The Metals Company (NASDAQ: TMC) telah menarik perhatian investor dengan kenaikan yang luar biasa. Memulai tahun 2025 di sekitar $1 per saham, saham ini naik 450% sepanjang tahun dan melanjutkan dorongannya dengan kenaikan 17% di awal 2026. Pada 8 Januari, TMC diperdagangkan di sekitar $7 tanda—pergeseran dramatis yang mencerminkan kepercayaan yang semakin besar terhadap arah strategis perusahaan.
Titik balik terjadi pada April 2025 ketika TMC mengajukan apa yang disebutnya “permohonan pertama di dunia untuk izin pemulihan komersial” di bawah yurisdiksi AS. Langkah ini membuka jalur regulasi baru yang secara fundamental dapat mengubah prospek perusahaan di sektor penambangan laut.
Memahami Peluang Sumber Daya
Di inti cerita TMC terletak nodul polymetallic—endapan mineral kaya yang tersebar di dasar laut. Formasi sebesar kentang ini mengandung logam penting yang diperlukan untuk baterai, elektronik, dan aplikasi pertahanan. Dua penilaian independen menilai zona eksplorasi perusahaan sekitar $23,6 miliar, dengan kebutuhan modal awal hanya $113 juta.
Di sinilah perhitungan menjadi menarik: Dengan kapitalisasi pasar saat ini yang mendekati $3 miliar di $7 per saham, investor memperhitungkan skeptisisme besar terhadap kelayakan komersial proyek ini. Celah yang diimplikasikan antara valuasi saat ini dan nilai sumber daya yang diperkirakan menunjukkan potensi upside sekitar 700%—jika usaha ini berhasil.
Menavigasi Labirin Regulasi
Sebelumnya, TMC menghadapi kendala utama: ketergantungan pada International Seabed Authority (ISA), sebuah badan internasional yang belum menyelesaikan regulasi penambangan laut dalam. Ketidakpastian ini menciptakan hambatan besar.
Pemerintah AS, yang tidak pernah meratifikasi traktat yang mendirikan ISA, mempertahankan otoritas independen atas perizinan penambangan dasar laut di yurisdiksinya. Ini membuka jalur regulasi alternatif yang dapat mempercepat garis waktu komersial TMC. Namun, strategi ini membawa risiko politik dan belum terbukti—tidak ada jaminan bahwa ini akan berhasil pada akhirnya.
Menilai Profil Risiko-Imbalan
Investasi ini merupakan taruhan spekulatif yang nyata. Penambangan nodul polymetallic secara komersial masih merupakan teknologi yang belum terbukti. Kekhawatiran lingkungan, komplikasi hubungan internasional, dan tantangan operasional menciptakan hambatan yang sah.
Namun skenario upside layak dipertimbangkan: jika TMC menunjukkan kelayakan penambangan laut dalam, perusahaan berpotensi memperluas operasi ke wilayah dasar laut tambahan. Kemitraan pasokan jangka panjang dengan industri dan kontraktor pertahanan dapat semakin meningkatkan proposisi nilainya. Perkembangan semacam ini bisa memberi imbalan besar bagi investor yang sabar.
Kesimpulan
Saham yang diperdagangkan berdasarkan teknologi yang belum terbukti memang bisa membuat investor sangat kaya—tapi hanya jika beberapa ketidakpastian terselesaikan secara menguntungkan. Ini termasuk peluang moonshot: potensi pengembalian besar disertai risiko downside material. Volatilitas harus diantisipasi, dan kerugian mungkin terjadi.
Bagi investor yang toleran terhadap risiko dan memiliki horizon multi-tahun, TMC merupakan peluang menarik terkait permintaan logam di masa depan dan pengembangan sumber daya laut. Untuk investor konservatif, ketidakpastian ini kemungkinan besar lebih besar daripada peluangnya.
Ingat: riset menyeluruh dan pengaturan posisi yang sesuai dengan toleransi risiko Anda tetap penting sebelum menginvestasikan modal ke dalam usaha spekulatif seperti ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apakah Saham Penambangan Bawah Laut $7 Dapat Mengubah Kekayaan Anda?
