Berikut sebuah pemikiran yang layak dipertimbangkan: membandingkan era Telegram dengan lanskap penuh informasi saat ini, mana yang sebenarnya lebih tepat? Dulu, segala sesuatunya terasa lebih langsung, lebih personal. Sekarang kita tenggelam dalam aliran data dan saluran yang terfragmentasi. Apakah kita kehilangan sesuatu yang berharga dalam pergeseran menuju kelebihan informasi, ataukah kita mendapatkan akses yang lebih baik dan transparansi? Perdagangan antara kesederhanaan dan akses informasi yang komprehensif—itulah percakapan nyata yang sedang berlangsung di komunitas Web3 saat ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
14 Suka
Hadiah
14
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
TommyTeacher1
· 16menit yang lalu
ngl Merindukan perasaan yang jujur dan langsung, sekarang informasinya terlalu berantakan
Lihat AsliBalas0
AirdropFatigue
· 01-18 16:02
ngl telegram saat itu justru informasi keasliannya lebih tinggi, sekarang semua cuma sampah informasi...
Lihat AsliBalas0
BearMarketSurvivor
· 01-18 16:01
ngl era Telegram memang jauh lebih segar, sekarang ledakan informasi benar-benar sulit ditahan
Lihat AsliBalas0
SmartContractWorker
· 01-18 15:57
ngl telegram saat itu malah sadar, sekarang info bomb menghantam kepala sampai sakit
Lihat AsliBalas0
OnChainArchaeologist
· 01-18 15:47
ngl Kembali ke Telegram memang jauh lebih nyaman, sekarang data feed ini benar-benar penuh noise...
overload info ini memang pedang bermata dua, transparansi bagus tapi sinyal hilang separuh
sederhana vs komprehensif, di web3 masih bingung soal ini? saatnya kompromi, ya kompromi saja
drowning in channels apa sih, kenapa tidak kembali ke chatting p2p saja
yang hilang adalah rasa segar itu, yang didapatkan adalah... lebih banyak kecemasan?
Lihat AsliBalas0
AirdropATM
· 01-18 15:35
ngl Merindukan rasa murni saat itu, sekarang dengan ledakan informasi malah sulit menemukan hal yang berguna
---
Benar, era telegram sederhana dan langsung, sekarang berbagai fragmentasi malah lebih mudah dimanfaatkan untuk menipu
---
Semakin banyak informasi semakin tidak transparan, ini yang bikin saya tertawa
---
Daripada mencari sesuatu yang komprehensif, lebih baik kembali ke lingkaran kecil yang bisa dipercaya
---
Jadi komunitas web3 sekarang sedang berulang kali bingung tentang ini? Seharusnya sudah diputuskan sejak lama
---
Perasaan lost in translation, banyak juga tidak, sedikit juga tidak
---
accessibility? Saya hanya melihat lebih banyak noise dan penipu
---
Jujur saja, tidak peduli langsung atau overload, yang penting adalah info yang benar-benar nyata
---
Sedikit rindu masa tanpa discord dan twitter, benar-benar
---
Semakin kompleks semakin sulit dibedakan, ini mungkin masalah inti sebenarnya
Berikut sebuah pemikiran yang layak dipertimbangkan: membandingkan era Telegram dengan lanskap penuh informasi saat ini, mana yang sebenarnya lebih tepat? Dulu, segala sesuatunya terasa lebih langsung, lebih personal. Sekarang kita tenggelam dalam aliran data dan saluran yang terfragmentasi. Apakah kita kehilangan sesuatu yang berharga dalam pergeseran menuju kelebihan informasi, ataukah kita mendapatkan akses yang lebih baik dan transparansi? Perdagangan antara kesederhanaan dan akses informasi yang komprehensif—itulah percakapan nyata yang sedang berlangsung di komunitas Web3 saat ini.