cukup uang untuk mencapai minimum, atau sekadar tidak ingin mengunci aset tanpa fleksibilitas.
Derivatif likuiditas (LSD) muncul untuk mengatasi masalah ini.
Apa itu LSD? Dan bagaimana cara kerjanya?
LSD adalah token yang mewakili mata uang kripto Anda saat terkunci dalam proses staking. Anda bisa menganggapnya seperti “sertifikat staking” - yang membuktikan bahwa Anda telah melakukan staking dan berhak menerima hadiah staking.
Keunggulan LSD: Anda tetap bisa berdagang, meminjam, atau menggunakannya dalam aplikasi DeFi lain tanpa perlu membuka kunci staking awal. Ini membuka peluang mendapatkan keuntungan tambahan.
Mekanisme kerja sederhana
Anda deposit ETH (harga saat ini ~$3.28K) ke platform LSD → platform menggabungkan token Anda dengan orang lain dalam satu “kolam stake” → kolam ini berpartisipasi dalam validasi jaringan dan mendapatkan hadiah staking → Anda menerima token LSD (seperti stETH) yang mewakili ETH Anda.
Token stETH ini memiliki nilai yang setara dengan ETH tetapi dapat diperdagangkan. Setiap hari, saat kolam stake mendapatkan hadiah, nilai token stETH secara otomatis meningkat - Anda mendapatkan keuntungan staking tanpa perlu membuka kunci apa pun.
Serupa, saat ini di Solana, Anda bisa melakukan staking SOL (~$141.25, turun 3.43% dalam 24 jam) dan menerima mSOL (~$191.80) atau JitoSOL. Token ini beroperasi dengan mekanisme yang sama persis.
Manfaat nyata LSD bagi trader
1. Tidak perlu mengunci modal
Aset staking Anda tetap “hidup” dalam ekosistem DeFi. Anda bisa:
2. Hambatan masuk lebih rendah
Anda tidak perlu memiliki 32 ETH untuk memulai (persyaratan staking Ethereum tradisional). Deposit 0.1 ETH juga cukup. Ini mendemokratisasi proses staking.
3. Mendapatkan keuntungan berlipat
Contoh strategi:
Peringatan risiko - yang perlu Anda ketahui
Tidak semua hal berjalan sempurna. LSD memiliki risiko tersendiri:
Risiko kontrak pintar: Platform LSD beroperasi berdasarkan kode. Jika kode memiliki bug, uang bisa hilang. Selalu periksa apakah platform telah diaudit (audit keamanan) atau tidak.
Risiko sementara (kerugian impermanent): Jika Anda memberikan likuiditas ke DEX, harga token LSD bisa berfluktuasi. Dalam kasus terburuk, Anda bisa kehilangan uang dibandingkan hanya memegang token.
Risiko kelonggaran: Saat staking, jika Anda melanggar aturan jaringan (seperti downtime berkepanjangan), uang bisa “dislash” (dipotong). Ini jarang terjadi tetapi bisa saja terjadi.
Risiko-risiko ini adalah alasan mengapa Anda perlu memilih platform LSD yang terpercaya, memiliki audit yang baik, dan tidak terlalu serakah menggunakan leverage.
Platform LSD mana yang harus dipilih?
Saat memilih, pertimbangkan:
Masa depan LSD: Bukan sekadar staking
LSD bukan fenomena sementara. Ini bagian dari tren yang lebih besar: DeFi berkembang untuk menawarkan lebih banyak cara mendapatkan keuntungan.
Platform baru sedang menguji ide-ide inovatif:
Di masa depan, LSD bisa menjadi cara utama bagi trader untuk berpartisipasi dalam sistem Proof of Stake, bukan hanya staking langsung.
Kesimpulan: Apakah LSD jawaban yang tepat?
LSD adalah langkah maju yang signifikan dibandingkan staking tradisional. Ia menawarkan fleksibilitas, menurunkan hambatan masuk, dan membuka peluang mendapatkan keuntungan tambahan melalui DeFi.
Namun, ini bukan “cara mudah menghasilkan uang”. Anda harus memahami risiko, memilih platform yang terpercaya, dan tidak terlalu serakah menggunakan leverage. Mulailah dari kecil, pahami mekanismenya, lalu kembangkan secara bertahap.
Jika Anda seorang trader aktif yang ingin mendapatkan keuntungan dari staking tanpa melewatkan peluang trading, LSD adalah alat yang Anda butuhkan.