$BTC $BTC Frasa "tentara keuangan Trump" kemungkinan merujuk pada rencana Donald Trump selama masa kepresidenannya yang kedua (2025-2029) untuk secara dramatis meningkatkan pengeluaran pertahanan dan kekuatan militer. Trump mengumumkan tujuannya untuk menaikkan anggaran pertahanan tahun 2027 menjadi $1,5 triliun (dari sekitar $901 miliar pada tahun 2026, yang mewakili peningkatan sekitar $500-600 miliar). Dia mengusulkan pendanaan ini melalui pendapatan dari tarif (bea cukai) yang dikenakan pada berbagai negara dan sektor, sambil berjanji membangun "militer impian" (atau "hayalimizdeki ordu") yang layak didapat Amerika. Konsep "tentara keuangan" ini muncul dari penggunaan alat ekonomi Trump seperti tarif, sanksi, dan hegemoni dolar sebagai leverage geopolitik. Pada dasarnya, ini mewakili "kekuatan ekonomi/keuangan" yang membiayai dan mendukung tentara militer tradisional. Koneksi ke Pasar Saham dan Pedagang Leverage Kebijakan Trump (terutama tarif, deregulasi, dan kenaikan pengeluaran pertahanan) menciptakan volatilitas tinggi di pasar. Lingkungan ini menawarkan peluang sekaligus jebakan bagi Pedagang leverage (pedagang leverage): - Aspek menguntungkan: - Volatilitas tinggi → Potensi keuntungan besar melalui opsi, futures, dan ETF leverage 2x-3x (misalnya, UYG untuk sektor keuangan sebagai dana leverage 2x). - Langkah-langkah perbankan/deregulasi Trump dapat mendorong sektor keuangan (indeks XLF) lebih tinggi → Posisi leverage menggandakan keuntungan. - Ketegangan geopolitik (misalnya, krisis Greenland, tarif, Iran, dll.) memicu lonjakan mendadak; perdagangan long/short cepat memungkinkan "pedagang Trump" meraih keuntungan. - Aspek berisiko: - Pernyataan mendadak Trump (misalnya, menolak penggunaan kekuatan militer di Greenland) menyebabkan "rally kelegaan" atau penurunan tajam di pasar. - Posisi leverage tinggi sangat rentan terhadap perburuan likuiditas (pemicu stop-loss) → Pedagang ritel biasanya mengalami kerugian. - Pedagang prop, HFT (perdagangan frekuensi tinggi), hedge fund, dan market maker paling diuntungkan dari volatilitas ini. Pedagang leverage individu sering kali tertekan karena keputusan emosional dan leverage berlebihan. Singkatnya: Era Trump adalah arena di mana pedagang saham leverage (terutama dalam futures, opsi, dan ETF leverage) bermain dalam permainan "semua atau tidak sama sekali". Volatilitas menghasilkan uang, tetapi mengambil posisi yang salah atau menggunakan leverage terlalu banyak dapat menghapus akun.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
$BTC $BTC Frasa "tentara keuangan Trump" kemungkinan merujuk pada rencana Donald Trump selama masa kepresidenannya yang kedua (2025-2029) untuk secara dramatis meningkatkan pengeluaran pertahanan dan kekuatan militer. Trump mengumumkan tujuannya untuk menaikkan anggaran pertahanan tahun 2027 menjadi $1,5 triliun (dari sekitar $901 miliar pada tahun 2026, yang mewakili peningkatan sekitar $500-600 miliar). Dia mengusulkan pendanaan ini melalui pendapatan dari tarif (bea cukai) yang dikenakan pada berbagai negara dan sektor, sambil berjanji membangun "militer impian" (atau "hayalimizdeki ordu") yang layak didapat Amerika. Konsep "tentara keuangan" ini muncul dari penggunaan alat ekonomi Trump seperti tarif, sanksi, dan hegemoni dolar sebagai leverage geopolitik. Pada dasarnya, ini mewakili "kekuatan ekonomi/keuangan" yang membiayai dan mendukung tentara militer tradisional. Koneksi ke Pasar Saham dan Pedagang Leverage Kebijakan Trump (terutama tarif, deregulasi, dan kenaikan pengeluaran pertahanan) menciptakan volatilitas tinggi di pasar. Lingkungan ini menawarkan peluang sekaligus jebakan bagi Pedagang leverage (pedagang leverage): - Aspek menguntungkan: - Volatilitas tinggi → Potensi keuntungan besar melalui opsi, futures, dan ETF leverage 2x-3x (misalnya, UYG untuk sektor keuangan sebagai dana leverage 2x). - Langkah-langkah perbankan/deregulasi Trump dapat mendorong sektor keuangan (indeks XLF) lebih tinggi → Posisi leverage menggandakan keuntungan. - Ketegangan geopolitik (misalnya, krisis Greenland, tarif, Iran, dll.) memicu lonjakan mendadak; perdagangan long/short cepat memungkinkan "pedagang Trump" meraih keuntungan. - Aspek berisiko: - Pernyataan mendadak Trump (misalnya, menolak penggunaan kekuatan militer di Greenland) menyebabkan "rally kelegaan" atau penurunan tajam di pasar. - Posisi leverage tinggi sangat rentan terhadap perburuan likuiditas (pemicu stop-loss) → Pedagang ritel biasanya mengalami kerugian. - Pedagang prop, HFT (perdagangan frekuensi tinggi), hedge fund, dan market maker paling diuntungkan dari volatilitas ini. Pedagang leverage individu sering kali tertekan karena keputusan emosional dan leverage berlebihan. Singkatnya: Era Trump adalah arena di mana pedagang saham leverage (terutama dalam futures, opsi, dan ETF leverage) bermain dalam permainan "semua atau tidak sama sekali". Volatilitas menghasilkan uang, tetapi mengambil posisi yang salah atau menggunakan leverage terlalu banyak dapat menghapus akun.