Belakangan ini pasar saham AS sering kali membuka rendah, banyak orang bertanya-tanya apakah ini akan menekan pasar kripto. Jawabannya adalah, memang ada pengaruhnya, tetapi tidak sesederhana itu.
Pertama adalah **penyebaran emosi**. Saat pasar saham AS membuka rendah, selera risiko investor akan menurun, dan aset berisiko tinggi seperti Bitcoin lebih mudah dipotong pesanan. Data menunjukkan bahwa korelasi antara Bitcoin dan Nasdaq bisa mencapai lebih dari 80% pada beberapa periode, bahkan hampir sepanjang tahun 2022 tetap menunjukkan korelasi tinggi. Contoh yang khas adalah tanggal 20 Desember 2022—meskipun pasar saham AS rebound dan kembali merah, pasar kripto justru tertekan karena sinyal hawkish dari Federal Reserve dan aliran keluar ETF Bitcoin sebesar 6,8 miliar dolar AS, menyebabkan harga Bitcoin dari puncaknya di 108.365 dolar AS turun ke 92.520 dolar AS, dengan penurunan lebih dari 5%.
Selanjutnya adalah **arus dana**. Pembukaan rendah pasar saham AS sering kali menarik dana mengalir ke aset aman seperti obligasi pemerintah, terutama dalam konteks ekspektasi kenaikan suku bunga atau apresiasi dolar AS. Tapi ada logika terbalik yang menarik—jika pembukaan rendah pasar saham disebabkan oleh faktor geopolitik seperti gesekan perdagangan, justru bisa mendorong dana melarikan diri ke aset "perlindungan" seperti Bitcoin. Pada akhir April 2025, situasi ini pernah terjadi—ketika pasar saham AS jatuh tajam, Bitcoin malah naik 3,16%, menunjukkan bahwa sifat perlindungannya tetap berguna di waktu-waktu tertentu.
Terakhir adalah **faktor makro**. Jika penurunan pasar saham AS disebabkan oleh kebijakan pengetatan Federal Reserve atau data ekonomi yang tidak sesuai ekspektasi, pasar kripto biasanya akan tertekan. Lingkungan suku bunga tinggi yang menyedot likuiditas tidak menguntungkan semua aset berisiko. Jadi, daripada mengatakan bahwa pasar saham AS mempengaruhi pasar kripto, lebih tepat jika dikatakan keduanya dipengaruhi oleh faktor makro yang sama—hanya saja fluktuasi dan jeda waktunya berbeda.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
10 Suka
Hadiah
10
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
PensionDestroyer
· 1jam yang lalu
Pada akhirnya, tergantung pada bagaimana orang-orang di Federal Reserve mengatur kebijakan mereka, data korelasi 80% ini benar-benar bukan lelucon
80% relevansi? Langsung saja bilangnya, itu karena saham AS bersin, semua crypto pilek, nggak ada yang misterius.
Lihat AsliBalas0
ProofOfNothing
· 01-18 12:31
Singkatnya, itu tergantung pada wajah Federal Reserve, pasar saham AS turun belum tentu mata uang juga turun, yang penting adalah penyebabnya
Lihat AsliBalas0
HashRatePhilosopher
· 01-18 12:25
80% relevansi ini memang benar, tapi kalau mau benar-benar melakukan operasinya, tergantung pada penyebab spesifiknya apa yang menyebabkan kerusakan tersebut
Belakangan ini pasar saham AS sering kali membuka rendah, banyak orang bertanya-tanya apakah ini akan menekan pasar kripto. Jawabannya adalah, memang ada pengaruhnya, tetapi tidak sesederhana itu.
Pertama adalah **penyebaran emosi**. Saat pasar saham AS membuka rendah, selera risiko investor akan menurun, dan aset berisiko tinggi seperti Bitcoin lebih mudah dipotong pesanan. Data menunjukkan bahwa korelasi antara Bitcoin dan Nasdaq bisa mencapai lebih dari 80% pada beberapa periode, bahkan hampir sepanjang tahun 2022 tetap menunjukkan korelasi tinggi. Contoh yang khas adalah tanggal 20 Desember 2022—meskipun pasar saham AS rebound dan kembali merah, pasar kripto justru tertekan karena sinyal hawkish dari Federal Reserve dan aliran keluar ETF Bitcoin sebesar 6,8 miliar dolar AS, menyebabkan harga Bitcoin dari puncaknya di 108.365 dolar AS turun ke 92.520 dolar AS, dengan penurunan lebih dari 5%.
Selanjutnya adalah **arus dana**. Pembukaan rendah pasar saham AS sering kali menarik dana mengalir ke aset aman seperti obligasi pemerintah, terutama dalam konteks ekspektasi kenaikan suku bunga atau apresiasi dolar AS. Tapi ada logika terbalik yang menarik—jika pembukaan rendah pasar saham disebabkan oleh faktor geopolitik seperti gesekan perdagangan, justru bisa mendorong dana melarikan diri ke aset "perlindungan" seperti Bitcoin. Pada akhir April 2025, situasi ini pernah terjadi—ketika pasar saham AS jatuh tajam, Bitcoin malah naik 3,16%, menunjukkan bahwa sifat perlindungannya tetap berguna di waktu-waktu tertentu.
Terakhir adalah **faktor makro**. Jika penurunan pasar saham AS disebabkan oleh kebijakan pengetatan Federal Reserve atau data ekonomi yang tidak sesuai ekspektasi, pasar kripto biasanya akan tertekan. Lingkungan suku bunga tinggi yang menyedot likuiditas tidak menguntungkan semua aset berisiko. Jadi, daripada mengatakan bahwa pasar saham AS mempengaruhi pasar kripto, lebih tepat jika dikatakan keduanya dipengaruhi oleh faktor makro yang sama—hanya saja fluktuasi dan jeda waktunya berbeda.