Ritme kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia kembali memuncak. HSBC baru-baru ini mengeluarkan satu penilaian inti—jangan buru-buru menaikkan suku bunga pada Februari, tunggu sampai kuartal ketiga. Apa logika di balik ini?
Chief Economist HSBC, Paul Bloxham, secara terbuka menyatakan: menaikkan suku bunga sekarang akan sangat menyakitkan. Mengapa? Tekanan inflasi terlihat ganas, tetapi akar permasalahannya bukan pada seberapa panas ekonomi, melainkan pada sisi penawaran. Produktivitas Australia sudah lama melemah, ditambah pengeluaran pemerintah yang terus membesar, dua kekuatan ini saling memperkuat, sehingga ekonomi lebih awal terjebak dalam hambatan kapasitas. Data berbicara: rasio pemanfaatan kapasitas pada kuartal ketiga 2025 sudah mencapai 83,6%, tertinggi dalam 18 bulan, mendekati batas kritis "lebih cepat akan menyebabkan overheating".
Apa masalahnya? Data dari Commonwealth Bank of Australia menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi potensial hanya sekitar 2,1%. Sektor non-market sedang berkembang, tetapi produktivitas pertambangan menurun, kedua kekuatan ini saling mengimbangi, sehingga momentum pertumbuhan sebenarnya sedang melonggar. Manfaat dari AI dan transisi net-zero belum benar-benar terlihat.
Realitanya cukup memalukan: inflasi memang ada. Sejak Juli, CPI selama lima bulan berturut-turut melebihi target 2%-3% dari Reserve Bank of Australia, bahkan mencapai 3,8% pada Oktober. Tetapi, sinyal pertumbuhan ekonomi juga melemah—PMI komposit bulan Desember turun ke 51,1, terendah dalam 7 bulan, dan indeks aktivitas ekonomi utama juga mulai menurun.
"Kombinasi inflasi tinggi + pertumbuhan lemah" menempatkan pembuat kebijakan di persimpangan jalan. Kenaikan suku bunga akan menekan pertumbuhan yang sudah lemah, sementara tidak menaikkan suku bunga akan membiarkan inflasi terus mengacau. Inilah gambaran nyata Australia saat ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
16 Suka
Hadiah
16
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
RebaseVictim
· 8jam yang lalu
Australia ini benar-benar berada dalam posisi sulit, sisi penawaran terjebak dan tetap ingin menaikkan suku bunga?
Lihat AsliBalas0
BlockchainFoodie
· 17jam yang lalu
ngl, ini benar-benar seperti mencoba membuktikan keaslian pada soufflé yang sudah kempes... kamu tidak bisa hanya menambahkan suku bunga yang lebih tinggi dan mengharapkan itu bangkit lagi, kan? masalah kemacetan di sisi penawaran sebenarnya memang benar—ini adalah masalah kelangkaan bahan, bukan resep yang terlalu bagus. ekonomi kontrak pintar akan menandai ini sebagai struktur insentif yang rusak fr fr
Lihat AsliBalas0
LiquidityWitch
· 19jam yang lalu
Stagflasi sedang berkembang di belahan bumi selatan... alkimia sejati di sini bukanlah dalam panggilan suku bunga, melainkan dalam menyaksikan bank sentral mengubah kebijakan menjadi kelumpuhan. RBA terjebak di antara dua posisi LP yang terkutuk, sungguh.
Lihat AsliBalas0
GasGrillMaster
· 19jam yang lalu
Situasi stagflasi ini memang sulit untuk dihadapi, menaikkan suku bunga akan menghantam pertumbuhan, tidak menaikkan suku bunga inflasi akan memakan korban.
Lihat AsliBalas0
ShortingEnthusiast
· 19jam yang lalu
Australia ini akan mengalami stagflasi, menyebalkan
Lihat AsliBalas0
token_therapist
· 19jam yang lalu
Ini lagi-lagi situasi yang sulit dihadapi... menaikkan suku bunga merugikan pertumbuhan, tidak menaikkan suku bunga inflasi terus bergejolak, Bank Sentral Australia benar-benar luar biasa
Ritme kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia kembali memuncak. HSBC baru-baru ini mengeluarkan satu penilaian inti—jangan buru-buru menaikkan suku bunga pada Februari, tunggu sampai kuartal ketiga. Apa logika di balik ini?
Chief Economist HSBC, Paul Bloxham, secara terbuka menyatakan: menaikkan suku bunga sekarang akan sangat menyakitkan. Mengapa? Tekanan inflasi terlihat ganas, tetapi akar permasalahannya bukan pada seberapa panas ekonomi, melainkan pada sisi penawaran. Produktivitas Australia sudah lama melemah, ditambah pengeluaran pemerintah yang terus membesar, dua kekuatan ini saling memperkuat, sehingga ekonomi lebih awal terjebak dalam hambatan kapasitas. Data berbicara: rasio pemanfaatan kapasitas pada kuartal ketiga 2025 sudah mencapai 83,6%, tertinggi dalam 18 bulan, mendekati batas kritis "lebih cepat akan menyebabkan overheating".
Apa masalahnya? Data dari Commonwealth Bank of Australia menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi potensial hanya sekitar 2,1%. Sektor non-market sedang berkembang, tetapi produktivitas pertambangan menurun, kedua kekuatan ini saling mengimbangi, sehingga momentum pertumbuhan sebenarnya sedang melonggar. Manfaat dari AI dan transisi net-zero belum benar-benar terlihat.
Realitanya cukup memalukan: inflasi memang ada. Sejak Juli, CPI selama lima bulan berturut-turut melebihi target 2%-3% dari Reserve Bank of Australia, bahkan mencapai 3,8% pada Oktober. Tetapi, sinyal pertumbuhan ekonomi juga melemah—PMI komposit bulan Desember turun ke 51,1, terendah dalam 7 bulan, dan indeks aktivitas ekonomi utama juga mulai menurun.
"Kombinasi inflasi tinggi + pertumbuhan lemah" menempatkan pembuat kebijakan di persimpangan jalan. Kenaikan suku bunga akan menekan pertumbuhan yang sudah lemah, sementara tidak menaikkan suku bunga akan membiarkan inflasi terus mengacau. Inilah gambaran nyata Australia saat ini.