Dua jalur investasi yang sangat berbeda tersaji di depan mata. Satu kurva bergelombang dan bergejolak hebat, sementara yang lain stabil dan teguh. Di permukaan, kurva yang bergejolak itu tampak lebih menarik — bagaimanapun juga, siapa yang tidak ingin menggandakan investasi dengan cepat? Tetapi di balik itu tersembunyi sebuah perangkap manusia yang mendalam.
Para investor yang mengejar keuntungan besar cenderung menambah posisi mereka saat pasar sedang naik, sehingga menambah posisi di level tinggi menjadi hal yang biasa. Ketika tren berbalik dan memasuki fase penurunan, mereka enggan untuk melakukan cut loss, akhirnya terjebak dalam posisi yang sulit. Berulang kali melakukan hal ini, hasil akhirnya mungkin tidak lebih baik dari kurva yang tampaknya membosankan namun stabil.
Masalahnya bukan pada strategi itu sendiri, tetapi pada pelaksanaannya. Kebanyakan orang kekurangan bukan peluang, tetapi kemampuan untuk tetap rasional di antara keserakahan dan ketakutan. Inilah sebabnya mengapa investor jangka panjang yang stabil seringkali mengungguli para pelari cepat yang terburu-buru mengikuti tren.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
15 Suka
Hadiah
15
3
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MelonField
· 18jam yang lalu
Saya selalu hanya ingin menggandakan uang dengan cepat hahaha, tapi sekarang saya terjebak dengan sangat keras
Kata-kata itu sangat menyakitkan, yaitu kurangnya daya eksekusi, mengambil posisi di harga tinggi adalah keahlian saya
Hasil yang stabil? Membosankan banget, saya tetap suka sensasi yang mendebarkan
Sebenarnya saya hanya ingin mendapatkan uang cepat tanpa harus menanggung risiko, bukankah ini kontradiksi?
Di antara serakah dan takut, saya memang tidak punya jalan keluar, setiap kali saya membohongi diri sendiri bahwa saya bisa kembali modal
Keuntungan jangka panjang dan stabil benar-benar menang, tapi siapa yang bisa menahan diri untuk tidak mengejar harga tinggi, kan?
Stop loss bagi saya adalah barang mewah
Setelah membaca ini, rasanya seperti saya yang sedang dibicarakan, tapi saya tetap tidak bisa mengubah kebiasaan ini
Lihat AsliBalas0
ServantOfSatoshi
· 18jam yang lalu
Benar sekali, tetapi kebanyakan orang sama sekali tidak bisa melakukannya, saya sendiri sering terjebak saat membeli di harga tinggi dan terperangkap, haha
Rute yang stabil terdengar bagus, tetapi kenyataannya sulit menahan godaan pasar bullish
Itulah mengapa saya masih merugi
Tahu itu memang penting, tetapi pelaksanaan adalah yang paling sulit, keserakahan tidak bisa diatasi
Operasi yang sering dilakukan hanya seperti menggali lubang untuk diri sendiri, seharusnya saya sadar lebih awal
Lihat AsliBalas0
MetaverseVagabond
· 18jam yang lalu
Benar sekali, tapi saya rasa yang benar-benar sulit bukanlah mengetahui prinsip-prinsip ini, melainkan tetap tenang saat melihat orang lain tiga bulan melipatgandakan 10 kali lipat... itulah neraka.
---
Orang-orang yang membeli di posisi tinggi, bukankah kita sendiri? Haha.
---
Hasil yang stabil terdengar membosankan, tapi bisa tidur nyenyak di rekening itu nyata, saya pilih yang kedua.
---
Sejujurnya, lebih dari 99% orang sudah bisa mengendalikan diri untuk tidak menambah posisi di posisi tinggi.
---
Saya sudah mendengar teori ini seratus kali, tapi tangan tetap gemetar...
---
Tetap saja, teori sempurna, tapi sifat manusia suka berbuat nakal.
---
Tunggu dulu, maksudmu aku harus menutup posisi Bitcoin dan beralih ke DCA? Apakah ini bercanda atau serius.
---
Saya pernah melihat orang yang konsisten melakukan DCA, memang hidupnya lebih nyaman, tapi yang mengandalkan gelombang pasar untuk kekayaan besar dalam jangka panjang belum pernah saya lihat.
---
Strateginya tidak masalah, hanya saja hati manusia penuh nafsu... inilah bug yang abadi.
Dua jalur investasi yang sangat berbeda tersaji di depan mata. Satu kurva bergelombang dan bergejolak hebat, sementara yang lain stabil dan teguh. Di permukaan, kurva yang bergejolak itu tampak lebih menarik — bagaimanapun juga, siapa yang tidak ingin menggandakan investasi dengan cepat? Tetapi di balik itu tersembunyi sebuah perangkap manusia yang mendalam.
Para investor yang mengejar keuntungan besar cenderung menambah posisi mereka saat pasar sedang naik, sehingga menambah posisi di level tinggi menjadi hal yang biasa. Ketika tren berbalik dan memasuki fase penurunan, mereka enggan untuk melakukan cut loss, akhirnya terjebak dalam posisi yang sulit. Berulang kali melakukan hal ini, hasil akhirnya mungkin tidak lebih baik dari kurva yang tampaknya membosankan namun stabil.
Masalahnya bukan pada strategi itu sendiri, tetapi pada pelaksanaannya. Kebanyakan orang kekurangan bukan peluang, tetapi kemampuan untuk tetap rasional di antara keserakahan dan ketakutan. Inilah sebabnya mengapa investor jangka panjang yang stabil seringkali mengungguli para pelari cepat yang terburu-buru mengikuti tren.