Setiap kali melakukan tinjauan pasar, selalu dapat menemukan fenomena menarik—kebanyakan laporan kerugian bukan disebabkan oleh kesalahan dalam memilih koin. Musuh sejati yang sering menghancurkan investor adalah dua musuh tak terlihat: fluktuasi psikologis akibat keuntungan dan kerugian yang berubah-ubah, serta perilaku mengikuti arus yang menyertainya.
Bayangkan sebuah skenario: masuk pasar dengan 1000USDT, masing-masing menginvestasikan 500USDT di dua koin berbeda. Setelah melihat kembali, satu koin turun 20%, sementara yang lain naik 20%. Saat itulah masalah muncul—ketika membutuhkan uang tunai secara mendesak, apakah Anda menjual koin yang naik untuk merealisasikan keuntungan, atau menahan kerugian dan berharap rebound?
Logika yang pertama adalah mengambil keuntungan dan keluar, sedangkan yang kedua adalah terjebak dalam kerugian dan sulit melepaskan. Apapun pilihan Anda, pada dasarnya itu berasal dari reaksi emosional terhadap fluktuasi keuntungan dan kerugian, bukan dari rencana trading yang rasional. Inilah alasan utama mengapa 90% trader gagal.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
DuckFluff
· 01-18 15:58
Sejujurnya, saya adalah orang bodoh yang sangat membutuhkan uang tunai dan menjual koin yang naik, sekarang masih bertahan dengan koin yang jatuh sangat parah itu
Lihat AsliBalas0
SquidTeacher
· 01-18 15:51
Eh tidak, menjual koin dengan kenaikan persentase saya malah merasa tidak masalah... Masalahnya adalah mengapa selalu ada orang yang buru-buru menutup posisi yang rugi, itu benar-benar adalah setan dalam hati.
Lihat AsliBalas0
AirdropCollector
· 01-18 15:34
Menjual yang naik dan bertahan dengan kerugian, itulah rutinitas harian saya haha
Lihat AsliBalas0
TokenTaxonomist
· 01-18 15:34
Jujur saja, berdasarkan analisis saya... masalah sebenarnya di sini bahkan bukanlah tentang hal-hal psikologis. Secara statistik, kebanyakan trader sebenarnya tidak memiliki kerangka penilaian risiko sistematis sejak awal. Mereka hanya berjudi dengan spreadsheet yang tidak mereka buat sendiri, jujur saja.
Lihat AsliBalas0
bridgeOops
· 01-18 15:30
Sejujurnya, bagian tentang fluktuasi psikologis itu menyentuh saya, saya adalah tipe orang yang menjual saat membutuhkan uang mendesak, dan setiap kali sangat menyesal.
Setiap kali melakukan tinjauan pasar, selalu dapat menemukan fenomena menarik—kebanyakan laporan kerugian bukan disebabkan oleh kesalahan dalam memilih koin. Musuh sejati yang sering menghancurkan investor adalah dua musuh tak terlihat: fluktuasi psikologis akibat keuntungan dan kerugian yang berubah-ubah, serta perilaku mengikuti arus yang menyertainya.
Bayangkan sebuah skenario: masuk pasar dengan 1000USDT, masing-masing menginvestasikan 500USDT di dua koin berbeda. Setelah melihat kembali, satu koin turun 20%, sementara yang lain naik 20%. Saat itulah masalah muncul—ketika membutuhkan uang tunai secara mendesak, apakah Anda menjual koin yang naik untuk merealisasikan keuntungan, atau menahan kerugian dan berharap rebound?
Logika yang pertama adalah mengambil keuntungan dan keluar, sedangkan yang kedua adalah terjebak dalam kerugian dan sulit melepaskan. Apapun pilihan Anda, pada dasarnya itu berasal dari reaksi emosional terhadap fluktuasi keuntungan dan kerugian, bukan dari rencana trading yang rasional. Inilah alasan utama mengapa 90% trader gagal.