Membahas tentang arsitektur suatu protokol, satu pertanyaan kunci selalu muncul: mengapa verifikasi data harus dilakukan melalui jaringan independen, tidak cukupkah aplikasi sendiri yang melakukan verifikasi?
Sebenarnya ini bukan masalah fungsi, melainkan bagaimana pembagian sistem yang paling masuk akal.
Data di luar rantai hampir pasti ada dalam aplikasi. Status historis, catatan interaksi, konten dalam skala besar—hal-hal ini sama sekali tidak realistis untuk langsung di-chain. Jika setiap aplikasi membuat logika verifikasi sendiri, dalam jangka pendek tampaknya bisa dilakukan, tetapi ketika jumlah aplikasi ekosistem meledak dan kompleksitas terus meningkat, masalah pun muncul. Pengaturan sendiri-sendiri menyebabkan kekacauan standar, pemborosan biaya yang berulang, dan batas keamanan pun mudah dilanggar.
Dari sudut pandang arsitektur, lapisan verifikasi independen dapat dengan jelas membatasi batas kepercayaan. Sistem di atas rantai fokus pada konfirmasi status akhir dan eksekusi, sementara jaringan independen bertanggung jawab memastikan data telah diverifikasi sebelum masuk ke logika di rantai. Pembagian ini membuat kepercayaan tidak tersebar di berbagai aplikasi, dan juga secara signifikan mengurangi risiko yang timbul dari perbedaan implementasi.
Terutama dalam ekosistem dengan tingkat konkurensi tinggi dan manajemen objek, independensi semacam ini menjadi semakin penting. Semakin cepat aplikasi berkembang, semakin tinggi pula tuntutan terhadap stabilitas infrastruktur data dasar. Jika logika verifikasi terlalu terkait dengan aplikasi, evolusi sistem secara jangka panjang akan semakin sulit.
Dari sudut pandang operasi jangka panjang, jaringan verifikasi independen sama sekali bukan beban tambahan, malah menjadi syarat penting agar sistem dapat berskala besar. Pembagian tugas yang jelas memungkinkan setiap lapisan berfungsi sesuai peran, dan kompleksitas tidak saling menggerogoti. Desain seperti ini membuat lapisan verifikasi lebih mirip komponen dasar, bukan sesuatu yang sekadar pelengkap.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
10 Suka
Hadiah
10
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GasWaster69
· 7jam yang lalu
Ah, ini memang sudah menjadi hal yang biasa, setiap proyek ingin menyalahkan lapisan independen... Saat sudah masuk ke lingkungan produksi baru tahu apa itu rasa sakit
Benar, tapi terdengar masih agak idealis, kenyataannya saat berjalan sering kali masing-masing berjalan sendiri-sendiri
Pembagian tugas jelas memang tidak salah, yang dikhawatirkan adalah saat lapisan verifikasi sendiri malah menjadi masalah titik tunggal yang baru
Lihat AsliBalas0
FloorSweeper
· 16jam yang lalu
Sejujurnya, awalnya juga merasa logikanya agak membingungkan, tetapi setelah dipikir-pikir memang harus berlapis-lapis
Lihat AsliBalas0
GasGuzzler
· 16jam yang lalu
Singkatnya, masing-masing sendiri-sendiri akan akhirnya gagal, harus ada wasit yang menyatukan, jika tidak biaya kepercayaan akan meledak.
Lihat AsliBalas0
BearMarketBard
· 17jam yang lalu
Singkatnya, jangan berharap mudah, stratifikasi adalah jalan yang benar
Lihat AsliBalas0
ForkYouPayMe
· 17jam yang lalu
Singkatnya, mereka tidak ingin berjalan sendiri-sendiri, sudah bosan dengan cara masing-masing bermain sendiri...
Lihat AsliBalas0
GasFeeCrybaby
· 17jam yang lalu
Ini lagi masalah lama. Singkatnya, harus ada yang bertanggung jawab, membiarkan aplikasi masing-masing melakukan verifikasi hanya akan menjadi neraka saling menyalahkan.
Membahas tentang arsitektur suatu protokol, satu pertanyaan kunci selalu muncul: mengapa verifikasi data harus dilakukan melalui jaringan independen, tidak cukupkah aplikasi sendiri yang melakukan verifikasi?
Sebenarnya ini bukan masalah fungsi, melainkan bagaimana pembagian sistem yang paling masuk akal.
Data di luar rantai hampir pasti ada dalam aplikasi. Status historis, catatan interaksi, konten dalam skala besar—hal-hal ini sama sekali tidak realistis untuk langsung di-chain. Jika setiap aplikasi membuat logika verifikasi sendiri, dalam jangka pendek tampaknya bisa dilakukan, tetapi ketika jumlah aplikasi ekosistem meledak dan kompleksitas terus meningkat, masalah pun muncul. Pengaturan sendiri-sendiri menyebabkan kekacauan standar, pemborosan biaya yang berulang, dan batas keamanan pun mudah dilanggar.
Dari sudut pandang arsitektur, lapisan verifikasi independen dapat dengan jelas membatasi batas kepercayaan. Sistem di atas rantai fokus pada konfirmasi status akhir dan eksekusi, sementara jaringan independen bertanggung jawab memastikan data telah diverifikasi sebelum masuk ke logika di rantai. Pembagian ini membuat kepercayaan tidak tersebar di berbagai aplikasi, dan juga secara signifikan mengurangi risiko yang timbul dari perbedaan implementasi.
Terutama dalam ekosistem dengan tingkat konkurensi tinggi dan manajemen objek, independensi semacam ini menjadi semakin penting. Semakin cepat aplikasi berkembang, semakin tinggi pula tuntutan terhadap stabilitas infrastruktur data dasar. Jika logika verifikasi terlalu terkait dengan aplikasi, evolusi sistem secara jangka panjang akan semakin sulit.
Dari sudut pandang operasi jangka panjang, jaringan verifikasi independen sama sekali bukan beban tambahan, malah menjadi syarat penting agar sistem dapat berskala besar. Pembagian tugas yang jelas memungkinkan setiap lapisan berfungsi sesuai peran, dan kompleksitas tidak saling menggerogoti. Desain seperti ini membuat lapisan verifikasi lebih mirip komponen dasar, bukan sesuatu yang sekadar pelengkap.