Mengapa bisa bertahan di pasar selama bertahun-tahun? Jujur saja, bukan karena saya terlalu pintar, juga bukan karena menguasai teknologi hitam canggih. Hanya dua kata—sederhana.
Saat melihat pasar, jangan sampai bingung oleh berbagai indikator yang bermacam-macam. Pasar seberapa pun bergejolak, pada akhirnya tetap tidak bisa lepas dari empat hal: tren, inersia, regresi, siklus. Tangkap keempat ini, dasar-dasarnya sudah cukup untuk memahami alurnya.
Bagaimana caranya? Kerangka trading saya adalah empat langkah, tidak terlalu rumit untuk dijelaskan, tapi memang efektif.
**Langkah pertama: satu garis menentukan nasib**
Saya hanya fokus pada satu garis moving average jangka panjang. Jangan terlalu banyak indikator, semakin banyak malah semakin membingungkan. Harga berada di atas MA, berarti fokusnya adalah beli; jika turun ke bawah, pertimbangkan jual. Sesederhana itu. Jangan coba-coba memprediksi apa yang akan terjadi, ikuti tren saja. Mereka yang mencoba memprediksi akhirnya paling banyak rugi, itu pelajaran berharga.
**Langkah kedua: tunggu sampai kembali ke MA**
Pasar sekeras apapun, tidak akan terus-menerus naik secara vertikal. Pasti ada jeda, ada koreksi. Saat itulah saya bersabar menunggu harga mendekati MA. Begitu harga menyimpang ke posisi yang tepat, saya masuk secara hati-hati. Stop loss ditempatkan di titik terendah yang sudah jelas sebelumnya, sehingga jika prediksi salah, kerugiannya tidak banyak. Dengan modal kecil, coba-coba, memberi peluang tren untuk terus berjalan, itu berharga.
**Langkah ketiga: tahan dan raih keuntungan**
Apa yang paling penting saat membuka posisi? Menahan diri agar tidak sembarangan bergerak. Saat ini adalah ujian mental. Selama tren belum berbalik dan koreksi belum menyentuh stop loss, harus tetap bertahan. Banyak orang yang akhirnya gagal di titik ini—ambil sedikit keuntungan lalu buru-buru keluar, takut profit hilang. Padahal, profit itu berasal dari waktu dan inersia pasar, bukan dari sering-sering mengutak-atik posisi. Operasi yang terlalu sering justru membuat diri sendiri terjebak dalam lubang.
**Langkah keempat: biarkan uang bekerja untuk uang**
Setiap kali saya mendapatkan keuntungan, saya pisahkan sebagian dari profit itu sebagai modal untuk transaksi berikutnya. Keuntungannya, kita bisa trading lagi dengan profit, bukan mengulang dari modal awal. Kedengarannya seperti bunga majemuk, sebenarnya inti dari ini adalah membiarkan uang yang didapat terus bekerja. Logika utama dari profit adalah—melakukan hal yang benar berulang kali, akhirnya angka akan naik.
**Langkah kelima: keluar saat sinyal terdengar**
Kapan harus tutup posisi? Saat harga kembali ke dekat MA dan kita merasakan energi pasar mulai melemah. Saat itulah jangan tergoda untuk menahan posisi terakhir, keluar dengan tegas. Mereka yang serakah di titik terakhir, akhirnya harus mengembalikan semua keuntungan yang sudah didapat. Saya lebih suka keluar lebih awal daripada terjebak di saat terakhir.
Jujur saja, strategi ini tidak keren sama sekali, tampaknya juga tidak rumit. Tapi, dengan logika yang sederhana ini, saya bisa tahu apa yang sedang saya lakukan di sebagian besar kondisi pasar. Tidak perlu mengejar kesempurnaan, tidak perlu membeli di dasar dan menjual di puncak, cukup lakukan langkah yang benar berulang-ulang sesuai ritme sendiri. Menghasilkan uang bukan dari satu atau dua gelombang besar, tapi dari pengambilan keputusan yang konsisten dan benar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
12 Suka
Hadiah
12
3
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
VitaliksTwin
· 01-18 12:52
Singkatnya, serakah bisa membunuh, garis rata-rata menguasai dunia, sebenarnya semuanya adalah pola ini
Lihat AsliBalas0
MEVHunter
· 01-18 12:43
nah, gaming MA tunggal adalah permainan anak-anak... alpha sejati ada di mempool tho
Mengapa bisa bertahan di pasar selama bertahun-tahun? Jujur saja, bukan karena saya terlalu pintar, juga bukan karena menguasai teknologi hitam canggih. Hanya dua kata—sederhana.
