Banyak orang yang baru masuk ke pasar kripto langsung mengalami kerugian besar, entah karena masalah proyek, atau karena mereka sendiri tidak memiliki strategi. Daripada menyalahkan keadaan, lebih baik mulai membangun sistem investasi sendiri dari sekarang. Asalkan empat bagian berikut ini dikuasai dengan baik, peluang untuk mendapatkan keuntungan tetap terbuka.
**Bagian Pertama: Memilih proyek yang tepat adalah kunci**
Singkatnya, memilih koin sama dengan memilih keuntungan. Ada begitu banyak proyek di pasar, dan koin sampah bahkan lebih banyak lagi. Untuk menghindari jebakan ini, perlu memperhatikan tiga poin utama.
Pertama, lihat kekuatan teknologi. Baca white paper, periksa latar belakang tim, inovasi teknologi, jangan tertipu oleh proyek yang hanya menyalin saja. Kedua, perhatikan skenario aplikasi, harus benar-benar nyata dan mampu menyelesaikan masalah nyata. Koin yang hanya konsep tanpa implementasi nyata bisa diabaikan. Terakhir, lihat apakah ekosistemnya memiliki kehangatan. Periksa data di blockchain—jumlah pengguna, volume transaksi, hal-hal ini bisa menunjukkan kebenaran. Proyek yang benar-benar memiliki potensi pertumbuhan data ini tidak akan menipu.
**Bagian Kedua: Pengelolaan dana menentukan hidup mati**
Investasi yang paling ditakuti adalah All in, itu seperti mencari mati. Bagaimana mengelola uang agar tidak bangkrut? Tiga poin ini harus diingat:
Hanya gunakan uang dingin untuk berinvestasi, batas proporsi pendapatan yang dapat dialokasikan adalah 10%-20%. Jangan gunakan uang hidup, uang darurat untuk bertaruh pasar, itu bukan investasi, melainkan judi.
Sebarkan portofolio, alokasikan berdasarkan tingkat risiko. Bagi dana menjadi tiga kategori: aset inti, aset potensial, dan aset risiko. Aset inti adalah koin utama yang relatif stabil, bisa sedikit lebih berat; aset potensial dan risiko harus lebih ringan, jangan taruh semua chip di satu proyek yang tidak pasti.
Kontrol posisi. Aset inti bisa mendominasi portofolio, tetapi aset potensial dan risiko cukup dengan posisi kecil saat berpartisipasi, sehingga jika terkena kerugian besar, tidak akan langsung bangkrut.
**Bagian Ketiga: Stop loss dan take profit, keduanya harus ada**
Ini adalah garis pertahanan dari kerugian besar. Harus menetapkan aturan sebelumnya, jangan mengubah keputusan saat sedang berjalan.
Untuk stop loss, atur sesuai jenis aset. Jika aset inti turun 20%-30%, pertimbangkan untuk stop loss; aset potensial 30%-40%; dan jika risiko lebih agresif, atur 40%-50%. Jika harga turun di bawah batas ini, harus segera keluar, jangan berharap keberuntungan.
Untuk take profit, juga harus ada rencana. Saat aset inti naik 50%-100%, lakukan penguncian secara bertahap; aset potensial bisa lebih agresif. Intinya, saat mencapai target, harus segera bertindak, jangan terbuai oleh keserakahan.
Selain itu, lakukan review secara berkala, rangkum setiap operasi untuk menilai keuntungan dan kerugian, agar strategi bisa terus dioptimalkan.
**Bagian Keempat: Mental lebih penting daripada teknologi**
Dalam menghadapi fluktuasi besar, sangat mudah panik. Saat pasar jatuh, ingin menjual, saat pasar naik, ingin membeli lagi. Operasi seperti ini pasti akan merugi.
Menjaga rasionalitas sangat penting. Lakukan riset sebelum membeli atau menjual, jangan biarkan emosi seperti keinginan mengejar harga tinggi atau menjual saat harga turun mengendalikan keputusan. Investasi adalah maraton, bukan sprint 100 meter. Mimpi kaya mendadak harus dilupakan, kenyataan tidak semanis itu. Keserakahan dan ketakutan adalah musuh terbesar. Belajar untuk berhenti saat sudah untung, berhenti saat harus cut loss, itu sudah setengah keberhasilan.
