Pada hari Senin, 15 Desember, pasar logam mulia menunjukkan momentum kenaikan di bursa lokal Arab Saudi, dengan logam berharga tersebut menguat terhadap Riyal Saudi. Data perdagangan menunjukkan logam kuning mencapai SAR 521.91 per gram, meningkat dari penutupan hari Jumat sebesar SAR 518.67 per gram. Ini menunjukkan akumulasi yang stabil di pasar logam mulia di kerajaan tersebut. Demikian pula, standar pengukuran yang dikenal sebagai tola menguat menjadi SAR 6,087.57 dari SAR 6,049.62 pada sesi sebelumnya, menunjukkan kekuatan yang konsisten di berbagai denominasi unit.
Referensi Harga di Berbagai Unit
Tabel berikut mencerminkan kutipan pasar saat ini di Arab Saudi, di mana mata uang lokal—Riyal Saudi—berfungsi sebagai media pertukaran standar untuk perdagangan logam mulia:
Satuan Pengukuran
Harga Emas dalam SAR
1 Gram
521.91
10 Gram
5,219.12
Tola
6,087.57
Troy Ounce
16,233.20
Catatan: Perhitungan harga didasarkan pada tarif pasar internasional yang dikonversi ke Riyal Saudi, diperbarui untuk mencerminkan kondisi pasar secara real-time saat publikasi. Variasi lokal mungkin terjadi.
Mengapa Emas Memiliki Kepentingan Strategis
Sepanjang peradaban, logam mulia ini berfungsi sebagai penyimpan kekayaan dan media perdagangan dasar. Selain penggunaannya yang estetis dan ornamental, pelaku pasar semakin menganggap emas sebagai aset defensif—terutama berharga selama periode ketidakpastian ekonomi dan volatilitas keuangan.
Investor sering menggunakan logam mulia sebagai asuransi terhadap erosi mata uang dan penurunan daya beli, mengingat independensinya dari otoritas pemerintah atau institusi tertentu. Utilitas logam ini melampaui portofolio individu ke dalam strategi pengelolaan cadangan bank sentral di seluruh dunia.
Ketertarikan Bank Sentral yang Semakin Tinggi terhadap Logam Mulia
Otoritas moneter telah menjadi pemegang utama cadangan emas institusional. Dalam kondisi pasar yang tidak stabil, bank sentral memperbesar kepemilikan logam mulia mereka untuk memperkuat persepsi stabilitas ekonomi dan kekuatan mata uang—dengan cadangan emas yang besar sering kali menjadi indikator kepercayaan terhadap solvabilitas nasional.
Data dari World Gold Council mengungkapkan bahwa bank sentral mengakumulasi 1.136 ton emas—dengan nilai sekitar $70 miliar—selama tahun 2022, menandai volume pembelian tahunan terbesar dalam sejarah tercatat. Terutama, bank sentral pasar berkembang, khususnya di China, India, dan Turki, telah mempercepat program akuisisi mereka secara signifikan.
Dinamika Pasar dan Faktor Penggerak Harga
Emas menunjukkan hubungan terbalik dengan Dolar AS dan instrumen Treasury AS, karena ketiganya bersaing untuk posisi sebagai cadangan global dan aset safe-haven. Kelemahan dolar biasanya berkorelasi dengan kekuatan logam mulia, memungkinkan investor internasional dan pengelola cadangan untuk menyeimbangkan portofolio selama periode turbulen. Selain itu, saham dan logam mulia bergerak berlawanan arah—kebangkitan pasar saham cenderung menekan permintaan emas, sementara penjualan saham mengarahkan modal ke logam kuning yang dipandang aman.
