Lingkungan keuangan global sedang dengan cepat mendingin. Imbal hasil obligasi 30 tahun Jepang melonjak lebih dari 30 basis poin menjadi 3.91%, mencatat rekor tertinggi dalam 27 tahun, yang berarti pasar Jepang, sumber utama dana lindung nilai tradisional, sedang mengurangi likuiditasnya. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi 10 tahun AS juga naik ke level tertinggi empat bulan sebesar 4.27%.
Kedua sinyal ini mengarah pada satu kesimpulan: likuiditas jangka panjang global sedang cepat menyusut. Dalam lingkungan seperti ini, permintaan investor terhadap aset berisiko tinggi seperti Bitcoin secara alami menurun secara signifikan, dan preferensi risiko pasar pun menurun.
Ketidakpastian Geopolitik dan Kebijakan
Ancaman tarif Trump terhadap negara-negara Eropa meningkat, memperburuk sentimen lindung nilai pasar. Kekhawatiran muncul bahwa kebijakan tarif mungkin menghadapi risiko putusan Mahkamah Agung, serta kemungkinan Eropa melakukan penjualan balasan terhadap aset AS senilai 12,6 triliun dolar. Ekspektasi ini meningkatkan kekhawatiran tentang ketatnya likuiditas global dan mempercepat penyesuaian aset berisiko. Dari performa pasar, Bitcoin dan futures NASDAQ bergerak turun secara bersamaan, mencerminkan tekanan keseluruhan terhadap aset berisiko.
Kerentanan Struktur Pasar yang Membesar
Masalah yang lebih dalam terletak pada struktur pasar itu sendiri. Market maker opsi Bitcoin berada dalam posisi Gamma negatif di kisaran 86000 hingga 95000 dolar. Dalam kondisi Gamma negatif, market maker cenderung melakukan pembelian pasif saat harga naik dan penjualan saat harga turun untuk melakukan lindung nilai, yang dapat memperbesar fluktuasi pasar dan menciptakan situasi “semakin cepat jatuh”.
Selain itu, dalam 24 jam terakhir, seluruh jaringan mengalami margin call sebesar 7,09 miliar dolar, termasuk posisi long Bitcoin yang mengalami margin call sebesar 2,34 miliar dolar. Ini mencerminkan adanya pembersihan besar-besaran dari posisi leverage tinggi, yang semakin memperkuat tekanan penurunan. Ditambah lagi, ETF Bitcoin AS hari ini mengalami arus keluar bersih sebanyak 2886 BTC, menunjukkan keraguan dari investor institusional.
Dukungan Jangka Panjang Masih Ada
Meskipun tekanan jangka pendek meningkat, faktor pendukung belum hilang. Kongres AS akan segera mengesahkan “Undang-Undang Transparansi Pasar Aset Digital” yang akan menetapkan kerangka regulasi khusus untuk pasar kripto, mendukung perkembangan jangka panjang yang teratur. Lebih menarik lagi, perusahaan asuransi jiwa Delaware dan BlackRock bekerja sama meluncurkan produk anuitas indeks tetap yang terpapar Bitcoin, dan Departemen Keuangan AS mengumumkan bahwa Bitcoin akan dimasukkan ke dalam cadangan aset digital pemerintah. Semua ini menunjukkan pengakuan terhadap Bitcoin di tingkat institusional dan pemerintah yang semakin meningkat.
Pengamatan dan Harapan
Dari segi teknikal, BTC dalam 1 jam telah menguat 0.53%, menunjukkan tanda-tanda rebound jangka pendek. Namun, performa penurunan selama 7 hari sebesar 6.60% menunjukkan tekanan koreksi masih ada. Ke depan, fokus utama adalah dua hal: pertama, apakah likuiditas global akan terus mengencang; kedua, apakah ketegangan geopolitik akan semakin meningkat.
Jika kondisi likuiditas membaik, ditambah kebutuhan alokasi jangka panjang dari institusi, Bitcoin berpotensi stabil secara bertahap. Tetapi dalam konteks volatilitas tinggi dan kerentanan struktur saat ini, investor harus siap menghadapi lebih banyak fluktuasi.
Ringkasan
Penurunan BTC kali ini merupakan hasil dari resonansi tiga faktor utama: pengencangan likuiditas makro, ketidakpastian geopolitik, dan kerentanan struktur pasar. Secara jangka pendek, pasar perlu mencerna faktor-faktor negatif ini. Namun, dari perspektif jangka panjang, pengembangan kerangka regulasi dan peningkatan pengakuan institusional memberikan dukungan struktural. Yang penting adalah memantau pergerakan likuiditas global dan evolusi risiko politik.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
BTC jatuh di bawah 90.000 dolar AS, tiga tekanan sekaligus menyerang
比特币在过去24小时内遭遇集中抛售。根据最新消息,截至1月21日,BTC现报88859.23美元,较前一日下跌4.00%,最高曾触及97860.60美元,最低回落至87814.93美元。24小时交易量达556.98亿美元,市值约为1.78万亿美元。这次调整并非孤立事件,背后是多重压力的同步发作。
Likuiditas Mengencang Menjadi Tekanan Utama
Lingkungan keuangan global sedang dengan cepat mendingin. Imbal hasil obligasi 30 tahun Jepang melonjak lebih dari 30 basis poin menjadi 3.91%, mencatat rekor tertinggi dalam 27 tahun, yang berarti pasar Jepang, sumber utama dana lindung nilai tradisional, sedang mengurangi likuiditasnya. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi 10 tahun AS juga naik ke level tertinggi empat bulan sebesar 4.27%.