Membangun sistem investasi bukanlah hal yang bisa dilakukan dalam semalam. Butuh pembelajaran terus-menerus, praktik berkelanjutan, dan pengalaman yang dikumpulkan perlahan. Jangan terlalu terburu-buru, lakukan langkah demi langkah. Nanti akan dibagikan lebih banyak detail operasional. Dengan tekun menjalankan sistem ini, dari petani rumput bisa berbalik menjadi investor yang stabil dan menguntungkan, itu bukan mimpi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
19 Suka
Hadiah
19
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
DAOdreamer
· 22jam yang lalu
Benar memang benar, tapi berapa banyak orang yang benar-benar bisa melaksanakan, kebanyakan orang tetap merugi sampai meragukan hidup
Rugi uang bukan karena salah memilih koin, tapi karena mental yang hancur, melewati batas stop loss ini banyak orang tidak bisa
Semua poin sudah dipahami, yang penting adalah apakah bisa benar-benar bertahan saat harga jatuh drastis, inilah yang disebut latihan
Sudah banyak belajar memilih koin, tapi tetap kena jebakan, rasanya whitepaper itu semua penipuan
Pengelolaan dana saya sendiri belum pernah benar-benar baik, selalu menambah satu sen lagi, lalu menyesal
Jujur saja, sistem investasi sekeren apapun, jika menghadapi guncangan pasar besar tetap akan runtuh, mental adalah yang paling sulit
Lihat AsliBalas0
MonkeySeeMonkeyDo
· 23jam yang lalu
Sederhananya, jangan all in, bisa keluar hidup-hidup itu sudah menang
Mentalitas benar-benar lebih penting daripada memilih koin, aku sudah melihat terlalu banyak ahli teknologi yang tetap memotong kerugian
Sistem ini memang benar, yang aku takutkan hanyalah sedikit orang yang benar-benar melaksanakan
Memiliki aset inti memang perlu, tapi kemampuan untuk bertahan dan tidak mengejar harga tinggi adalah keahlian sejati
Mereview kembali memang terdengar sederhana, siapa yang benar-benar selalu melakukan refleksi serius setiap saat
Tidak merugi pun sulit, apalagi ingin keuntungan yang stabil... kenapa begitu sulit ya
Investasi uang tidak terpakai ini yang paling penting, bermain koin dengan uang hidup adalah bunuh diri
Lihat AsliBalas0
CompoundPersonality
· 23jam yang lalu
Speaking frankly, less than 1% of people actually execute, I myself have repeatedly fallen into traps to realize these points.
The real bottleneck is mindset; stop-loss is easy to say but hard to do.
Most people can't understand the white paper at all, and they have to dig up data on the chain themselves to feel assured.
Those who go all-in should have exited long ago; I've never seen anyone survive like that.
As for fund allocation, I now implement it strictly, which is much better than the aggressive approach in earlier years.
The question is when to be greedy and when to be cautious; experience is never enough.
This theory sounds easy, but in real trading, a sudden plunge exposes the true nature.
Reviewing past trades is indeed useful, but very few people stick with it.
Lihat AsliBalas0
SignatureVerifier
· 23jam yang lalu
sejujurnya sebagian besar ini hanyalah manajemen risiko 101 yang dihias dengan mewah... tapi tentu saja, disiplin mengalahkan keberuntungan saya rasa.
Banyak orang yang baru masuk ke pasar kripto langsung mengalami kerugian besar, entah karena masalah proyek, atau karena mereka sendiri tidak memiliki strategi. Daripada menyalahkan keadaan, lebih baik mulai membangun sistem investasi sendiri dari sekarang. Asalkan empat bagian berikut ini dikuasai dengan baik, peluang untuk mendapatkan keuntungan tetap terbuka.
**Bagian Pertama: Memilih proyek yang tepat adalah kunci**
Singkatnya, memilih koin sama dengan memilih keuntungan. Ada begitu banyak proyek di pasar, dan koin sampah bahkan lebih banyak lagi. Untuk menghindari jebakan ini, perlu memperhatikan tiga poin utama.
