Belakangan ini, laporan tentang kembali dilanjutkannya regulasi penambangan bitcoin di China mengguncang pasar aset kripto. Hashrate Bitcoin (BTC) menurun sekitar 8%, dan rumor tentang penghentian penambangan besar-besaran menyebar di industri. Namun, jika menelusuri data di atas rantai, kebenaran dari keributan ini tampak lebih kompleks.
Reaksi Berlebihan Pasar: Kisah Sebenarnya yang Diceritakan Data
Pada pertengahan Desember, beredar laporan bahwa penambangan bitcoin di Xinjiang sedang diaudit. Dalam laporan berikutnya, diklaim bahwa setidaknya 400.000 mesin penambang di China telah dihentikan. Informasi ini dengan cepat menyebar di pasar dan dikutip sebagai bukti penghentian penambangan besar-besaran.
Namun, menilai hanya dari penurunan hashrate yang tampak di permukaan sangat berisiko. Jika menelusuri data dari masing-masing kolam penambangan, situasinya berbeda dari laporan tersebut.
Analisis Hashrate per Kolam: Realitas Penambangan Bitcoin di China
Menariknya, sebagian besar penurunan hashrate berasal dari kolam penambangan di Amerika Utara (seperti Foundry USA), yang mencatat kehilangan total sekitar 200 EH/s. Sementara itu, penurunan dari kolam berbasis di China seperti Antpool dan F2Pool hanya sekitar 100 EH/s.
Per 18 Desember, sebagian besar kolam sudah kembali ke level normal, menunjukkan bahwa penurunan ini bersifat sementara. Kemungkinan besar, beberapa penambang berhenti secara singkat untuk menghindari inspeksi, dan ini bukanlah keruntuhan industri besar dan jangka panjang seperti yang dikhawatirkan pasar.
Data yang Menunjukkan Psikologi Pasar dan FUD
Dalam lingkungan pasar yang risk-off, gangguan kecil pun dapat memicu kepanikan besar. Berita regulasi China bitcoin mining adalah contoh nyata. Banyak laporan didasarkan pada informasi yang tidak akurat, dan skala penghentian penambangan sering kali dibesar-besarkan.
Harga Bitcoin saat ini berada di sekitar $95.56K, dan penurunan ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar yang lebih luas daripada hanya laporan regulasi sesaat.
Kesimpulan: Pentingnya Verifikasi Data
Penurunan hashrate Bitcoin memang menjadi headline, tetapi berdasarkan data dari masing-masing kolam, ini hanyalah gangguan sementara di China bitcoin mining dan bukan masalah struktural industri secara keseluruhan. Peserta pasar perlu menganalisis data secara tenang sebelum bereaksi terhadap laporan.
Kasus ini melambangkan pentingnya membedakan antara “iklan berlebihan” dan “realitas”, dan dalam situasi FUD serupa di masa depan, analisis fundamental yang hati-hati tetap sangat diperlukan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apakah laporan regulasi penambangan Bitcoin di China merupakan krisis nyata atau hanya kepanikan pasar?
Belakangan ini, laporan tentang kembali dilanjutkannya regulasi penambangan bitcoin di China mengguncang pasar aset kripto. Hashrate Bitcoin (BTC) menurun sekitar 8%, dan rumor tentang penghentian penambangan besar-besaran menyebar di industri. Namun, jika menelusuri data di atas rantai, kebenaran dari keributan ini tampak lebih kompleks.
Reaksi Berlebihan Pasar: Kisah Sebenarnya yang Diceritakan Data
Pada pertengahan Desember, beredar laporan bahwa penambangan bitcoin di Xinjiang sedang diaudit. Dalam laporan berikutnya, diklaim bahwa setidaknya 400.000 mesin penambang di China telah dihentikan. Informasi ini dengan cepat menyebar di pasar dan dikutip sebagai bukti penghentian penambangan besar-besaran.
Namun, menilai hanya dari penurunan hashrate yang tampak di permukaan sangat berisiko. Jika menelusuri data dari masing-masing kolam penambangan, situasinya berbeda dari laporan tersebut.
Analisis Hashrate per Kolam: Realitas Penambangan Bitcoin di China
Menariknya, sebagian besar penurunan hashrate berasal dari kolam penambangan di Amerika Utara (seperti Foundry USA), yang mencatat kehilangan total sekitar 200 EH/s. Sementara itu, penurunan dari kolam berbasis di China seperti Antpool dan F2Pool hanya sekitar 100 EH/s.
Per 18 Desember, sebagian besar kolam sudah kembali ke level normal, menunjukkan bahwa penurunan ini bersifat sementara. Kemungkinan besar, beberapa penambang berhenti secara singkat untuk menghindari inspeksi, dan ini bukanlah keruntuhan industri besar dan jangka panjang seperti yang dikhawatirkan pasar.
Data yang Menunjukkan Psikologi Pasar dan FUD
Dalam lingkungan pasar yang risk-off, gangguan kecil pun dapat memicu kepanikan besar. Berita regulasi China bitcoin mining adalah contoh nyata. Banyak laporan didasarkan pada informasi yang tidak akurat, dan skala penghentian penambangan sering kali dibesar-besarkan.
Harga Bitcoin saat ini berada di sekitar $95.56K, dan penurunan ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar yang lebih luas daripada hanya laporan regulasi sesaat.
Kesimpulan: Pentingnya Verifikasi Data
Penurunan hashrate Bitcoin memang menjadi headline, tetapi berdasarkan data dari masing-masing kolam, ini hanyalah gangguan sementara di China bitcoin mining dan bukan masalah struktural industri secara keseluruhan. Peserta pasar perlu menganalisis data secara tenang sebelum bereaksi terhadap laporan.
Kasus ini melambangkan pentingnya membedakan antara “iklan berlebihan” dan “realitas”, dan dalam situasi FUD serupa di masa depan, analisis fundamental yang hati-hati tetap sangat diperlukan.