Kenaikan Harga Logam Mulia: Emas Melonjak Lebih dari US$4.600 Sementara Perak Mencapai Puncak Rekor di Atas US$86

Pergerakan luar biasa terus berlanjut di pasar logam mulia, dengan emas dan perak keduanya menembus rekor sebelumnya minggu ini. Pada 12 Januari 2026, harga spot emas naik ke US$4.630,01 per ons, sementara perak secara bersamaan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar US$86,06 per ons—sebuah kenaikan dramatis dari posisi pasar beberapa bulan sebelumnya.

Jejak Harga Emas: Dari US$2.640 ke Tingkat Rekor

Perjalanan luar biasa logam kuning ini sepanjang 2025 mengungkapkan besarnya gelombang bull run ini. Dimulai tahun mendekati US$2.640, emas secara sistematis naik, mencapai US$3.200 pada April sebelum mengkonsolidasikan diri selama musim panas. Percepatan nyata terjadi pada pertengahan Oktober ketika harga secara tegas menembus batas US$4.300. Meskipun terjadi penarikan—termasuk penurunan sementara di bawah US$4.000—baik besarnya maupun durasinya tidak sesuai dengan ekspektasi analis. Pada akhir November, momentum kembali menguat, dan rally semakin tajam di bulan Desember. Jika dibandingkan secara historis dengan harga emas tahun 2007, yang berkisar di sekitar US$800 per ons, penilaian saat ini mewakili kenaikan luar biasa selama beberapa tahun yang didorong oleh dinamika pasar yang sama sekali berbeda.

Mengapa Rally Kini Semakin Cepat

Berbagai faktor sedang bersinergi untuk mendorong kenaikan berkelanjutan ini. Ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi yang terus-menerus di seluruh dunia telah menjadikan emas aset perlindungan pilihan. Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar—terutama menyusul kepergian Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve yang akan datang tahun ini—telah mendukung harga. Pemangkasan suku bunga oleh The Fed memberikan angin segar, meskipun perkembangan politik terbaru telah menambah volatilitas baru ke dalam perhitungan.

Dimensi Politik: Kemerdekaan The Fed di Bawah Tekanan

Latar belakang penting dari kekuatan logam mulia saat ini melibatkan ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara pemerintahan Trump dan Federal Reserve. Pada 9 Januari, Departemen Kehakiman AS mengirimkan subpoena grand jury kriminal kepada The Fed yang menargetkan Powell, yang secara kasat mata terkait dengan kesaksian Komite Perbankan Senat tahun 2025 mengenai sebuah proyek renovasi. Namun, pernyataan resmi Powell menyatakan bahwa penyelidikan berasal dari tekanan pemerintahan terhadap The Fed untuk memotong suku bunga, menggambarkannya sebagai upaya untuk mengompromikan kemerdekaan bank sentral.

Perkembangan luar biasa ini telah mengguncang pasar. Analis di seluruh dunia mencatat bahwa mempertanyakan otonomi The Fed mengancam kredibilitas lembaga tersebut sebagai otoritas yang memerangi inflasi. Jika kebijakan moneter menjadi subjek pengaruh politik daripada data ekonomi, beberapa konsekuensi dapat menyebar ke pasar: daya tarik dolar sebagai mata uang cadangan netral berkurang, kepercayaan investor terhadap obligasi AS berpotensi melemah, dan permintaan terhadap aset safe-haven alternatif seperti emas meningkat.

Reaksi Pasar dan Implikasi Lebih Luas

Para ahli strategi keuangan menunjukkan bahwa dalam kondisi normal, data ketenagakerjaan dan inflasi terbaru di AS seharusnya membuat The Fed mempertahankan suku bunga tetap. Namun, jika tekanan politik mengesampingkan pengambilan keputusan berbasis data dan inflasi kembali muncul, investor secara logis akan beralih ke lindung nilai terhadap inflasi: logam mulia menempati posisi terdepan bersama komoditas, obligasi terkait inflasi, dan saham dividen.

Ketidakpastian seputar kemerdekaan The Fed sekaligus menekan dolar AS. Dolar yang melemah membuat emas—yang dihargai dalam dolar secara global—menjadi lebih menarik bagi pembeli internasional. Selain itu, kekhawatiran tentang utang Amerika yang mencapai rekor lebih dari US$38 triliun mendorong investor mempertanyakan stabilitas dolar jangka panjang, semakin meningkatkan permintaan safe-haven.

Kompleksitas Logam Mulia yang Lebih Luas

Selain emas dan perak, platinum mendekati rekor tertinggi pada hari Senin di US$2.360,50 per ons. Palladium, meskipun di bawah puncaknya, tetap tinggi di atas US$1.900 per ons. Sifat ganda perak sebagai logam investasi dan komponen industri penting—yang sangat dibutuhkan untuk teknologi panel surya dan aplikasi lainnya—terus mendukung pergerakan harganya.

Kombinasi logam mulia ini semakin diperkuat oleh pembelian besar-besaran dari bank sentral, terutama dari negara-negara Timur besar yang melakukan diversifikasi dari cadangan berbasis dolar. Pembeli institusional ini memberikan dasar struktural di bawah harga, memastikan volatilitas terbatas pada risiko penurunan dibandingkan potensi kenaikan.

Seiring risiko geopolitik tetap ada dan pertanyaan tentang otonomi kebijakan moneter terus berlanjut, diharapkan posisi defensif ini akan tetap bertahan, terus mendukung emas dan perak di level tinggi selama bulan-bulan mendatang.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • بالعربية
  • Português (Brasil)
  • 简体中文
  • English
  • Español
  • Français (Afrique)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • Português (Portugal)
  • Русский
  • 繁體中文
  • Українська
  • Tiếng Việt