Antara proyek kripto dan komunitas pengguna seringkali menjadi perjuangan yang berkepanjangan—satu sisi menyerukan desentralisasi, di sisi lain berjuang untuk mendapatkan kendali lebih besar atas suara mereka.
Setelah berita bahwa Tusky akan menutup layanan diumumkan, banyak pengguna langsung kebingungan. Batas waktu migrasi yang awalnya 19 Januari terlalu ketat, proses pemindahan data, verifikasi, hingga penerbitan baru, satu pun langkahnya bisa saja gagal dan menyebabkan kehilangan konten penting. Rasanya sangat mendesak.
Satu cuitan kunci pada 13 Januari membalikkan keadaan. Walrus Protocol secara langsung mengumumkan: jendela migrasi diperpanjang menjadi 90 hari penuh, ditunda hingga 19 Maret. Ini bukan sekadar pemberitahuan penundaan—lebih dari itu, ini menjawab satu pertanyaan besar: apa sebenarnya arti desentralisasi?
Banyak orang mengira desentralisasi hanyalah tumpukan teknologi, penyimpanan terdistribusi, kode koreksi kesalahan, dan sebagainya, yang penting data tetap hidup selamanya. Tapi pendekatan Walrus berbeda. Sebagai protokol penyimpanan dasar, teknologinya memang menjamin keberlanjutan data di node global—meskipun front-end mati, layanan berhenti, file blob tetap aman dan hidup di jaringan. Tapi timnya tidak berhenti di situ, mereka langsung berkoordinasi dengan Tusky dan berhasil mendapatkan tambahan waktu buffer selama 60 hari.
Apa artinya ini? Pengguna memiliki cukup waktu untuk memilih solusi pengganti secara tenang, bisa beralih ke ZarkLab, Nami, atau penerbit lain tanpa harus terburu-buru. Panduan migrasi juga dibuat sangat detail, langkah demi langkah dengan gambar yang memandu mereka memindahkan data dari ekosistem Sui secara lancar.
Desentralisasi sejati sebenarnya adalah kombinasi teknologi yang menjadi penyangga dan kemampuan mendengarkan keluhan pengguna secara nyata, lalu bertindak cepat. Operasi Walrus ini sangat menunjukkan esensinya.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Benar, masa tenggang 90 hari jauh lebih kuat dari apa pun, ini baru disebut proyek yang mendengarkan suara pengguna
Lihat AsliBalas0
RatioHunter
· 13jam yang lalu
Ini yang saya ingin lihat, bukan hanya sekadar mengumumkan desentralisasi
Keterampilan bertindaklah yang sebenarnya, kombinasi teknologi dan humaniora ini dilakukan dengan sangat baik
Lihat AsliBalas0
DuckFluff
· 13jam yang lalu
Wah, operasi Walrus ini benar-benar keren, akhirnya melihat ada tim yang benar-benar memikirkan pengguna.
Lihat AsliBalas0
SolidityNewbie
· 13jam yang lalu
Wtf ini baru benar-benar desentralisasi, bukan sekadar slogan saja
Antara proyek kripto dan komunitas pengguna seringkali menjadi perjuangan yang berkepanjangan—satu sisi menyerukan desentralisasi, di sisi lain berjuang untuk mendapatkan kendali lebih besar atas suara mereka.
Setelah berita bahwa Tusky akan menutup layanan diumumkan, banyak pengguna langsung kebingungan. Batas waktu migrasi yang awalnya 19 Januari terlalu ketat, proses pemindahan data, verifikasi, hingga penerbitan baru, satu pun langkahnya bisa saja gagal dan menyebabkan kehilangan konten penting. Rasanya sangat mendesak.
Satu cuitan kunci pada 13 Januari membalikkan keadaan. Walrus Protocol secara langsung mengumumkan: jendela migrasi diperpanjang menjadi 90 hari penuh, ditunda hingga 19 Maret. Ini bukan sekadar pemberitahuan penundaan—lebih dari itu, ini menjawab satu pertanyaan besar: apa sebenarnya arti desentralisasi?
Banyak orang mengira desentralisasi hanyalah tumpukan teknologi, penyimpanan terdistribusi, kode koreksi kesalahan, dan sebagainya, yang penting data tetap hidup selamanya. Tapi pendekatan Walrus berbeda. Sebagai protokol penyimpanan dasar, teknologinya memang menjamin keberlanjutan data di node global—meskipun front-end mati, layanan berhenti, file blob tetap aman dan hidup di jaringan. Tapi timnya tidak berhenti di situ, mereka langsung berkoordinasi dengan Tusky dan berhasil mendapatkan tambahan waktu buffer selama 60 hari.
Apa artinya ini? Pengguna memiliki cukup waktu untuk memilih solusi pengganti secara tenang, bisa beralih ke ZarkLab, Nami, atau penerbit lain tanpa harus terburu-buru. Panduan migrasi juga dibuat sangat detail, langkah demi langkah dengan gambar yang memandu mereka memindahkan data dari ekosistem Sui secara lancar.
Desentralisasi sejati sebenarnya adalah kombinasi teknologi yang menjadi penyangga dan kemampuan mendengarkan keluhan pengguna secara nyata, lalu bertindak cepat. Operasi Walrus ini sangat menunjukkan esensinya.