Dua tahun terakhir, ekosistem aplikasi on-chain memang mengalami iterasi yang cepat. Dari awalnya kontrak DeFi, kita kini telah memasuki era pengembangan paralel di berbagai jalur seperti NFT, game blockchain, sosial, AI, lintas rantai, dan arsitektur modular.
Namun, dalam proses ini, selalu ada satu pertanyaan yang belum terjawab: di mana seharusnya data besar yang diperlukan oleh aplikasi kompleks disimpan? Siapa yang bisa menjamin bahwa data tersebut benar dan dapat dipercaya?
Berdasarkan pemikiran ini, saya mulai memperhatikan beberapa skema protokol penyimpanan baru. Salah satu proyek yang menarik perhatian adalah yang tidak menekankan indikator seperti "berapa banyak data yang bisa disimpan", melainkan mengembalikan penyimpanan ke panggung utama dalam desain sistem blockchain. Secara sederhana, ini bukan sekadar menjadi pendukung layanan, melainkan berusaha benar-benar menjadi infrastruktur dasar yang terintegrasi dalam dunia chain.
Banyak orang mungkin belum menyadari makna mendalam di balik ini.
Ketika aplikasi menjadi semakin kompleks dan kontrak semakin bergantung pada data dari luar rantai, jika data tersebut sendiri tidak dapat diverifikasi atau dilacak kembali, maka "keamanan desentralisasi" sebenarnya hanya berhenti pada tingkat eksekusi kode. Inovasi dari protokol ini adalah: membuat data itu sendiri memiliki atribut yang dapat diverifikasi di dalam rantai. Tidak lagi "kamu harus percaya padaku", melainkan "kontrak pintar bisa langsung memverifikasi kamu". Tingkat kesulitan teknisnya sangat tinggi, tetapi begitu terwujud, ruang imajinasi pengembangan aplikasi akan terbuka secara penuh.
Bayangkan saja:
Jika data status inti dari game blockchain, ringkasan dataset pelatihan sebuah AI, atau catatan sejarah penting sebuah DAO dapat secara stabil dirujuk dan diverifikasi secara otomatis melalui skema ini, maka pengembang tidak perlu lagi membuat kompromi antara keamanan dan kompleksitas fungsi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
BlockchainFoodie
· 01-16 10:55
ngl ini benar-benar masalah verifikasi dari ladang ke meja makan tetapi untuk data blockchain... seperti akhirnya ada yang mengerti. tidak bisa membangun sistem tanpa kepercayaan pada bahan yang sumbernya meragukan, tahu?
Lihat AsliBalas0
ChainSpy
· 01-16 10:55
Data yang dapat diverifikasi memang benar-benar menjadi titik lemah, tetapi sejujurnya rasanya masih terlalu idealis... Baru setelah benar-benar diluncurkan dan berjalan lancar, kita bisa melihat hasilnya.
Lihat AsliBalas0
RugpullTherapist
· 01-16 10:44
Verifikasi data memang benar-benar menjadi masalah utama, tapi terlalu idealis... apakah kenyataannya akan semulus itu
Lihat AsliBalas0
SillyWhale
· 01-16 10:31
Singkatnya, ini adalah masalah lapisan kepercayaan data, dan memang sudah saatnya ada yang mengisi kekosongan ini.
Dua tahun terakhir, ekosistem aplikasi on-chain memang mengalami iterasi yang cepat. Dari awalnya kontrak DeFi, kita kini telah memasuki era pengembangan paralel di berbagai jalur seperti NFT, game blockchain, sosial, AI, lintas rantai, dan arsitektur modular.
Namun, dalam proses ini, selalu ada satu pertanyaan yang belum terjawab: di mana seharusnya data besar yang diperlukan oleh aplikasi kompleks disimpan? Siapa yang bisa menjamin bahwa data tersebut benar dan dapat dipercaya?
Berdasarkan pemikiran ini, saya mulai memperhatikan beberapa skema protokol penyimpanan baru. Salah satu proyek yang menarik perhatian adalah yang tidak menekankan indikator seperti "berapa banyak data yang bisa disimpan", melainkan mengembalikan penyimpanan ke panggung utama dalam desain sistem blockchain. Secara sederhana, ini bukan sekadar menjadi pendukung layanan, melainkan berusaha benar-benar menjadi infrastruktur dasar yang terintegrasi dalam dunia chain.
Banyak orang mungkin belum menyadari makna mendalam di balik ini.
Ketika aplikasi menjadi semakin kompleks dan kontrak semakin bergantung pada data dari luar rantai, jika data tersebut sendiri tidak dapat diverifikasi atau dilacak kembali, maka "keamanan desentralisasi" sebenarnya hanya berhenti pada tingkat eksekusi kode. Inovasi dari protokol ini adalah: membuat data itu sendiri memiliki atribut yang dapat diverifikasi di dalam rantai. Tidak lagi "kamu harus percaya padaku", melainkan "kontrak pintar bisa langsung memverifikasi kamu". Tingkat kesulitan teknisnya sangat tinggi, tetapi begitu terwujud, ruang imajinasi pengembangan aplikasi akan terbuka secara penuh.
Bayangkan saja:
Jika data status inti dari game blockchain, ringkasan dataset pelatihan sebuah AI, atau catatan sejarah penting sebuah DAO dapat secara stabil dirujuk dan diverifikasi secara otomatis melalui skema ini, maka pengembang tidak perlu lagi membuat kompromi antara keamanan dan kompleksitas fungsi.