Dolar Australia telah menjadi salah satu penggerak terkuat di antara mata uang pasar maju dalam beberapa minggu terakhir, mengikuti ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia mungkin akan lebih dulu menaikkan suku bunga dibandingkan bank sentral lainnya. Namun, penurunan hari ini menunjukkan bahwa kewaspadaan tertentu diperlukan, terutama karena pimpinan RBA baru-baru ini terdengar kurang agresif tentang langkah-langkah melawan inflasi.
Taruhan Kenaikan Suku Bunga Pasar Menghadapi Kenyataan
Sejak akhir November, AUD/USD menunjukkan tren naik yang jelas, dengan mata uang ini mengungguli sebagian besar rekan-rekannya di G10 sepanjang tahun ini. Kekuatan ini sebagian besar berasal dari posisi investor terkait kemungkinan bahwa Australia akan menjadi salah satu ekonomi maju pertama yang menaikkan suku bunga, mengingat tekanan inflasi yang terus-menerus di dalam negeri.
Namun, pernyataan terbaru dari Wakil Gubernur RBA Hauser menyuntikkan ketidakpastian ke dalam narasi ini. Pembuat kebijakan tampaknya cenderung mengambil pendekatan yang lebih terukur dalam menangani tekanan harga daripada terburu-buru melakukan pengetatan. Analisis Rabobank menunjukkan bahwa bank sentral kemungkinan akan bergerak lebih hati-hati daripada yang diperkirakan pasar saat ini, menciptakan ketidaksesuaian antara ekspektasi dan hasil yang mungkin terjadi.
Penurunan Jangka Pendek Mungkin Terjadi Sebelum Pulih
Dalam jangka pendek—sekitar satu hingga tiga bulan—AUD/USD bisa menguji level yang lebih rendah di sekitar 0.66 saat trader menyesuaikan kembali asumsi kenaikan suku bunga mereka. Kelemahan hari ini mungkin menjadi awal dari penyesuaian ulang harga ini, dengan peserta pasar menilai kembali garis waktu untuk tindakan kebijakan. Sebagai referensi, mengonversi 125 AUD ke USD pada level saat ini menggambarkan rentang perdagangan mata uang yang lebih luas.
Fundamental Masih Mendukung Kekuatan Jangka Menengah
Meskipun menghadapi hambatan jangka pendek, gambaran ekonomi dasar Australia tetap menarik. Negara ini mempertahankan posisi fiskal yang relatif kuat dibandingkan negara G10 lainnya dan menunjukkan momentum pertumbuhan yang solid. Keunggulan fundamental ini seharusnya mendukung permintaan terhadap aset Australia selama 12 bulan ke depan.
Rabobank memproyeksikan AUD/USD dapat mencapai 0.69 dalam waktu satu tahun karena aliran diversifikasi yang mendukung kekuatan ekonomi komparatif Australia. Penurunan hari ini tampaknya lebih taktis daripada strategis, menunjukkan bahwa investor yang sabar mungkin akan menemukan titik masuk yang lebih baik sebelum rally jangka panjang dilanjutkan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Dolar Australia Kehilangan Momentum Hari Ini Tetapi Rally Jangka Panjang Tampak Kokoh
Dolar Australia telah menjadi salah satu penggerak terkuat di antara mata uang pasar maju dalam beberapa minggu terakhir, mengikuti ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia mungkin akan lebih dulu menaikkan suku bunga dibandingkan bank sentral lainnya. Namun, penurunan hari ini menunjukkan bahwa kewaspadaan tertentu diperlukan, terutama karena pimpinan RBA baru-baru ini terdengar kurang agresif tentang langkah-langkah melawan inflasi.
Taruhan Kenaikan Suku Bunga Pasar Menghadapi Kenyataan
Sejak akhir November, AUD/USD menunjukkan tren naik yang jelas, dengan mata uang ini mengungguli sebagian besar rekan-rekannya di G10 sepanjang tahun ini. Kekuatan ini sebagian besar berasal dari posisi investor terkait kemungkinan bahwa Australia akan menjadi salah satu ekonomi maju pertama yang menaikkan suku bunga, mengingat tekanan inflasi yang terus-menerus di dalam negeri.
Namun, pernyataan terbaru dari Wakil Gubernur RBA Hauser menyuntikkan ketidakpastian ke dalam narasi ini. Pembuat kebijakan tampaknya cenderung mengambil pendekatan yang lebih terukur dalam menangani tekanan harga daripada terburu-buru melakukan pengetatan. Analisis Rabobank menunjukkan bahwa bank sentral kemungkinan akan bergerak lebih hati-hati daripada yang diperkirakan pasar saat ini, menciptakan ketidaksesuaian antara ekspektasi dan hasil yang mungkin terjadi.
Penurunan Jangka Pendek Mungkin Terjadi Sebelum Pulih
Dalam jangka pendek—sekitar satu hingga tiga bulan—AUD/USD bisa menguji level yang lebih rendah di sekitar 0.66 saat trader menyesuaikan kembali asumsi kenaikan suku bunga mereka. Kelemahan hari ini mungkin menjadi awal dari penyesuaian ulang harga ini, dengan peserta pasar menilai kembali garis waktu untuk tindakan kebijakan. Sebagai referensi, mengonversi 125 AUD ke USD pada level saat ini menggambarkan rentang perdagangan mata uang yang lebih luas.
Fundamental Masih Mendukung Kekuatan Jangka Menengah
Meskipun menghadapi hambatan jangka pendek, gambaran ekonomi dasar Australia tetap menarik. Negara ini mempertahankan posisi fiskal yang relatif kuat dibandingkan negara G10 lainnya dan menunjukkan momentum pertumbuhan yang solid. Keunggulan fundamental ini seharusnya mendukung permintaan terhadap aset Australia selama 12 bulan ke depan.
Rabobank memproyeksikan AUD/USD dapat mencapai 0.69 dalam waktu satu tahun karena aliran diversifikasi yang mendukung kekuatan ekonomi komparatif Australia. Penurunan hari ini tampaknya lebih taktis daripada strategis, menunjukkan bahwa investor yang sabar mungkin akan menemukan titik masuk yang lebih baik sebelum rally jangka panjang dilanjutkan.