## Pasar Saham AS Sejak Trump: Mengapa Kemandirian Teknologi Menjadi Lindung Nilai Baru Terhadap Ketidakpastian Tarif
Pasar saham sejak kembalinya Trump ke kantor telah menghadapi tekanan yang meningkat dari kebijakan perdagangan yang tidak dapat diprediksi. Tarif impor terus membentuk kembali sentimen investor, dengan pengumuman tarif baru yang sering terjadi sementara tarif lainnya dipangkas dengan cepat. Keputusan Mahkamah Agung tentang konstitusionalitas tarif yang dikenakan berdasarkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) bisa tiba sesegera minggu ini, yang berpotensi memicu volatilitas pasar yang signifikan.
Bagi investor yang khawatir tentang bagaimana kinerja pasar saham di tengah fluktuasi kebijakan ini, kepemilikan teknologi yang berfokus domestik telah muncul sebagai strategi pertahanan yang menarik. ETF iShares U.S. Tech Independence Focused (NYSEMKT: IETC), yang dikelola oleh BlackRock, berfokus secara eksklusif pada perusahaan teknologi Amerika yang memproduksi dan mengembangkan sebagian besar produk dan kekayaan intelektual mereka di dalam batas AS.
## Mengapa Teknologi Domestik Berbeda
Ketika tarif berlaku untuk barang impor, biasanya mereka menargetkan produk fisik daripada layanan digital. Perbedaan mendasar ini menjelaskan mengapa ETF iShares mengalokasikan 42,4% dari portofolionya ke perusahaan perangkat lunak—perusahaan ini menghasilkan pendapatan dengan paparan minimal terhadap biaya tambahan impor.
Sektor semikonduktor merupakan salah satu kepemilikan penting lainnya dengan porsi 25,1%, sebuah alokasi yang mungkin tampak kontradiktif mengingat banyak chip canggih berasal dari Taiwan dan luar negeri lainnya. Namun, pemerintahan Trump secara strategis membebaskan banyak impor semikonduktor karena peran pentingnya dalam infrastruktur kecerdasan buatan. Tarif 25% mulai berlaku pada beberapa impor chip pada Januari 2026, tetapi chip yang ditujukan untuk pusat data AS—di mana pengembangan AI terkonsentrasi—tetap tidak dikenai tarif. Selain itu, semua peralatan yang digunakan untuk memperluas manufaktur semikonduktor domestik Amerika tetap bebas bea.
Portofolio ETF ini terdiri dari 87 kepemilikan, dengan 10 posisi teratas menguasai 60,3% dari aset:
Sepanjang tahun 2025, saat pasar saham sejak pengumuman kebijakan Trump mengalami gejolak, ETF khusus ini memberikan pengembalian sebesar 19,1%—mengungguli kenaikan 16,4% dari S&P 500. Perbedaan ini menyoroti bagaimana posisi tahan tarif dapat meningkatkan ketahanan portofolio selama ketidakpastian kebijakan perdagangan.
Kinerja luar biasa ini tidak hanya terjadi dalam satu tahun. Sejak didirikan pada 2018 selama masa jabatan pertama Trump, ETF iShares telah menghasilkan pengembalian majemuk tahunan sebesar 20,7% dibandingkan dengan 13,7% dari S&P 500. Keunggulan yang konsisten ini menunjukkan bahwa konsentrasi teknologi domestik telah memberikan keunggulan struktural yang independen dari siklus kebijakan tertentu.
## Melihat ke Depan: Kebijakan Perdagangan dan Konstruksi Portofolio
Terlepas dari keputusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai tarif IEEPA, pemerintahan Trump telah menandai niatnya untuk mengejar mekanisme alternatif dalam pengumpulan bea masuk atas impor. Ini menunjukkan bahwa hambatan kebijakan perdagangan mungkin akan terus berlanjut, menjadikan kepemilikan tahan tarif semakin berharga.
Alih-alih hanya fokus pada strategi ini saja, investor yang cerdas harus mempertimbangkan ETF iShares sebagai bagian dari portofolio yang lebih luas dan terdiversifikasi. Seiring dengan terus berubahnya lanskap kompetitif perdagangan global, kepemilikan yang terlindungi dari kejutan tarif mendadak dapat berfungsi sebagai penyeimbang yang berharga untuk pengembalian keseluruhan.
Keputusan Mahkamah Agung masih belum pasti, tetapi investasi teknologi yang berfokus domestik menawarkan perlindungan nyata terhadap risiko geopolitik dan kebijakan perdagangan yang kini melekat di pasar saham sejak Trump menjabat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
## Pasar Saham AS Sejak Trump: Mengapa Kemandirian Teknologi Menjadi Lindung Nilai Baru Terhadap Ketidakpastian Tarif
Pasar saham sejak kembalinya Trump ke kantor telah menghadapi tekanan yang meningkat dari kebijakan perdagangan yang tidak dapat diprediksi. Tarif impor terus membentuk kembali sentimen investor, dengan pengumuman tarif baru yang sering terjadi sementara tarif lainnya dipangkas dengan cepat. Keputusan Mahkamah Agung tentang konstitusionalitas tarif yang dikenakan berdasarkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) bisa tiba sesegera minggu ini, yang berpotensi memicu volatilitas pasar yang signifikan.