Pertama, lihat kekuatan teknologi. Baca white paper, periksa latar belakang tim, inovasi teknologi, jangan tertipu oleh proyek yang hanya menyalin saja. Kedua, perhatikan skenario aplikasi, harus benar-benar nyata dan mampu menyelesaikan masalah nyata. Koin yang hanya konsep tanpa implementasi nyata bisa diabaikan. Terakhir, lihat apakah ekosistemnya memiliki kehangatan. Periksa data di blockchain—jumlah pengguna, volume transaksi, hal-hal ini bisa menunjukkan kebenaran. Proyek yang benar-benar memiliki potensi pertumbuhan data ini tidak akan menipu.
**Bagian Kedua: Pengelolaan dana menentukan hidup mati**
Investasi yang paling ditakuti adalah All in, itu seperti mencari mati. Bagaimana mengelola uang agar tidak bangkrut? Tiga poin ini harus diingat:
Hanya gunakan uang dingin untuk berinvestasi, batas proporsi pendapatan yang dapat dialokasikan adalah 10%-20%. Jangan gunakan uang hidup, uang darurat untuk bertaruh pasar, itu bukan investasi, melainkan judi.
Sebarkan portofolio, alokasikan berdasarkan tingkat risiko. Bagi dana menjadi tiga kategori: aset inti, aset potensial, dan aset risiko. Aset inti adalah koin utama yang relatif stabil, bisa sedikit lebih berat; aset potensial dan risiko harus lebih ringan, jangan taruh semua chip di satu proyek yang tidak pasti.
Kontrol posisi. Aset inti bisa mendominasi portofolio, tetapi aset potensial dan risiko cukup dengan posisi kecil saat berpartisipasi, sehingga jika terkena kerugian besar, tidak akan langsung bangkrut.
**Bagian Ketiga: Stop loss dan take profit, keduanya harus ada**
Ini adalah garis pertahanan dari kerugian besar. Harus menetapkan aturan sebelumnya, jangan mengubah keputusan saat sedang berjalan.
Untuk stop loss, atur sesuai jenis aset. Jika aset inti turun 20%-30%, pertimbangkan untuk stop loss; aset potensial 30%-40%; dan jika risiko lebih agresif, atur 40%-50%. Jika harga turun di bawah batas ini, harus segera keluar, jangan berharap keberuntungan.
Untuk take profit, juga harus ada rencana. Saat aset inti naik 50%-100%, lakukan penguncian secara bertahap; aset potensial bisa lebih agresif. Intinya, saat mencapai target, harus segera bertindak, jangan terbuai oleh keserakahan.
Selain itu, lakukan review secara berkala, rangkum setiap operasi untuk menilai keuntungan dan kerugian, agar strategi bisa terus dioptimalkan.
**Bagian Keempat: Mental lebih penting daripada teknologi**
Dalam menghadapi fluktuasi besar, sangat mudah panik. Saat pasar jatuh, ingin menjual, saat pasar naik, ingin membeli lagi. Operasi seperti ini pasti akan merugi.
Menjaga rasionalitas sangat penting. Lakukan riset sebelum membeli atau menjual, jangan biarkan emosi seperti keinginan mengejar harga tinggi atau menjual saat harga turun mengendalikan keputusan. Investasi adalah maraton, bukan sprint 100 meter. Mimpi kaya mendadak harus dilupakan, kenyataan tidak semanis itu. Keserakahan dan ketakutan adalah musuh terbesar. Belajar untuk berhenti saat sudah untung, berhenti saat harus cut loss, itu sudah setengah keberhasilan.
Membangun sistem investasi bukanlah hal yang bisa dilakukan dalam semalam. Butuh pembelajaran terus-menerus, praktik berkelanjutan, dan pengalaman yang dikumpulkan perlahan. Jangan terlalu terburu-buru, lakukan langkah demi langkah. Nanti akan dibagikan lebih banyak detail operasional. Dengan tekun menjalankan sistem ini, dari petani rumput bisa berbalik menjadi investor yang stabil dan menguntungkan, itu bukan mimpi.