Berbagai faktor mempengaruhi trajektori harga: ketegangan geopolitik dan kekhawatiran resesi dengan cepat mempercepat kenaikan nilai logam mulia karena daya tarik safe-haven-nya. Sebagai aset yang tidak menghasilkan yield, emas mempertahankan korelasi terbalik dengan lingkungan suku bunga—penurunan suku bunga biasanya mendukung harga, sementara kenaikan suku bunga menciptakan hambatan. Yang paling penting, pergerakan harga tetap terikat pada kekuatan Dolar AS (diukur dalam pasangan XAU/USD), karena komoditas ini dipatok dan diselesaikan secara global dalam dolar. Lingkungan dolar yang kuat membatasi potensi kenaikan, sementara depresiasi dolar mendorong apresiasi emas.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pasar Emas Arab Saudi: Pembaruan Harga 15 Desember dan Wawasan Pasar
Pergerakan Pasar dalam Mata Uang Lokal
Pada hari Senin, 15 Desember, pasar logam mulia menunjukkan momentum kenaikan di bursa lokal Arab Saudi, dengan logam berharga tersebut menguat terhadap Riyal Saudi. Data perdagangan menunjukkan logam kuning mencapai SAR 521.91 per gram, meningkat dari penutupan hari Jumat sebesar SAR 518.67 per gram. Ini menunjukkan akumulasi yang stabil di pasar logam mulia di kerajaan tersebut. Demikian pula, standar pengukuran yang dikenal sebagai tola menguat menjadi SAR 6,087.57 dari SAR 6,049.62 pada sesi sebelumnya, menunjukkan kekuatan yang konsisten di berbagai denominasi unit.
Referensi Harga di Berbagai Unit
Tabel berikut mencerminkan kutipan pasar saat ini di Arab Saudi, di mana mata uang lokal—Riyal Saudi—berfungsi sebagai media pertukaran standar untuk perdagangan logam mulia:
Catatan: Perhitungan harga didasarkan pada tarif pasar internasional yang dikonversi ke Riyal Saudi, diperbarui untuk mencerminkan kondisi pasar secara real-time saat publikasi. Variasi lokal mungkin terjadi.
Mengapa Emas Memiliki Kepentingan Strategis
Sepanjang peradaban, logam mulia ini berfungsi sebagai penyimpan kekayaan dan media perdagangan dasar. Selain penggunaannya yang estetis dan ornamental, pelaku pasar semakin menganggap emas sebagai aset defensif—terutama berharga selama periode ketidakpastian ekonomi dan volatilitas keuangan.
Investor sering menggunakan logam mulia sebagai asuransi terhadap erosi mata uang dan penurunan daya beli, mengingat independensinya dari otoritas pemerintah atau institusi tertentu. Utilitas logam ini melampaui portofolio individu ke dalam strategi pengelolaan cadangan bank sentral di seluruh dunia.
Ketertarikan Bank Sentral yang Semakin Tinggi terhadap Logam Mulia
Otoritas moneter telah menjadi pemegang utama cadangan emas institusional. Dalam kondisi pasar yang tidak stabil, bank sentral memperbesar kepemilikan logam mulia mereka untuk memperkuat persepsi stabilitas ekonomi dan kekuatan mata uang—dengan cadangan emas yang besar sering kali menjadi indikator kepercayaan terhadap solvabilitas nasional.
Data dari World Gold Council mengungkapkan bahwa bank sentral mengakumulasi 1.136 ton emas—dengan nilai sekitar $70 miliar—selama tahun 2022, menandai volume pembelian tahunan terbesar dalam sejarah tercatat. Terutama, bank sentral pasar berkembang, khususnya di China, India, dan Turki, telah mempercepat program akuisisi mereka secara signifikan.
Dinamika Pasar dan Faktor Penggerak Harga
Emas menunjukkan hubungan terbalik dengan Dolar AS dan instrumen Treasury AS, karena ketiganya bersaing untuk posisi sebagai cadangan global dan aset safe-haven. Kelemahan dolar biasanya berkorelasi dengan kekuatan logam mulia, memungkinkan investor internasional dan pengelola cadangan untuk menyeimbangkan portofolio selama periode turbulen. Selain itu, saham dan logam mulia bergerak berlawanan arah—kebangkitan pasar saham cenderung menekan permintaan emas, sementara penjualan saham mengarahkan modal ke logam kuning yang dipandang aman.
Berbagai faktor mempengaruhi trajektori harga: ketegangan geopolitik dan kekhawatiran resesi dengan cepat mempercepat kenaikan nilai logam mulia karena daya tarik safe-haven-nya. Sebagai aset yang tidak menghasilkan yield, emas mempertahankan korelasi terbalik dengan lingkungan suku bunga—penurunan suku bunga biasanya mendukung harga, sementara kenaikan suku bunga menciptakan hambatan. Yang paling penting, pergerakan harga tetap terikat pada kekuatan Dolar AS (diukur dalam pasangan XAU/USD), karena komoditas ini dipatok dan diselesaikan secara global dalam dolar. Lingkungan dolar yang kuat membatasi potensi kenaikan, sementara depresiasi dolar mendorong apresiasi emas.