Bagi investor yang khawatir tentang bagaimana kinerja pasar saham di tengah fluktuasi kebijakan ini, kepemilikan teknologi yang berfokus domestik telah muncul sebagai strategi pertahanan yang menarik. ETF iShares U.S. Tech Independence Focused (NYSEMKT: IETC), yang dikelola oleh BlackRock, berfokus secara eksklusif pada perusahaan teknologi Amerika yang memproduksi dan mengembangkan sebagian besar produk dan kekayaan intelektual mereka di dalam batas AS.
## Mengapa Teknologi Domestik Berbeda
Ketika tarif berlaku untuk barang impor, biasanya mereka menargetkan produk fisik daripada layanan digital. Perbedaan mendasar ini menjelaskan mengapa ETF iShares mengalokasikan 42,4% dari portofolionya ke perusahaan perangkat lunak—perusahaan ini menghasilkan pendapatan dengan paparan minimal terhadap biaya tambahan impor.
Sektor semikonduktor merupakan salah satu kepemilikan penting lainnya dengan porsi 25,1%, sebuah alokasi yang mungkin tampak kontradiktif mengingat banyak chip canggih berasal dari Taiwan dan luar negeri lainnya. Namun, pemerintahan Trump secara strategis membebaskan banyak impor semikonduktor karena peran pentingnya dalam infrastruktur kecerdasan buatan. Tarif 25% mulai berlaku pada beberapa impor chip pada Januari 2026, tetapi chip yang ditujukan untuk pusat data AS—di mana pengembangan AI terkonsentrasi—tetap tidak dikenai tarif. Selain itu, semua peralatan yang digunakan untuk memperluas manufaktur semikonduktor domestik Amerika tetap bebas bea.
Portofolio ETF ini terdiri dari 87 kepemilikan, dengan 10 posisi teratas menguasai 60,3% dari aset:
| Posisi | Perusahaan | Bobot |
|----------|--------------|--------|
| 1 | Palantir Technologies | 12,27% |
| 2 | Broadcom | 11,00% |
| 3 | Nvidia | 7,19% |
| 4 | Microsoft | 5,48% |
| 5 | Oracle | 5,33% |
| 6 | Alphabet | 5,29% |
| 7 | Amazon | 4,30% |
| 8 | Salesforce | 3,75% |
| 9 | International Business Machines | 3,24% |
| 10 | Apple | 2,44% |
*Data per 14 Januari 2026*
## Rekam Kinerja: Kisah Sukses Era Tarif
Sepanjang tahun 2025, saat pasar saham sejak pengumuman kebijakan Trump mengalami gejolak, ETF khusus ini memberikan pengembalian sebesar 19,1%—mengungguli kenaikan 16,4% dari S&P 500. Perbedaan ini menyoroti bagaimana posisi tahan tarif dapat meningkatkan ketahanan portofolio selama ketidakpastian kebijakan perdagangan.
Kinerja luar biasa ini tidak hanya terjadi dalam satu tahun. Sejak didirikan pada 2018 selama masa jabatan pertama Trump, ETF iShares telah menghasilkan pengembalian majemuk tahunan sebesar 20,7% dibandingkan dengan 13,7% dari S&P 500. Keunggulan yang konsisten ini menunjukkan bahwa konsentrasi teknologi domestik telah memberikan keunggulan struktural yang independen dari siklus kebijakan tertentu.
## Melihat ke Depan: Kebijakan Perdagangan dan Konstruksi Portofolio
Terlepas dari keputusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai tarif IEEPA, pemerintahan Trump telah menandai niatnya untuk mengejar mekanisme alternatif dalam pengumpulan bea masuk atas impor. Ini menunjukkan bahwa hambatan kebijakan perdagangan mungkin akan terus berlanjut, menjadikan kepemilikan tahan tarif semakin berharga.
Alih-alih hanya fokus pada strategi ini saja, investor yang cerdas harus mempertimbangkan ETF iShares sebagai bagian dari portofolio yang lebih luas dan terdiversifikasi. Seiring dengan terus berubahnya lanskap kompetitif perdagangan global, kepemilikan yang terlindungi dari kejutan tarif mendadak dapat berfungsi sebagai penyeimbang yang berharga untuk pengembalian keseluruhan.
Keputusan Mahkamah Agung masih belum pasti, tetapi investasi teknologi yang berfokus domestik menawarkan perlindungan nyata terhadap risiko geopolitik dan kebijakan perdagangan yang kini melekat di pasar saham sejak Trump menjabat.