Menurut laporan terbaru dari JPMorgan, Amerika Serikat sementara ini belum mengenakan tarif impor pada logam mulia, yang memberi ruang napas sementara bagi perak. Tapi ini seperti permukaan yang tenang, arus bawahnya bergejolak. Pergerakan perak dan emas mulai menunjukkan divergensi yang jelas, logika di baliknya patut digali lebih dalam.
**Tiga Kendala Utama Perak**
Pertama, permintaan industri. Masalah yang muncul dari harga tinggi jauh lebih serius dari yang dibayangkan—permintaan dari industri energi surya yang mencapai puluhan juta ons terancam, banyak perusahaan terkemuka di bidang fotovoltaik mulai mendorong teknologi "menggantikan perak dengan tembaga", dan konversi kapasitas produksi terkait diperkirakan mulai terealisasi dari kuartal kedua. Dengan kata lain, posisi perak dalam industri energi hijau mungkin perlahan terkikis.
Kedua, dari sisi investasi. Pada tahun 2025, kepemilikan ETF secara keseluruhan meningkat, tetapi ada detail yang menyakitkan—harga perak baru-baru ini naik, namun ETF utama justru mengalami aliran keluar bersih sekitar 18 juta ons. Posisi net long di COMEX juga terus menyusut. Apa artinya ini? Sikap investor institusional secara diam-diam beralih menjadi lebih berhati-hati, bahkan ada yang "memilih dengan kaki" sebagai bentuk voting.
Tekanan stok juga belum sepenuhnya mereda. Meskipun ada penurunan, secara keseluruhan tetap tinggi, seperti pedang Damokles yang menggantung di atas kepala, terus menekan ruang untuk kenaikan harga.
**Mengapa Emas Berbeda**
Sebaliknya, logika pendukung emas jauh lebih kokoh. Bank sentral terus membeli emas, kebutuhan lindung nilai terhadap risiko geopolitik tetap ada, ditambah ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan, faktor-faktor ini saling memperkuat, sehingga dukungan struktural emas lebih kokoh.
**Apa yang Ditanyakan Pasar**
Ketika perak menghadapi tekanan dari teknologi pengganti dan aliran keluar investasi secara bersamaan, akankah cerita "logam industri + atribut keuangan" itu masih bisa berlanjut? Ini adalah pertanyaan besar.
Divergensi pergerakan emas dan perak, apakah bisa menandakan bahwa dana di dalam logam mulia sedang melakukan "penyesuaian diferensiasi"? Bahkan, apakah emas sedang menegaskan kembali keunggulan relatifnya dalam kerangka aset safe haven tradisional?
Pelonggaran kebijakan jangka pendek memang memulihkan beberapa sentimen, tetapi tekanan fundamental jangka menengah dan panjang tetap nyata, kedua kekuatan ini seperti bertarung di tubuh perak. Investor harus waspada terhadap potensi volatilitas yang mungkin muncul.
Bagaimana pandanganmu? Sejauh mana permintaan industri perak akan tertekan oleh harga tinggi? Saat mengalokasikan logam mulia, apakah kamu cenderung mengikuti tren emas, atau masih percaya pada potensi perak?
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
8 Suka
Hadiah
8
3
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
SnapshotBot
· 9jam yang lalu
Harga perak rebound, apakah hanya ingin menipu? Tapi pengeluaran bersih 18 juta ons tidak bisa dipungkiri, semua lembaga sedang kabur.
Lihat AsliBalas0
SerLiquidated
· 9jam yang lalu
Kenaikan harga perak ini terasa seperti tipu muslihat semata, lembaga keuangan semuanya diam-diam melarikan diri
Lihat AsliBalas0
GateUser-9f682d4c
· 9jam yang lalu
Harga perak naik, ETF malah keluar dana, operasi lembaga ini sedang menjual aset, saya kurang paham logikanya
最近有个现象值得玩味——白银短期似乎缓了口气,但这口气能不能长期续上,问号很大。
Menurut laporan terbaru dari JPMorgan, Amerika Serikat sementara ini belum mengenakan tarif impor pada logam mulia, yang memberi ruang napas sementara bagi perak. Tapi ini seperti permukaan yang tenang, arus bawahnya bergejolak. Pergerakan perak dan emas mulai menunjukkan divergensi yang jelas, logika di baliknya patut digali lebih dalam.
**Tiga Kendala Utama Perak**
Pertama, permintaan industri. Masalah yang muncul dari harga tinggi jauh lebih serius dari yang dibayangkan—permintaan dari industri energi surya yang mencapai puluhan juta ons terancam, banyak perusahaan terkemuka di bidang fotovoltaik mulai mendorong teknologi "menggantikan perak dengan tembaga", dan konversi kapasitas produksi terkait diperkirakan mulai terealisasi dari kuartal kedua. Dengan kata lain, posisi perak dalam industri energi hijau mungkin perlahan terkikis.
Kedua, dari sisi investasi. Pada tahun 2025, kepemilikan ETF secara keseluruhan meningkat, tetapi ada detail yang menyakitkan—harga perak baru-baru ini naik, namun ETF utama justru mengalami aliran keluar bersih sekitar 18 juta ons. Posisi net long di COMEX juga terus menyusut. Apa artinya ini? Sikap investor institusional secara diam-diam beralih menjadi lebih berhati-hati, bahkan ada yang "memilih dengan kaki" sebagai bentuk voting.
Tekanan stok juga belum sepenuhnya mereda. Meskipun ada penurunan, secara keseluruhan tetap tinggi, seperti pedang Damokles yang menggantung di atas kepala, terus menekan ruang untuk kenaikan harga.
**Mengapa Emas Berbeda**
Sebaliknya, logika pendukung emas jauh lebih kokoh. Bank sentral terus membeli emas, kebutuhan lindung nilai terhadap risiko geopolitik tetap ada, ditambah ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan, faktor-faktor ini saling memperkuat, sehingga dukungan struktural emas lebih kokoh.
**Apa yang Ditanyakan Pasar**
Ketika perak menghadapi tekanan dari teknologi pengganti dan aliran keluar investasi secara bersamaan, akankah cerita "logam industri + atribut keuangan" itu masih bisa berlanjut? Ini adalah pertanyaan besar.
Divergensi pergerakan emas dan perak, apakah bisa menandakan bahwa dana di dalam logam mulia sedang melakukan "penyesuaian diferensiasi"? Bahkan, apakah emas sedang menegaskan kembali keunggulan relatifnya dalam kerangka aset safe haven tradisional?
Pelonggaran kebijakan jangka pendek memang memulihkan beberapa sentimen, tetapi tekanan fundamental jangka menengah dan panjang tetap nyata, kedua kekuatan ini seperti bertarung di tubuh perak. Investor harus waspada terhadap potensi volatilitas yang mungkin muncul.
Bagaimana pandanganmu? Sejauh mana permintaan industri perak akan tertekan oleh harga tinggi? Saat mengalokasikan logam mulia, apakah kamu cenderung mengikuti tren emas, atau masih percaya pada potensi perak?