Mengapa banyak orang justru tidak bisa mendapatkan uang selama pasar bullish? Alasannya sebenarnya sangat sederhana—mereka hanya melihat tingkat pengembalian, tetapi mengabaikan variabel kunci yaitu biaya pembiayaan.
Dalam pasar yang bergejolak, orang yang benar-benar bisa bertahan lama tidak mengandalkan keuntungan sesaat, melainkan seberapa murah mereka meminjam uang. Bayangkan, menggunakan biaya pembiayaan 1% untuk memanfaatkan pengembalian stabil sebesar 15%-20%, ini sendiri sudah merupakan keunggulan sistemik.
Inilah mengapa protokol pinjaman dengan TVL tinggi sangat diminati di DeFi. Sebagai contoh, protokol pinjaman stablecoin terkemuka memiliki kolam likuiditas lebih dari 4,3 miliar dolar AS, sehingga biaya pinjaman ditekan ke tingkat terendah di industri. Ketika likuiditas pasar melimpah, keunggulan ini berubah menjadi mesin penghasil pengembalian yang dapat diduplikasi dan berkelanjutan.
Sebaliknya, strategi yang mengejar APY 20%, 30% biasanya memiliki risiko lebih tinggi, dan sedikit saja terjadi volatilitas bisa menyebabkan margin call. Sedangkan metode pengelolaan keuangan berbasis biaya pembiayaan rendah sangat berbeda—
Volatilitas kecil, bisa tidur nyenyak; logika yang jelas, bisa berjalan jangka panjang; stabil dan dapat diandalkan, tidak bergantung pada keberuntungan. Ciri-ciri ini membuat dana profesional sangat menyukai strategi semacam ini.
Jika Anda mencari cara untuk mendapatkan pengembalian yang layak tanpa harus terus-menerus memantau pasar, layak untuk meluangkan waktu mempelajari struktur desain pinjaman DeFi. Pertumbuhan kekayaan yang sesungguhnya sering tersembunyi dalam detail-detail "tidak mencolok" ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
8 Suka
Hadiah
8
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MEVHunter
· 5jam yang lalu
43 miliar kolam likuiditas menekan biaya pinjaman ini, memang jauh lebih cerdas daripada mengejar APY yang tinggi. Keuntungan yang bisa tidur nyenyak itulah keuntungan sejati.
Lihat AsliBalas0
RetroHodler91
· 14jam yang lalu
Benar sekali, pembiayaan dengan biaya rendah adalah kunci utama, dan jebakan APY tinggi sudah pernah dilewati
Lihat AsliBalas0
BearMarketMonk
· 14jam yang lalu
Benar sekali, kebanyakan orang hanya serakah, melihat APY 30% langsung masuk, hasilnya satu crash mendadak likuidasi, tidak memikirkan biaya pinjaman.
Biaya pembiayaan adalah kunci, 1% memanfaatkan 20%, ini adalah cara yang benar
Lihat AsliBalas0
LuckyBearDrawer
· 14jam yang lalu
1% biaya pembiayaan mengangkat 20% keuntungan? Kedengarannya sangat menarik, tapi apakah fluktuasinya benar-benar kecil... Teman-teman yang sudah mencoba pasti mengerti
Kalimat "Bull market mati karena keserakahan" sekarang semakin terasa benar
Cerita tentang margin call yang sering didengar, malah mulai percaya pada stabilitas
Protokol pinjaman dengan biaya rendah terdengar nyaman, cuma tidak tahu kapan datangnya black swan berikutnya
Kolam sebesar 4,3 miliar terlihat aman, tapi kolam juga bisa kering, logika ini agak siklik
Saya setuju jika bisa tidur nyenyak, mengejar APY 30% memang bentuk penyiksaan diri
Benar, hanya takut teori sempurna tapi kenyataan memukul wajah
Biaya pembiayaan rendah ≠ keuntungan stabil, selalu merasa ada risiko yang terlewatkan
Lihat AsliBalas0
MEVSandwichVictim
· 14jam yang lalu
Cara bermain dengan biaya pembiayaan rendah terdengar menarik, tetapi berapa banyak yang benar-benar bisa mendapatkan pinjaman 1%?
Mengapa banyak orang justru tidak bisa mendapatkan uang selama pasar bullish? Alasannya sebenarnya sangat sederhana—mereka hanya melihat tingkat pengembalian, tetapi mengabaikan variabel kunci yaitu biaya pembiayaan.
Dalam pasar yang bergejolak, orang yang benar-benar bisa bertahan lama tidak mengandalkan keuntungan sesaat, melainkan seberapa murah mereka meminjam uang. Bayangkan, menggunakan biaya pembiayaan 1% untuk memanfaatkan pengembalian stabil sebesar 15%-20%, ini sendiri sudah merupakan keunggulan sistemik.
Inilah mengapa protokol pinjaman dengan TVL tinggi sangat diminati di DeFi. Sebagai contoh, protokol pinjaman stablecoin terkemuka memiliki kolam likuiditas lebih dari 4,3 miliar dolar AS, sehingga biaya pinjaman ditekan ke tingkat terendah di industri. Ketika likuiditas pasar melimpah, keunggulan ini berubah menjadi mesin penghasil pengembalian yang dapat diduplikasi dan berkelanjutan.
Sebaliknya, strategi yang mengejar APY 20%, 30% biasanya memiliki risiko lebih tinggi, dan sedikit saja terjadi volatilitas bisa menyebabkan margin call. Sedangkan metode pengelolaan keuangan berbasis biaya pembiayaan rendah sangat berbeda—
Volatilitas kecil, bisa tidur nyenyak; logika yang jelas, bisa berjalan jangka panjang; stabil dan dapat diandalkan, tidak bergantung pada keberuntungan. Ciri-ciri ini membuat dana profesional sangat menyukai strategi semacam ini.
Jika Anda mencari cara untuk mendapatkan pengembalian yang layak tanpa harus terus-menerus memantau pasar, layak untuk meluangkan waktu mempelajari struktur desain pinjaman DeFi. Pertumbuhan kekayaan yang sesungguhnya sering tersembunyi dalam detail-detail "tidak mencolok" ini.