Smart contracts yang dihasilkan AI: berkah atau kutukan untuk keamanan Web3?
Kegaduhan seputar pengembangan kontrak berbantu AI semakin keras, tetapi pertanyaan sebenarnya tetap—apakah kenyamanan datang dengan mengorbankan keamanan?
Pikirkan ini: AI dapat mempercepat siklus pengembangan dan menangkap kesalahan dasar. Tetapi apakah AI benar-benar dapat memahami logika kontrak yang kompleks, kasus tepi, dan vektor serangan yang muncul? Tiga perusahaan keamanan independen telah menyelidiki ketegangan ini secara mendalam.
Di satu sisi, asisten AI menurunkan hambatan masuk, mendemokratisasi pembuatan kontrak pintar. Di sisi lain, kita melihat ledakan kode yang dihasilkan AI yang lolos audit dasar tetapi menyimpan kerentanan halus.
Kuncinya bukanlah apakah AI baik atau buruk—melainkan bagaimana kita menggunakannya. Menggabungkan pengembangan AI dengan audit manusia yang ketat, verifikasi formal, dan pengujian berlapis-lapis tampaknya menjadi tempat terjadinya keajaiban nyata. Masa depan mungkin bukan AI menggantikan auditor; melainkan AI dan ahli keamanan bekerja secara bersamaan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
13 Suka
Hadiah
13
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
DancingCandles
· 5jam yang lalu
Kumpulan kontrak yang dihasilkan AI, jujur saja, hanya untuk kecepatan, tapi saya tidak percaya itu benar-benar bisa menangani kasus-kasus edge... Sudah terlalu banyak proyek yang lolos "melalui audit" tetapi tetap terbongkar.
Lihat AsliBalas0
Anon4461
· 5jam yang lalu
AI menulis kontrak? Eh... terdengar cukup menarik, tapi aku masih agak ragu. Apakah kode yang dihasilkan otomatis itu benar-benar dapat diandalkan?
Lihat AsliBalas0
GetRichLeek
· 5jam yang lalu
Kembali menipu saya agar menggunakan AI untuk menulis kontrak, hasilnya setelah diaudit langsung gagal, saya cuma bilang kapan saya pernah melihat keamanan yang murah, kali ini saya kembali terjebak.
Smart contracts yang dihasilkan AI: berkah atau kutukan untuk keamanan Web3?
Kegaduhan seputar pengembangan kontrak berbantu AI semakin keras, tetapi pertanyaan sebenarnya tetap—apakah kenyamanan datang dengan mengorbankan keamanan?
Pikirkan ini: AI dapat mempercepat siklus pengembangan dan menangkap kesalahan dasar. Tetapi apakah AI benar-benar dapat memahami logika kontrak yang kompleks, kasus tepi, dan vektor serangan yang muncul? Tiga perusahaan keamanan independen telah menyelidiki ketegangan ini secara mendalam.
Di satu sisi, asisten AI menurunkan hambatan masuk, mendemokratisasi pembuatan kontrak pintar. Di sisi lain, kita melihat ledakan kode yang dihasilkan AI yang lolos audit dasar tetapi menyimpan kerentanan halus.
Kuncinya bukanlah apakah AI baik atau buruk—melainkan bagaimana kita menggunakannya. Menggabungkan pengembangan AI dengan audit manusia yang ketat, verifikasi formal, dan pengujian berlapis-lapis tampaknya menjadi tempat terjadinya keajaiban nyata. Masa depan mungkin bukan AI menggantikan auditor; melainkan AI dan ahli keamanan bekerja secara bersamaan.