Banyak trader pernah mengalami fenomena aneh ini: di akun simulasi mereka bisa meraih keuntungan besar, tapi di akun nyata malah sangat buruk. Ada yang bisa meraih satu juta di akun simulasi, tapi di akun nyata bahkan tidak bisa menjaga 100 rupiah. Ini bukan lelucon, ini adalah kenyataan yang terjadi.
**Mengapa akun simulasi bisa begitu mudah menghasilkan uang?**
Sederhananya, semua akun simulasi di berbagai exchange diatur seperti ini: pemula langsung diberikan 5000U. Masalahnya—berapa banyak orang awam yang melakukan transaksi pertama dengan modal 5000U? Itu sama sekali berbeda.
Bayangkan, orang lain mulai dari garis start di lintasan 800 meter, sementara kamu? Langsung dipindahkan ke posisi 500 meter. Kemudian wasit berkata, "Mulai sekarang, ini kompetisi yang adil." Hasilnya, kamu menang, lalu apa kesimpulanmu? "Aku adalah jenius trading." Sebenarnya tidak, hanya saja tingkat kesulitannya diatur sebagai mode tutorial pemula, jadi tentu saja mudah.
**Keadaan psikologis benar-benar berbeda**
Lihatlah rantai logika di akun simulasi: akun mengalami margin call? Jangan panik, klik reset. Kerugian beruntun? Tidak masalah, anggap saja bayar biaya pelajaran. Membuka order sembarangan? Bebas, toh uangnya bukan uang asli. Kamu di akun simulasi, sama sekali tidak ada detak jantung.
Trading nyata berbeda sama sekali. Saat kamu benar-benar menekan tombol order, detak jantung langsung naik 15. Seberapa besar perbedaan psikologis ini? Mari bicara data—orang yang sama, strategi yang sama, di akun simulasi bisa bertahan dan konsisten, tapi di akun nyata mungkin hanya bertahan tiga sampai lima bulan. Kenapa? Karena reaksi saraf yang dipicu oleh uang asli dan uang virtual benar-benar berbeda.
Seseorang mungkin memegang posisi di akun simulasi tanpa goyah, tapi di akun nyata, melihat kerugian floating beberapa ratus rupiah sudah mulai gemetar. Ini bukan masalah kepribadian, ini adalah naluri manusia. Uang yang berhubungan langsung dengan kepentingan pribadi, sistem penilaian risiko otak akan aktif.
**Zona mati transfer pengetahuan**
Hal yang bisa dipelajari dari trading simulasi memang terbatas. Kamu bisa belajar membaca grafik, cara memasang order, cara stop loss. Tapi hal yang benar-benar bikin kamu hancur—manajemen psikologi, toleransi risiko, tetap tenang saat mengalami kerugian—semua ini tidak bisa dipelajari dari simulasi.
Lalu, apakah akun simulasi berguna? Ada, tapi nilainya bukan untuk membuatmu menghasilkan uang, melainkan untuk membiasakan diri dengan proses trading. Mau jadi ahli trading yang menghasilkan uang dari akun simulasi? Jangan harap. Jalan ini sama sekali tidak realistis. Akun nyata adalah ruang belajar yang sesungguhnya, setiap kerugian adalah biaya pendidikan, dan setiap melewati tantangan psikologis adalah kemajuan sejati.
Jadi, jangan tertipu oleh hasil di akun simulasi. Melompat dari akun virtual ke akun nyata, banyak orang baru menyadari bahwa mereka sama sekali tidak tahu cara trading—ini adalah saat ilusi pecah, dan saat belajar yang sesungguhnya dimulai.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
14 Suka
Hadiah
14
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ETHmaxi_NoFilter
· 10jam yang lalu
Sejuta simulasi tidak bisa mempertahankan 100 rupiah di akun nyata, ini adalah kebenaran paling menyakitkan yang pernah saya dengar
Lihat AsliBalas0
CodeAuditQueen
· 10jam yang lalu
Simulasi trading hanyalah perangkap madu, sama berbahayanya dengan meluncurkan kontrak pintar tanpa audit. Di hadapan uang asli, 90% orang langsung kehilangan logika.
