Perdebatan seputar klaim IQ luar biasa YoungHoon Kim kembali muncul, kali ini terkait dengan promosi agresifnya terhadap XRP. Personalitas Korea Selatan ini, yang mengklaim memiliki IQ tertinggi yang pernah tercatat, telah memanfaatkan reputasinya yang kontroversial untuk meningkatkan keterlibatan seputar token yang terkait Ripple, baru-baru ini menyebutnya sebagai “Tuhan digital.”
Klaim IQ di Bawah Pengawasan
Klaim Kim tentang skor IQ 276 menghadapi penolakan ilmiah yang signifikan. Tes IQ standar yang digunakan oleh organisasi terkemuka seperti Mensa biasanya memiliki batas sekitar 160, membuat skor yang lebih tinggi tidak dapat diverifikasi melalui metode psikologis yang sudah mapan. Pada skala deviasi standar 15—metrik yang digunakan oleh sebagian besar psikolog dan Mensa secara internasional—sebuah IQ 195 akan mewakili kelangkaan statistik sekitar 1 dari 8 miliar individu.
Realitas matematisnya cukup mengerikan: memvalidasi skor seperti itu akan membutuhkan kelompok norming yang lebih besar dari total populasi manusia yang pernah hidup. Giga Society, yang awalnya didirikan oleh Paul Cooijmans untuk mengakui individu dengan kecerdasan tingkat 1 dari 1 miliar, telah dipertanyakan keabsahannya. Kim diduga mendirikan organisasi pesaing bernama “Giga Society Professional,” yang secara terbuka dilabeli Cooijmans sebagai “penipuan.” Kepemimpinan sebelumnya di Mensa Korea juga menentang keunikan dari skor yang diklaim Kim dalam organisasi mereka.
Keterlibatan Media Sosial vs. Kredibilitas
Jejak Kim menunjukkan pola yang mengungkapkan: awalnya diposisikan sebagai maximalis Bitcoin selama penampilan publik sebelumnya, belakangan ia beralih secara strategis untuk mempromosikan XRP demi mendapatkan keterlibatan maksimal. Pada 14 Desember, ia memprediksi token tersebut akan mencapai $100. Sekarang, dengan XRP diperdagangkan di $2.06 (turun 2.41% dalam 24 jam), ketidaksesuaian antara prediksi dan kenyataan pasar menjadi jelas.
Pengamat komunitas mencatat bahwa strategi promosi yang tanpa henti ini menyerupai apa yang disebut beberapa sebagai “teologi keterlibatan”—memanfaatkan komunitas besar dan bersemangat untuk menghasilkan metrik interaksi tanpa memperhatikan substansi konten. Keletihan dari promosi terus-menerus ini mulai terlihat, bahkan di antara pendukung XRP yang biasanya setia, yang menganggap pola ini semakin transparan.
Fenomena ini menggambarkan tren yang lebih luas: bagaimana tokoh berpengaruh memanfaatkan kredensial yang meragukan untuk membangun pengikut, lalu mengubah perhatian tersebut menjadi posisi pasar dalam komunitas cryptocurrency.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bagaimana 'Pria Paling Pintar di Dunia' Mengklaim Terus Memperkuat Kontroversi XRP
Perdebatan seputar klaim IQ luar biasa YoungHoon Kim kembali muncul, kali ini terkait dengan promosi agresifnya terhadap XRP. Personalitas Korea Selatan ini, yang mengklaim memiliki IQ tertinggi yang pernah tercatat, telah memanfaatkan reputasinya yang kontroversial untuk meningkatkan keterlibatan seputar token yang terkait Ripple, baru-baru ini menyebutnya sebagai “Tuhan digital.”
Klaim IQ di Bawah Pengawasan
Klaim Kim tentang skor IQ 276 menghadapi penolakan ilmiah yang signifikan. Tes IQ standar yang digunakan oleh organisasi terkemuka seperti Mensa biasanya memiliki batas sekitar 160, membuat skor yang lebih tinggi tidak dapat diverifikasi melalui metode psikologis yang sudah mapan. Pada skala deviasi standar 15—metrik yang digunakan oleh sebagian besar psikolog dan Mensa secara internasional—sebuah IQ 195 akan mewakili kelangkaan statistik sekitar 1 dari 8 miliar individu.
Realitas matematisnya cukup mengerikan: memvalidasi skor seperti itu akan membutuhkan kelompok norming yang lebih besar dari total populasi manusia yang pernah hidup. Giga Society, yang awalnya didirikan oleh Paul Cooijmans untuk mengakui individu dengan kecerdasan tingkat 1 dari 1 miliar, telah dipertanyakan keabsahannya. Kim diduga mendirikan organisasi pesaing bernama “Giga Society Professional,” yang secara terbuka dilabeli Cooijmans sebagai “penipuan.” Kepemimpinan sebelumnya di Mensa Korea juga menentang keunikan dari skor yang diklaim Kim dalam organisasi mereka.
Keterlibatan Media Sosial vs. Kredibilitas
Jejak Kim menunjukkan pola yang mengungkapkan: awalnya diposisikan sebagai maximalis Bitcoin selama penampilan publik sebelumnya, belakangan ia beralih secara strategis untuk mempromosikan XRP demi mendapatkan keterlibatan maksimal. Pada 14 Desember, ia memprediksi token tersebut akan mencapai $100. Sekarang, dengan XRP diperdagangkan di $2.06 (turun 2.41% dalam 24 jam), ketidaksesuaian antara prediksi dan kenyataan pasar menjadi jelas.
Pengamat komunitas mencatat bahwa strategi promosi yang tanpa henti ini menyerupai apa yang disebut beberapa sebagai “teologi keterlibatan”—memanfaatkan komunitas besar dan bersemangat untuk menghasilkan metrik interaksi tanpa memperhatikan substansi konten. Keletihan dari promosi terus-menerus ini mulai terlihat, bahkan di antara pendukung XRP yang biasanya setia, yang menganggap pola ini semakin transparan.
Fenomena ini menggambarkan tren yang lebih luas: bagaimana tokoh berpengaruh memanfaatkan kredensial yang meragukan untuk membangun pengikut, lalu mengubah perhatian tersebut menjadi posisi pasar dalam komunitas cryptocurrency.