Saat melihat pasar, jangan sampai bingung oleh berbagai indikator yang bermacam-macam. Pasar seberapa pun bergejolak, pada akhirnya tetap tidak bisa lepas dari empat hal: tren, inersia, regresi, siklus. Tangkap keempat ini, dasar-dasarnya sudah cukup untuk memahami alurnya.
Bagaimana caranya? Kerangka trading saya adalah empat langkah, tidak terlalu rumit untuk dijelaskan, tapi memang efektif.
**Langkah pertama: satu garis menentukan nasib**
Saya hanya fokus pada satu garis moving average jangka panjang. Jangan terlalu banyak indikator, semakin banyak malah semakin membingungkan. Harga berada di atas MA, berarti fokusnya adalah beli; jika turun ke bawah, pertimbangkan jual. Sesederhana itu. Jangan coba-coba memprediksi apa yang akan terjadi, ikuti tren saja. Mereka yang mencoba memprediksi akhirnya paling banyak rugi, itu pelajaran berharga.
**Langkah kedua: tunggu sampai kembali ke MA**
Pasar sekeras apapun, tidak akan terus-menerus naik secara vertikal. Pasti ada jeda, ada koreksi. Saat itulah saya bersabar menunggu harga mendekati MA. Begitu harga menyimpang ke posisi yang tepat, saya masuk secara hati-hati. Stop loss ditempatkan di titik terendah yang sudah jelas sebelumnya, sehingga jika prediksi salah, kerugiannya tidak banyak. Dengan modal kecil, coba-coba, memberi peluang tren untuk terus berjalan, itu berharga.
**Langkah ketiga: tahan dan raih keuntungan**
Apa yang paling penting saat membuka posisi? Menahan diri agar tidak sembarangan bergerak. Saat ini adalah ujian mental. Selama tren belum berbalik dan koreksi belum menyentuh stop loss, harus tetap bertahan. Banyak orang yang akhirnya gagal di titik ini—ambil sedikit keuntungan lalu buru-buru keluar, takut profit hilang. Padahal, profit itu berasal dari waktu dan inersia pasar, bukan dari sering-sering mengutak-atik posisi. Operasi yang terlalu sering justru membuat diri sendiri terjebak dalam lubang.
**Langkah keempat: biarkan uang bekerja untuk uang**
Setiap kali saya mendapatkan keuntungan, saya pisahkan sebagian dari profit itu sebagai modal untuk transaksi berikutnya. Keuntungannya, kita bisa trading lagi dengan profit, bukan mengulang dari modal awal. Kedengarannya seperti bunga majemuk, sebenarnya inti dari ini adalah membiarkan uang yang didapat terus bekerja. Logika utama dari profit adalah—melakukan hal yang benar berulang kali, akhirnya angka akan naik.
**Langkah kelima: keluar saat sinyal terdengar**
Kapan harus tutup posisi? Saat harga kembali ke dekat MA dan kita merasakan energi pasar mulai melemah. Saat itulah jangan tergoda untuk menahan posisi terakhir, keluar dengan tegas. Mereka yang serakah di titik terakhir, akhirnya harus mengembalikan semua keuntungan yang sudah didapat. Saya lebih suka keluar lebih awal daripada terjebak di saat terakhir.
Jujur saja, strategi ini tidak keren sama sekali, tampaknya juga tidak rumit. Tapi, dengan logika yang sederhana ini, saya bisa tahu apa yang sedang saya lakukan di sebagian besar kondisi pasar. Tidak perlu mengejar kesempurnaan, tidak perlu membeli di dasar dan menjual di puncak, cukup lakukan langkah yang benar berulang-ulang sesuai ritme sendiri. Menghasilkan uang bukan dari satu atau dua gelombang besar, tapi dari pengambilan keputusan yang konsisten dan benar.