Momentum Meledak di Balik TMC
The Metals Company (NASDAQ: TMC) telah menarik perhatian investor dengan kenaikan yang luar biasa. Memulai tahun 2025 di sekitar $1 per saham, saham ini naik 450% sepanjang tahun dan melanjutkan dorongannya dengan kenaikan 17% di awal 2026. Pada 8 Januari, TMC diperdagangkan di sekitar $7 tanda—pergeseran dramatis yang mencerminkan kepercayaan yang semakin besar terhadap arah strategis perusahaan.
Titik balik terjadi pada April 2025 ketika TMC mengajukan apa yang disebutnya “permohonan pertama di dunia untuk izin pemulihan komersial” di bawah yurisdiksi AS. Langkah ini membuka jalur regulasi baru yang secara fundamental dapat mengubah prospek perusahaan di sektor penambangan laut.
Memahami Peluang Sumber Daya
Di inti cerita TMC terletak nodul polymetallic—endapan mineral kaya yang tersebar di dasar laut. Formasi sebesar kentang ini mengandung logam penting yang diperlukan untuk baterai, elektronik, dan aplikasi pertahanan. Dua penilaian independen menilai zona eksplorasi perusahaan sekitar $23,6 miliar, dengan kebutuhan modal awal hanya $113 juta.
Di sinilah perhitungan menjadi menarik: Dengan kapitalisasi pasar saat ini yang mendekati $3 miliar di $7 per saham, investor memperhitungkan skeptisisme besar terhadap kelayakan komersial proyek ini. Celah yang diimplikasikan antara valuasi saat ini dan nilai sumber daya yang diperkirakan menunjukkan potensi upside sekitar 700%—jika usaha ini berhasil.
Menavigasi Labirin Regulasi
Sebelumnya, TMC menghadapi kendala utama: ketergantungan pada International Seabed Authority (ISA), sebuah badan internasional yang belum menyelesaikan regulasi penambangan laut dalam. Ketidakpastian ini menciptakan hambatan besar.
Pemerintah AS, yang tidak pernah meratifikasi traktat yang mendirikan ISA, mempertahankan otoritas independen atas perizinan penambangan dasar laut di yurisdiksinya. Ini membuka jalur regulasi alternatif yang dapat mempercepat garis waktu komersial TMC. Namun, strategi ini membawa risiko politik dan belum terbukti—tidak ada jaminan bahwa ini akan berhasil pada akhirnya.
Menilai Profil Risiko-Imbalan
Investasi ini merupakan taruhan spekulatif yang nyata. Penambangan nodul polymetallic secara komersial masih merupakan teknologi yang belum terbukti. Kekhawatiran lingkungan, komplikasi hubungan internasional, dan tantangan operasional menciptakan hambatan yang sah.
Namun skenario upside layak dipertimbangkan: jika TMC menunjukkan kelayakan penambangan laut dalam, perusahaan berpotensi memperluas operasi ke wilayah dasar laut tambahan. Kemitraan pasokan jangka panjang dengan industri dan kontraktor pertahanan dapat semakin meningkatkan proposisi nilainya. Perkembangan semacam ini bisa memberi imbalan besar bagi investor yang sabar.
Kesimpulan
Saham yang diperdagangkan berdasarkan teknologi yang belum terbukti memang bisa membuat investor sangat kaya—tapi hanya jika beberapa ketidakpastian terselesaikan secara menguntungkan. Ini termasuk peluang moonshot: potensi pengembalian besar disertai risiko downside material. Volatilitas harus diantisipasi, dan kerugian mungkin terjadi.
Bagi investor yang toleran terhadap risiko dan memiliki horizon multi-tahun, TMC merupakan peluang menarik terkait permintaan logam di masa depan dan pengembangan sumber daya laut. Untuk investor konservatif, ketidakpastian ini kemungkinan besar lebih besar daripada peluangnya.
Ingat: riset menyeluruh dan pengaturan posisi yang sesuai dengan toleransi risiko Anda tetap penting sebelum menginvestasikan modal ke dalam usaha spekulatif seperti ini.