#机构投资者采用 Melihat dana kekayaan negara kembali meningkatkan investasi di bidang teknologi, saya harus mengatakan—ini adalah pedang bermata dua bagi investor ritel.
Mendengar rekor tertinggi $15 triliun terdengar menyenangkan, dana Timur Tengah yang menginvestasikan $66 miliar ke AI dan digitalisasi, apa artinya? Artinya institusi besar sudah mulai mengatur strategi, dan kehangatan pasar akan terus meningkat. Tapi ini juga saat yang paling berbahaya.
Saya sudah mengalami banyak siklus seperti ini. Setiap kali institusi mulai mengadopsi suatu bidang secara besar-besaran, emosi FOMO dari investor ritel akan terbakar. Kamu akan melihat berbagai proyek muncul dengan klaim "didukung institusi", berani mengatakan apa saja, berani berjanji apa saja. Tapi berapa banyak proyek yang benar-benar dipilih oleh institusi? Satu dari sejuta.
Intinya adalah membedakan mana yang benar-benar didukung institusi, dan mana yang hanya memanfaatkan momentum untuk spekulasi. Ciri khas institusi adalah melihat siklus, melihat fundamental, dan memiliki rencana keluar. Mereka tidak akan mengikuti tren membeli proyek sampah. Jika ada proyek yang setiap hari di komunitas mengumumkan "institusi akan segera masuk", kemungkinan besar itu adalah strategi pemasaran dari bandar.
Saran saat ini sangat sederhana: gunakan arah besar dari strategi institusi (memang AI dan digitalisasi adalah tren) untuk mencari proyek dengan logika dasar yang solid, tapi tetap skeptis terhadap janji-janji pada satu proyek. Periksa whitepaper, latar belakang tim, dan apakah ada kemajuan produk yang nyata—jika tidak ada, sekecil apapun dukungan dari institusi, itu sia-sia. Untuk bertahan dalam gelombang panas ini, yang penting adalah waspada, bukan mengikuti tren.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#机构投资者采用 Melihat dana kekayaan negara kembali meningkatkan investasi di bidang teknologi, saya harus mengatakan—ini adalah pedang bermata dua bagi investor ritel.
Mendengar rekor tertinggi $15 triliun terdengar menyenangkan, dana Timur Tengah yang menginvestasikan $66 miliar ke AI dan digitalisasi, apa artinya? Artinya institusi besar sudah mulai mengatur strategi, dan kehangatan pasar akan terus meningkat. Tapi ini juga saat yang paling berbahaya.
Saya sudah mengalami banyak siklus seperti ini. Setiap kali institusi mulai mengadopsi suatu bidang secara besar-besaran, emosi FOMO dari investor ritel akan terbakar. Kamu akan melihat berbagai proyek muncul dengan klaim "didukung institusi", berani mengatakan apa saja, berani berjanji apa saja. Tapi berapa banyak proyek yang benar-benar dipilih oleh institusi? Satu dari sejuta.
Intinya adalah membedakan mana yang benar-benar didukung institusi, dan mana yang hanya memanfaatkan momentum untuk spekulasi. Ciri khas institusi adalah melihat siklus, melihat fundamental, dan memiliki rencana keluar. Mereka tidak akan mengikuti tren membeli proyek sampah. Jika ada proyek yang setiap hari di komunitas mengumumkan "institusi akan segera masuk", kemungkinan besar itu adalah strategi pemasaran dari bandar.
Saran saat ini sangat sederhana: gunakan arah besar dari strategi institusi (memang AI dan digitalisasi adalah tren) untuk mencari proyek dengan logika dasar yang solid, tapi tetap skeptis terhadap janji-janji pada satu proyek. Periksa whitepaper, latar belakang tim, dan apakah ada kemajuan produk yang nyata—jika tidak ada, sekecil apapun dukungan dari institusi, itu sia-sia. Untuk bertahan dalam gelombang panas ini, yang penting adalah waspada, bukan mengikuti tren.