Senat Amerika Serikat baru saja mengumumkan penundaan proses pembahasan RUU CLARITY, dengan garis waktu yang diperpanjang hingga akhir Januari 2026. RUU yang awalnya bertujuan untuk memperjelas batas yurisdiksi antara SEC dan CFTC ini kini terhambat pada beberapa isu kunci.
**Mengapa penundaan ini terjadi?** Ada beberapa konflik inti yang sulit diselesaikan. Pertama, masalah hasil dari stablecoin—banyak lembaga keuangan tradisional dan pengawas menginginkan pembatasan yang lebih ketat terhadap insentif "tidak langsung" dari stablecoin, karena mereka khawatir produk semacam ini akan menarik simpanan yang seharusnya tetap di bank tradisional. Kedua, kebingungan tentang definisi dan pengaturan DeFi—para legislator terus bergulat antara "pengendalian" dan "kode", mengingat banyak protokol DeFi sama sekali tidak memiliki operator pusat, jadi bagaimana mereka diawasi? Ketiga, adalah jadwal politik, dengan pemilihan tengah tahun 2026 semakin dekat, dan peluang untuk mendorong legislasi yang "netral" semakin cepat tertutup.
**Apa yang bisa dipikirkan dari situasi ini?** Apakah aturan yang lebih ketat akhirnya akan menarik masuk modal institusional? Atau justru sebaliknya, akan mematikan inovasi tanpa izin yang menjadi ciri khas kripto? Ini adalah pertanyaan nyata. Jika RUU ini terlalu ketat, kita mungkin akan melihat inovasi bermigrasi ke luar negeri. Jika terlalu longgar, pasar bisa mengalami kembali beberapa keruntuhan.
Dari sudut pandang DeFi, RUU ini sendiri adalah dilema—mengeluarkannya sepenuhnya dari pengaturan tidak realistis, tetapi memasukkannya penuh kontroversi. Proses ini bisa memakan waktu berbulan-bulan, dan sampai saat ini belum ada solusi pasti tentang bagaimana rancangan yang memuaskan pengawas dan inovator sekaligus.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
13 Suka
Hadiah
13
3
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ApeWithNoFear
· 16jam yang lalu
Sangat sangat sangat tertunda lagi, orang-orang ini benar-benar pandai menunda, tahun 2026? Haha, mati tertawa, saat itu pasar sudah tidak tahu berapa kali lagi.
Lihat AsliBalas0
NewDAOdreamer
· 17jam yang lalu
Kembali lagi, lagi dan lagi tertunda, orang-orang ini benar-benar pandai menunda, baru akan diadili pada tahun 2026? Pada saat itu, semuanya sudah basi.
Lihat AsliBalas0
TokenCreatorOP
· 17jam yang lalu
Mundur lagi, akhirnya tetap sama saja, para regulator ayah-ayah itu memang tidak bisa memutuskan
Sekali lagi melindungi simpanan bank yang seadanya, tapi juga takut DeFi berjalan terlalu cepat, benar-benar terjebak di tengah-tengah, tidak bisa menyakiti siapa pun
Sebenarnya masalahnya belum dipikirkan dengan matang, alat politiknya juga belum cukup, tinggal menunggu saja...
Senat Amerika Serikat baru saja mengumumkan penundaan proses pembahasan RUU CLARITY, dengan garis waktu yang diperpanjang hingga akhir Januari 2026. RUU yang awalnya bertujuan untuk memperjelas batas yurisdiksi antara SEC dan CFTC ini kini terhambat pada beberapa isu kunci.
**Mengapa penundaan ini terjadi?** Ada beberapa konflik inti yang sulit diselesaikan. Pertama, masalah hasil dari stablecoin—banyak lembaga keuangan tradisional dan pengawas menginginkan pembatasan yang lebih ketat terhadap insentif "tidak langsung" dari stablecoin, karena mereka khawatir produk semacam ini akan menarik simpanan yang seharusnya tetap di bank tradisional. Kedua, kebingungan tentang definisi dan pengaturan DeFi—para legislator terus bergulat antara "pengendalian" dan "kode", mengingat banyak protokol DeFi sama sekali tidak memiliki operator pusat, jadi bagaimana mereka diawasi? Ketiga, adalah jadwal politik, dengan pemilihan tengah tahun 2026 semakin dekat, dan peluang untuk mendorong legislasi yang "netral" semakin cepat tertutup.
**Apa yang bisa dipikirkan dari situasi ini?** Apakah aturan yang lebih ketat akhirnya akan menarik masuk modal institusional? Atau justru sebaliknya, akan mematikan inovasi tanpa izin yang menjadi ciri khas kripto? Ini adalah pertanyaan nyata. Jika RUU ini terlalu ketat, kita mungkin akan melihat inovasi bermigrasi ke luar negeri. Jika terlalu longgar, pasar bisa mengalami kembali beberapa keruntuhan.
Dari sudut pandang DeFi, RUU ini sendiri adalah dilema—mengeluarkannya sepenuhnya dari pengaturan tidak realistis, tetapi memasukkannya penuh kontroversi. Proses ini bisa memakan waktu berbulan-bulan, dan sampai saat ini belum ada solusi pasti tentang bagaimana rancangan yang memuaskan pengawas dan inovator sekaligus.