Artikel ini memang ditulis dengan baik—logika yang jelas, orang biasa pun bisa cepat memahami. Tapi artikel ini juga menyentuh satu fenomena: betapa mudahnya orang terbawa arus tren, tanpa pernah berhenti untuk mempertanyakan apa pun. Melihat kata "爆火", otak secara otomatis menilai "Ini pasti keren". Popularitas dan kualitas sering dikaitkan tanpa batas, tetapi sebenarnya? Penyebaran secara viral sering kali hanya menunjukkan topik yang menarik perhatian, bukan berarti isi kontennya layak dipertaruhkan. Fenomena ini dapat ditemui di mana-mana di pasar—mengikuti tren, mengikuti hot topic, membeli koin panas, sangat sedikit orang yang benar-benar bertanya satu pertanyaan: mengapa?
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GateUser-a606bf0c
· 4jam yang lalu
Benar-benar, sekarang berapa banyak orang membeli koin hanya melihat volume bukan fundamental, ketika ditanya mengapa mereka membeli langsung bingung
Lihat AsliBalas0
fren.eth
· 13jam yang lalu
Saya rasa ini adalah masalah umum di dunia web3, kepopuleran = kebenaran, tidak ada yang mau berpikir mandiri
Lihat AsliBalas0
LightningWallet
· 13jam yang lalu
Benar sekali, ini adalah masalahnya—semua orang sedang melihat daftar yang sedang naik daun, tidak ada yang bertanya "kenapa bisa viral". Saya sendiri juga sering terjebak dalam hal ini.
Popularitas ≠ Nilai, prinsip ini sangat sederhana, tapi tetap ada orang yang keras kepala memasukkan uang ke dalam koin panas, sangat lucu.
Yang paling menyakitkan adalah kalimat "mengapa", tidak banyak orang yang bertanya, kita harus merenung dan introspeksi.
Mengikuti tren paling mudah memakan korban, sudah melihat banyak orang yang baru sadar setelah terlambat.
Analisis ini cukup jernih, yaitu karena sifat manusia terlalu mudah untuk dibajak, termasuk saya sendiri kadang-kadang juga tidak bisa menghindar.
Lihat AsliBalas0
ChainMemeDealer
· 13jam yang lalu
Benar sekali, inilah masalahnya... Melihat sesuatu yang sedang viral langsung ikut-ikutan, sama sekali tidak memikirkan mengapa bisa viral.
Saya sudah melihat banyak orang mengikuti tren koin panas, sembilan dari sepuluh adalah korban yang tertipu.
Mendengarnya masuk akal, tapi orang yang benar-benar bisa melakukannya sedikit, saya sendiri juga sering terjebak.
Popularitas ≠ Nilai, bagaimana bisa hal yang sesederhana ini begitu sulit dipahami.
Akhirnya hanya menyesal, dan akan mengulang lagi di lain waktu.
Lihat AsliBalas0
ForkYouPayMe
· 13jam yang lalu
Meledak≠Barang bagus, hal ini memang diabaikan oleh 99% orang
---
Kita semua terjebak dalam irama kehebohan, sama sekali tidak punya waktu untuk bertanya "mengapa"
---
Saat mengejar koin panas, tidak ada yang berhenti dan bertanya pada diri sendiri kalimat ini
---
Yang paling menyakitkan adalah, mengetahui prinsip ini dan mampu melakukannya adalah dua hal yang berbeda
---
Kehebohan adalah "pakaian baru Kaisar" zaman modern, semua orang pura-pura melihatnya
---
Setiap kali melihat "meledak", saya secara tidak sadar waspada, tetapi kebanyakan orang justru bereaksi sebaliknya
---
Pasar hidup dari perbedaan persepsi ini, orang pintar diam saja, orang bodoh ikut-ikutan
---
Kualitas sudah lama dihancurkan oleh kehebohan, sekarang siapa yang masih memperhatikan isi sebenarnya
Lihat AsliBalas0
GasFeeSurvivor
· 13jam yang lalu
Benar-benar, sekarang seperti ini—melihat kata "meledak" saja otak langsung short circuit, sama sekali tidak mau memikirkan mengapa menjadi populer. Semua orang seperti mesin pengulang, panas-panas membeli apa saja, baru setelah rugi baru mulai menyesal.
Lihat AsliBalas0
DecentralizedElder
· 14jam yang lalu
Sangat nyata, saya hanya pernah melihat terlalu banyak orang yang melihat kata "meledak" dan otaknya langsung short circuit, sama sekali tidak bisa bertanya mengapa.
Di dunia kripto ini terutama aneh, begitu ada koin yang sedang panas, orang langsung seperti tanpa otak masuk ke dalamnya.
Memang benar, popularitas ≠ kualitas, semua orang tahu prinsip ini, hanya saja tidak ada yang benar-benar melakukannya.
Sekarang pasar ini seperti ini, yang mengikuti tren selalu lebih banyak daripada yang berpikir.
Manusia, semua telah dijinakkan oleh tren panas, tidak ada yang berhenti untuk berpikir.
Sudah melihat semuanya, mereka yang mengikuti tren terakhirnya hanyalah para pemula.
Artikel ini memang ditulis dengan baik—logika yang jelas, orang biasa pun bisa cepat memahami. Tapi artikel ini juga menyentuh satu fenomena: betapa mudahnya orang terbawa arus tren, tanpa pernah berhenti untuk mempertanyakan apa pun. Melihat kata "爆火", otak secara otomatis menilai "Ini pasti keren". Popularitas dan kualitas sering dikaitkan tanpa batas, tetapi sebenarnya? Penyebaran secara viral sering kali hanya menunjukkan topik yang menarik perhatian, bukan berarti isi kontennya layak dipertaruhkan. Fenomena ini dapat ditemui di mana-mana di pasar—mengikuti tren, mengikuti hot topic, membeli koin panas, sangat sedikit orang yang benar-benar bertanya satu pertanyaan: mengapa?