Akun simulasi menghasilkan satu juta, sedangkan akun nyata rugi seratus. Perbedaan ini sangat besar, masih ada orang yang menganggap simulasi sebagai kemampuan nyata.
Banyak trader pernah mengalami fenomena aneh ini: di akun simulasi mereka bisa meraih keuntungan besar, tapi di akun nyata malah sangat buruk. Ada yang bisa meraih satu juta di akun simulasi, tapi di akun nyata bahkan tidak bisa menjaga 100 rupiah. Ini bukan lelucon, ini adalah kenyataan yang terjadi.
**Mengapa akun simulasi bisa begitu mudah menghasilkan uang?**
Sederhananya, semua akun simulasi di berbagai exchange diatur seperti ini: pemula langsung diberikan 5000U. Masalahnya—berapa banyak orang awam yang melakukan transaksi pertama dengan modal 5000U? Itu sama sekali berbeda.
Bayangkan, orang lain mulai dari garis start di lintasan 800 meter, sementara kamu? Langsung dipindahkan ke posisi 500 meter. Kemudian wasit berkata, "Mulai sekarang, ini kompetisi yang adil." Hasilnya, kamu menang, lalu apa kesimpulanmu? "Aku adalah jenius trading." Sebenarnya tidak, hanya saja tingkat kesulitannya diatur sebagai mode tutorial pemula, jadi tentu saja mudah.
**Keadaan psikologis benar-benar berbeda**
Lihatlah rantai logika di akun simulasi: akun mengalami margin call? Jangan panik, klik reset. Kerugian beruntun? Tidak masalah, anggap saja bayar biaya pelajaran. Membuka order sembarangan? Bebas, toh uangnya bukan uang asli. Kamu di akun simulasi, sama sekali tidak ada detak jantung.
Trading nyata berbeda sama sekali. Saat kamu benar-benar menekan tombol order, detak jantung langsung naik 15. Seberapa besar perbedaan psikologis ini? Mari bicara data—orang yang sama, strategi yang sama, di akun simulasi bisa bertahan dan konsisten, tapi di akun nyata mungkin hanya bertahan tiga sampai lima bulan. Kenapa? Karena reaksi saraf yang dipicu oleh uang asli dan uang virtual benar-benar berbeda.
Seseorang mungkin memegang posisi di akun simulasi tanpa goyah, tapi di akun nyata, melihat kerugian floating beberapa ratus rupiah sudah mulai gemetar. Ini bukan masalah kepribadian, ini adalah naluri manusia. Uang yang berhubungan langsung dengan kepentingan pribadi, sistem penilaian risiko otak akan aktif.
**Zona mati transfer pengetahuan**
Hal yang bisa dipelajari dari trading simulasi memang terbatas. Kamu bisa belajar membaca grafik, cara memasang order, cara stop loss. Tapi hal yang benar-benar bikin kamu hancur—manajemen psikologi, toleransi risiko, tetap tenang saat mengalami kerugian—semua ini tidak bisa dipelajari dari simulasi.
Lalu, apakah akun simulasi berguna? Ada, tapi nilainya bukan untuk membuatmu menghasilkan uang, melainkan untuk membiasakan diri dengan proses trading. Mau jadi ahli trading yang menghasilkan uang dari akun simulasi? Jangan harap. Jalan ini sama sekali tidak realistis. Akun nyata adalah ruang belajar yang sesungguhnya, setiap kerugian adalah biaya pendidikan, dan setiap melewati tantangan psikologis adalah kemajuan sejati.
Jadi, jangan tertipu oleh hasil di akun simulasi. Melompat dari akun virtual ke akun nyata, banyak orang baru menyadari bahwa mereka sama sekali tidak tahu cara trading—ini adalah saat ilusi pecah, dan saat belajar yang sesungguhnya dimulai.