Pada 11 Januari 2009, satu hari setelah Hal Finney mengirim pesan ini, Satoshi Nakamoto langsung mentransfer 10 BTC kepadanya. Ini bukan transaksi kecil, melainkan transaksi nyata pertama di blockchain dalam sejarah Bitcoin. Alamat Finney itu menjadi titik awal yang tertulis selamanya di blockchain.
Mengenai kelahiran Bitcoin, banyak orang hanya memikirkan makalah putih misterius dari Satoshi Nakamoto. Tapi jika tidak ada Finney, Bitcoin mungkin hanya akan menjadi dokumen teknis yang tidak dilihat siapa pun di sudut internet, sekadar itu saja. Dia bukan hanya orang pertama yang percaya pada gagasan ini, tetapi juga membuktikan dengan tindakan bahwa protokol ini bisa berjalan.
Latar belakang Finney juga cukup legendaris. Sebelum konsep cryptocurrency benar-benar meledak, dia sudah mendalami teknologi enkripsi privasi. Semangat cyberpunk dari era itu, terhadap kebebasan dan privasi, semuanya tercermin dalam partisipasinya di proyek Bitcoin.
Pada 2014, Finney meninggal karena sklerosis lateral amiotrofik. Tapi dia tidak menyerah karena tubuhnya yang perlahan lumpuh, bahkan di hari-hari terakhir, dia tetap berkontribusi untuk komunitas cryptocurrency melalui teknologi pelacakan gerakan mata. Ketekunan ini, dalam tingkat tertentu, telah menjadi bagian dari semangat Bitcoin itu sendiri.
Hari ini, saat kita membahas bagaimana cryptocurrency mengubah sistem keuangan, atau bagaimana masa depan blockchain akan berkembang, kita tidak boleh melupakan pelopor ini. Kisahnya mengingatkan kita bahwa di balik setiap revolusi teknologi, selalu ada individu yang berani mengambil risiko, percaya, dan berkorban.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
CafeMinor
· 9jam yang lalu
Finnie benar-benar legenda, kalimat "menjalankan Bitcoin" saat itu langsung mengubah sejarah.
Lihat AsliBalas0
AlwaysAnon
· 9jam yang lalu
Finnie adalah OG yang sebenarnya, bukan orang misterius Satoshi Nakamoto
Lihat AsliBalas0
ContractSurrender
· 9jam yang lalu
Finnie benar-benar adalah senior, semangatnya yang gigih lebih berharga dari apa pun
Lihat AsliBalas0
Liquidated_Larry
· 10jam yang lalu
Finnie adalah OG yang sebenarnya, jauh lebih berharga daripada whitepaper
Sebuah tweet singkat, hanya tiga kata: 「运行比特币」。
Pada 11 Januari 2009, satu hari setelah Hal Finney mengirim pesan ini, Satoshi Nakamoto langsung mentransfer 10 BTC kepadanya. Ini bukan transaksi kecil, melainkan transaksi nyata pertama di blockchain dalam sejarah Bitcoin. Alamat Finney itu menjadi titik awal yang tertulis selamanya di blockchain.
Mengenai kelahiran Bitcoin, banyak orang hanya memikirkan makalah putih misterius dari Satoshi Nakamoto. Tapi jika tidak ada Finney, Bitcoin mungkin hanya akan menjadi dokumen teknis yang tidak dilihat siapa pun di sudut internet, sekadar itu saja. Dia bukan hanya orang pertama yang percaya pada gagasan ini, tetapi juga membuktikan dengan tindakan bahwa protokol ini bisa berjalan.
Latar belakang Finney juga cukup legendaris. Sebelum konsep cryptocurrency benar-benar meledak, dia sudah mendalami teknologi enkripsi privasi. Semangat cyberpunk dari era itu, terhadap kebebasan dan privasi, semuanya tercermin dalam partisipasinya di proyek Bitcoin.
Pada 2014, Finney meninggal karena sklerosis lateral amiotrofik. Tapi dia tidak menyerah karena tubuhnya yang perlahan lumpuh, bahkan di hari-hari terakhir, dia tetap berkontribusi untuk komunitas cryptocurrency melalui teknologi pelacakan gerakan mata. Ketekunan ini, dalam tingkat tertentu, telah menjadi bagian dari semangat Bitcoin itu sendiri.
Hari ini, saat kita membahas bagaimana cryptocurrency mengubah sistem keuangan, atau bagaimana masa depan blockchain akan berkembang, kita tidak boleh melupakan pelopor ini. Kisahnya mengingatkan kita bahwa di balik setiap revolusi teknologi, selalu ada individu yang berani mengambil risiko, percaya, dan berkorban.