Sumber: CryptoNewsNet
Judul Asli: Pompliano: Bitcoin adalah Indikator Utama Inflasi
Tautan Asli:
Menurut pengusaha Amerika Anthony Pompliano, pergerakan harga Bitcoin dapat berfungsi sebagai indikator awal tren inflasi di masa depan. Pompliano berpendapat bahwa Bitcoin secara historis bergerak lebih dulu dari perubahan besar dalam inflasi konsumen, dengan perubahan harga yang tajam pada cryptocurrency sering diikuti oleh pergerakan inflasi yang sesuai beberapa bulan kemudian.
Pola Historis: Rally 2020-2021
Pompliano menyoroti rally Bitcoin dari sekitar $10.374 pada Oktober 2020 menjadi $69.000 pada November 2021, lonjakan lebih dari 565%. Periode ini mendahului kenaikan signifikan dalam inflasi AS:
CPI headline mencapai 6,2% tahun-ke-tahun pada Oktober 2021, tertinggi sejak 1990
CPI inti naik ke 4,6%, kecepatan tercepat sejak 1991
Harga energi naik sekitar 30% dan harga makanan meningkat 5,3% secara tahunan
Sinyal Terbaru: Penurunan 2025
Kasus kedua Pompliano berfokus pada pergerakan harga Bitcoin tahun 2025. Cryptocurrency ini mencapai rekor tertinggi di $126.080 pada 6 Oktober sebelum menurun sekitar 36% ke sekitar $80.600 pada November. Penurunan ini mendahului perubahan dalam dinamika inflasi:
CPI headline stabil antara 2,6% dan 2,7% hingga akhir 2025
CPI inti menurun ke sekitar 2,6%, terendah dalam beberapa tahun
Inflasi energi menurun menjadi sekitar 2,3% tahun-ke-tahun
Inflasi makanan meningkat menjadi sekitar 3,1% menjelang akhir tahun
Perdebatan yang Sedang Berlangsung
Pengamatan Pompliano menambah diskusi yang sedang berlangsung tentang peran Bitcoin dalam peramalan makroekonomi. Pendukung berpendapat bahwa Bitcoin mencerminkan kondisi moneter di masa depan dan ekspektasi investor, sementara skeptis memperingatkan bahwa pergerakan harga mungkin mencerminkan spekulasi daripada fundamental ekonomi yang mendasarinya. Pada akhirnya, apakah Bitcoin benar-benar berfungsi sebagai sinyal awal yang dapat diandalkan untuk inflasi tetap menjadi pertanyaan terbuka, dengan bukti yang menunjukkan korelasi bukan sebab-akibat.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
LadderToolGuy
· 5jam yang lalu
Pergerakan harga koin memang bisa mencerminkan ekspektasi pasar, tetapi menganggap Bitcoin sebagai indikator inflasi masih agak aneh. Data makroekonomi, kebijakan Federal Reserve, likuiditas global, semuanya adalah kekuatan pendorong utama, sementara fluktuasi emosi spekulatif di dunia koin yang mengikuti tren naik turun belum tentu bisa memprediksi inflasi yang sebenarnya secara akurat. Pendapat Pompliano terdengar bagus, tetapi apakah data historis cukup mendukungnya? Saya ingin melihat argumen yang lebih rinci lagi.
Lihat AsliBalas0
SorryRugPulled
· 5jam yang lalu
Pendapat ini menarik tetapi juga cukup menyakitkan. Bitcoin memang bisa mencerminkan ekspektasi pasar, tetapi menganggapnya sebagai indikator utama inflasi adalah penyederhanaan berlebihan. Dukungan data historis sebenarnya terbatas, lebih sering adalah interaksi dua arah antara suasana pasar dan kebijakan makroekonomi. Tindakan FED adalah yang benar-benar menentukan harga, sementara harga koin sering mengikuti alih-alih memimpin.
Lihat AsliBalas0
MEVVictimAlliance
· 5jam yang lalu
Apakah Bitcoin benar-benar dapat memprediksi inflasi, rasanya lebih merupakan reaksi dari sentimen pasar
Lihat AsliBalas0
ContractTearjerker
· 5jam yang lalu
Apakah Bitcoin dapat memprediksi inflasi? Logika ini agak dipaksakan
Lihat AsliBalas0
GasFeeVictim
· 5jam yang lalu
Saya telah mendengar argumen bahwa Bitcoin unggul selama bertahun-tahun, dan setiap kali saya bisa menunjukkan beberapa data yang mendukung, tetapi juga banyak contoh yang bertentangan. Ketika harga Bitcoin melonjak ke 69k pada tahun 2021, inflasi saat itu belum terlalu gila, dan kemudian yang terjadi justru benar-benar meledak. Rasanya ini lebih seperti permainan analisis pasca kejadian, dan jika digunakan untuk prediksi, risikonya cukup besar.
Bitcoin sebagai Indikator Utama: Bisakah Pergerakan Harga Crypto Memprediksi Tren Inflasi?
Sumber: CryptoNewsNet Judul Asli: Pompliano: Bitcoin adalah Indikator Utama Inflasi Tautan Asli: Menurut pengusaha Amerika Anthony Pompliano, pergerakan harga Bitcoin dapat berfungsi sebagai indikator awal tren inflasi di masa depan. Pompliano berpendapat bahwa Bitcoin secara historis bergerak lebih dulu dari perubahan besar dalam inflasi konsumen, dengan perubahan harga yang tajam pada cryptocurrency sering diikuti oleh pergerakan inflasi yang sesuai beberapa bulan kemudian.
Pola Historis: Rally 2020-2021
Pompliano menyoroti rally Bitcoin dari sekitar $10.374 pada Oktober 2020 menjadi $69.000 pada November 2021, lonjakan lebih dari 565%. Periode ini mendahului kenaikan signifikan dalam inflasi AS:
Sinyal Terbaru: Penurunan 2025
Kasus kedua Pompliano berfokus pada pergerakan harga Bitcoin tahun 2025. Cryptocurrency ini mencapai rekor tertinggi di $126.080 pada 6 Oktober sebelum menurun sekitar 36% ke sekitar $80.600 pada November. Penurunan ini mendahului perubahan dalam dinamika inflasi:
Perdebatan yang Sedang Berlangsung
Pengamatan Pompliano menambah diskusi yang sedang berlangsung tentang peran Bitcoin dalam peramalan makroekonomi. Pendukung berpendapat bahwa Bitcoin mencerminkan kondisi moneter di masa depan dan ekspektasi investor, sementara skeptis memperingatkan bahwa pergerakan harga mungkin mencerminkan spekulasi daripada fundamental ekonomi yang mendasarinya. Pada akhirnya, apakah Bitcoin benar-benar berfungsi sebagai sinyal awal yang dapat diandalkan untuk inflasi tetap menjadi pertanyaan terbuka, dengan bukti yang menunjukkan korelasi bukan sebab-akibat.