Ekosistem stablecoin Revolut sedang mengalami percepatan yang dramatis. Volume transaksi bulanan telah melonjak dari sekitar $600M menjadi puncaknya sebesar $1,2 miliar pada akhir 2025, menandai pergeseran transformasional dalam cara platform fintech menangani pembayaran digital.
Angka di Balik Lonjakan Pertumbuhan
Data menunjukkan cerita yang menarik: transaksi stablecoin yang dipatok dolar di Revolut meningkat dengan tingkat pertumbuhan 156%, dengan total nilai pembayaran meningkat sebesar 38,5% selama dua tahun terakhir. Lebih mencolok lagi adalah proyeksi bahwa stablecoin dapat merebut antara 0,315% hingga 0,58% dari volume transaksi keseluruhan Revolut—penggandaan pangsa pasar.
Ini tidak selalu terjadi. Adopsi awal berjalan lambat hingga tahun 2025, ketika momentum berubah secara dramatis. Platform ini telah menyalurkan keuntungan ini ke berbagai jaringan blockchain, dengan Ethereum dan TRON mendominasi, sementara Solana dan Avalanche semakin mendapatkan pangsa setelah integrasi terbaru mereka.
Mengapa Ini Penting untuk Fintech
Beberapa faktor mendorong percepatan ini. Pada November 2025, Revolut memperkenalkan konversi USD-ke-stablecoin 1:1 yang mulus, menghilangkan gesekan dari slippage harga. Penyempurnaan teknis ini saja telah mengubah perilaku pengguna, terutama untuk pembayaran ritel mulai dari $1 hingga $500.
Platform ini juga memperluas infrastruktur stablecoin-nya dengan menambahkan dukungan Polygon dan Solana, sekaligus memperdalam kemitraan melalui integrasi RevolutX dan Revolut Ramp dengan Metamask. Langkah-langkah ini secara langsung memungkinkan pengguna beralih antara keuangan tradisional dan pembayaran kripto tanpa ragu.
2026: Gambaran Lebih Besar Muncul
Melihat ke depan, trajektori tetap curam. Transfer stablecoin kumulatif mencapai $10B sepanjang 2025 dan telah melampaui $15B pada awal 2026. Open Money Stack yang baru diluncurkan oleh Polygon diposisikan untuk mempercepat ini lebih jauh, dengan target eksplisit pada layanan fintech seperti Revolut dan Stripe.
Yang membedakan Revolut adalah status regulasinya—fintech berlisensi dengan infrastruktur pembayaran tingkat institusional yang dipadukan dengan jalur transaksi native kripto. Di pasar di mana pesaing masih bereksperimen dengan alternatif tanpa KYC, legitimasi Revolut memberikan keunggulan struktural.
Konvergensi utilitas stablecoin, keberagaman jaringan, dan kepatuhan regulasi menunjukkan adopsi uang digital oleh fintech sedang mencapai titik balik.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Gelombang Transaksi Stablecoin Revolut: Dari $600M hingga $1.2B Bulanan
Ekosistem stablecoin Revolut sedang mengalami percepatan yang dramatis. Volume transaksi bulanan telah melonjak dari sekitar $600M menjadi puncaknya sebesar $1,2 miliar pada akhir 2025, menandai pergeseran transformasional dalam cara platform fintech menangani pembayaran digital.
Angka di Balik Lonjakan Pertumbuhan
Data menunjukkan cerita yang menarik: transaksi stablecoin yang dipatok dolar di Revolut meningkat dengan tingkat pertumbuhan 156%, dengan total nilai pembayaran meningkat sebesar 38,5% selama dua tahun terakhir. Lebih mencolok lagi adalah proyeksi bahwa stablecoin dapat merebut antara 0,315% hingga 0,58% dari volume transaksi keseluruhan Revolut—penggandaan pangsa pasar.
Ini tidak selalu terjadi. Adopsi awal berjalan lambat hingga tahun 2025, ketika momentum berubah secara dramatis. Platform ini telah menyalurkan keuntungan ini ke berbagai jaringan blockchain, dengan Ethereum dan TRON mendominasi, sementara Solana dan Avalanche semakin mendapatkan pangsa setelah integrasi terbaru mereka.
Mengapa Ini Penting untuk Fintech
Beberapa faktor mendorong percepatan ini. Pada November 2025, Revolut memperkenalkan konversi USD-ke-stablecoin 1:1 yang mulus, menghilangkan gesekan dari slippage harga. Penyempurnaan teknis ini saja telah mengubah perilaku pengguna, terutama untuk pembayaran ritel mulai dari $1 hingga $500.
Platform ini juga memperluas infrastruktur stablecoin-nya dengan menambahkan dukungan Polygon dan Solana, sekaligus memperdalam kemitraan melalui integrasi RevolutX dan Revolut Ramp dengan Metamask. Langkah-langkah ini secara langsung memungkinkan pengguna beralih antara keuangan tradisional dan pembayaran kripto tanpa ragu.
2026: Gambaran Lebih Besar Muncul
Melihat ke depan, trajektori tetap curam. Transfer stablecoin kumulatif mencapai $10B sepanjang 2025 dan telah melampaui $15B pada awal 2026. Open Money Stack yang baru diluncurkan oleh Polygon diposisikan untuk mempercepat ini lebih jauh, dengan target eksplisit pada layanan fintech seperti Revolut dan Stripe.
Yang membedakan Revolut adalah status regulasinya—fintech berlisensi dengan infrastruktur pembayaran tingkat institusional yang dipadukan dengan jalur transaksi native kripto. Di pasar di mana pesaing masih bereksperimen dengan alternatif tanpa KYC, legitimasi Revolut memberikan keunggulan struktural.
Konvergensi utilitas stablecoin, keberagaman jaringan, dan kepatuhan regulasi menunjukkan adopsi uang digital oleh fintech sedang mencapai titik balik.