Kedua sinyal ini mengarah pada satu kesimpulan: likuiditas jangka panjang global sedang cepat menyusut. Dalam lingkungan seperti ini, permintaan investor terhadap aset berisiko tinggi seperti Bitcoin secara alami menurun secara signifikan, dan preferensi risiko pasar pun menurun.
Ketidakpastian Geopolitik dan Kebijakan
Ancaman tarif Trump terhadap negara-negara Eropa meningkat, memperburuk sentimen lindung nilai pasar. Kekhawatiran muncul bahwa kebijakan tarif mungkin menghadapi risiko putusan Mahkamah Agung, serta kemungkinan Eropa melakukan penjualan balasan terhadap aset AS senilai 12,6 triliun dolar. Ekspektasi ini meningkatkan kekhawatiran tentang ketatnya likuiditas global dan mempercepat penyesuaian aset berisiko. Dari performa pasar, Bitcoin dan futures NASDAQ bergerak turun secara bersamaan, mencerminkan tekanan keseluruhan terhadap aset berisiko.
Kerentanan Struktur Pasar yang Membesar
Masalah yang lebih dalam terletak pada struktur pasar itu sendiri. Market maker opsi Bitcoin berada dalam posisi Gamma negatif di kisaran 86000 hingga 95000 dolar. Dalam kondisi Gamma negatif, market maker cenderung melakukan pembelian pasif saat harga naik dan penjualan saat harga turun untuk melakukan lindung nilai, yang dapat memperbesar fluktuasi pasar dan menciptakan situasi “semakin cepat jatuh”.
Selain itu, dalam 24 jam terakhir, seluruh jaringan mengalami margin call sebesar 7,09 miliar dolar, termasuk posisi long Bitcoin yang mengalami margin call sebesar 2,34 miliar dolar. Ini mencerminkan adanya pembersihan besar-besaran dari posisi leverage tinggi, yang semakin memperkuat tekanan penurunan. Ditambah lagi, ETF Bitcoin AS hari ini mengalami arus keluar bersih sebanyak 2886 BTC, menunjukkan keraguan dari investor institusional.
Dukungan Jangka Panjang Masih Ada
Meskipun tekanan jangka pendek meningkat, faktor pendukung belum hilang. Kongres AS akan segera mengesahkan “Undang-Undang Transparansi Pasar Aset Digital” yang akan menetapkan kerangka regulasi khusus untuk pasar kripto, mendukung perkembangan jangka panjang yang teratur. Lebih menarik lagi, perusahaan asuransi jiwa Delaware dan BlackRock bekerja sama meluncurkan produk anuitas indeks tetap yang terpapar Bitcoin, dan Departemen Keuangan AS mengumumkan bahwa Bitcoin akan dimasukkan ke dalam cadangan aset digital pemerintah. Semua ini menunjukkan pengakuan terhadap Bitcoin di tingkat institusional dan pemerintah yang semakin meningkat.
Pengamatan dan Harapan
Dari segi teknikal, BTC dalam 1 jam telah menguat 0.53%, menunjukkan tanda-tanda rebound jangka pendek. Namun, performa penurunan selama 7 hari sebesar 6.60% menunjukkan tekanan koreksi masih ada. Ke depan, fokus utama adalah dua hal: pertama, apakah likuiditas global akan terus mengencang; kedua, apakah ketegangan geopolitik akan semakin meningkat.
Jika kondisi likuiditas membaik, ditambah kebutuhan alokasi jangka panjang dari institusi, Bitcoin berpotensi stabil secara bertahap. Tetapi dalam konteks volatilitas tinggi dan kerentanan struktur saat ini, investor harus siap menghadapi lebih banyak fluktuasi.
Ringkasan
Penurunan BTC kali ini merupakan hasil dari resonansi tiga faktor utama: pengencangan likuiditas makro, ketidakpastian geopolitik, dan kerentanan struktur pasar. Secara jangka pendek, pasar perlu mencerna faktor-faktor negatif ini. Namun, dari perspektif jangka panjang, pengembangan kerangka regulasi dan peningkatan pengakuan institusional memberikan dukungan struktural. Yang penting adalah memantau pergerakan likuiditas global dan evolusi risiko politik.